<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tokopedia Incar Transaksi Rp222 Triliun ke Ekonomi Indonesia di 2019   </title><description>E-commerce asal Indonesia, Tokopedia menargetkan nilai total transaksi (GMV) mencapai Rp222 triliun hingga akhir 2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/10/320/2115383/tokopedia-incar-transaksi-rp222-triliun-ke-ekonomi-indonesia-di-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/10/320/2115383/tokopedia-incar-transaksi-rp222-triliun-ke-ekonomi-indonesia-di-2019"/><item><title>Tokopedia Incar Transaksi Rp222 Triliun ke Ekonomi Indonesia di 2019   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/10/320/2115383/tokopedia-incar-transaksi-rp222-triliun-ke-ekonomi-indonesia-di-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/10/320/2115383/tokopedia-incar-transaksi-rp222-triliun-ke-ekonomi-indonesia-di-2019</guid><pubDate>Kamis 10 Oktober 2019 19:16 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/10/320/2115383/tokopedia-incar-transaksi-rp222-triliun-ke-ekonomi-indonesia-di-2019-nVerbJcrBA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO Tokopedia William Tanuwijaya. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/10/320/2115383/tokopedia-incar-transaksi-rp222-triliun-ke-ekonomi-indonesia-di-2019-nVerbJcrBA.jpg</image><title>CEO Tokopedia William Tanuwijaya. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - E-commerce asal Indonesia, Tokopedia menargetkan nilai total transaksi (GMV) mencapai Rp222 triliun hingga akhir 2019. Angka tersebut naik berkali lipat dibandingkan nilai GMV pada tahun lalu yang sebesar Rp73 triliun.
Co-Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, jika mengacu pada Produk Domestik Indonesia (PDB) Indonesia 2018 sebesar Rp14.837 triliun, maka dengan besaran nilai GMV tersebut Tokopedia berkontribusi 1,5% pada ekonomi nasional.
Baca Juga: E-Commerce Indonesia Tumbuh 12 Kali Lipat sejak 2015
&quot;Indonesia saat ini adalah 1 trilion economy. Jadi bayangkan, tahun ini diproyeksikan transaksi Tokopedia hingga akhir tahun jika tidak ada halangan bisa mencapai Rp222 triliun,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Dia juga mengklaim, sejak Mei 2019 nilai transaksi di Tokopedia per bulannya mengalami peningkatan yakni mencapai USD1 miliar atau setara dengan Rp14 triliun.

&quot;Dampak ekonomi ini terjadi berkat jutaan orang yang memulai usahanya dengan semangat entrepreneur yang baru,&quot; katanya.
Baca Juga: Sri Mulyani: Pusat Logistik Berikat E-Commerce Belum Beroperasi
Tokopedia mencatat jumlah pedagang di paltformnya mencapai 6,4 juta hingga September 2019. Meningkat dari keseluruhan tahun 2018 yang mencapai 5 juta pedagang. Pada tahun lalu populasi pengguna Tokopedia mencapai 90 juta pengguna aktif.Sementara itu, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakulatas  Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memproyeksikan,  Tokopedia memberikan dampak pada ekonomi nasional sebesar Rp170 triliun  sepanjang 2019. Meningkat dari perkiraan tahun lalu yang sebesar Rp58  triliun.
&quot;Kontribusi ekonomi langsung dari Tokopedia tidak hanya terjadi di  Pulau Jawa, namun juga turut berkontribusi dalam menggerakan  perekonomian daerah,&quot; ujar Wakil Direktur LPEM FEB UI Kiki Verico dalam  kesempatan yang sama.</description><content:encoded>JAKARTA - E-commerce asal Indonesia, Tokopedia menargetkan nilai total transaksi (GMV) mencapai Rp222 triliun hingga akhir 2019. Angka tersebut naik berkali lipat dibandingkan nilai GMV pada tahun lalu yang sebesar Rp73 triliun.
Co-Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, jika mengacu pada Produk Domestik Indonesia (PDB) Indonesia 2018 sebesar Rp14.837 triliun, maka dengan besaran nilai GMV tersebut Tokopedia berkontribusi 1,5% pada ekonomi nasional.
Baca Juga: E-Commerce Indonesia Tumbuh 12 Kali Lipat sejak 2015
&quot;Indonesia saat ini adalah 1 trilion economy. Jadi bayangkan, tahun ini diproyeksikan transaksi Tokopedia hingga akhir tahun jika tidak ada halangan bisa mencapai Rp222 triliun,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Dia juga mengklaim, sejak Mei 2019 nilai transaksi di Tokopedia per bulannya mengalami peningkatan yakni mencapai USD1 miliar atau setara dengan Rp14 triliun.

&quot;Dampak ekonomi ini terjadi berkat jutaan orang yang memulai usahanya dengan semangat entrepreneur yang baru,&quot; katanya.
Baca Juga: Sri Mulyani: Pusat Logistik Berikat E-Commerce Belum Beroperasi
Tokopedia mencatat jumlah pedagang di paltformnya mencapai 6,4 juta hingga September 2019. Meningkat dari keseluruhan tahun 2018 yang mencapai 5 juta pedagang. Pada tahun lalu populasi pengguna Tokopedia mencapai 90 juta pengguna aktif.Sementara itu, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakulatas  Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memproyeksikan,  Tokopedia memberikan dampak pada ekonomi nasional sebesar Rp170 triliun  sepanjang 2019. Meningkat dari perkiraan tahun lalu yang sebesar Rp58  triliun.
&quot;Kontribusi ekonomi langsung dari Tokopedia tidak hanya terjadi di  Pulau Jawa, namun juga turut berkontribusi dalam menggerakan  perekonomian daerah,&quot; ujar Wakil Direktur LPEM FEB UI Kiki Verico dalam  kesempatan yang sama.</content:encoded></item></channel></rss>
