<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahasiswa Dihadapkan Tantangan Global, Sri Mulyani: Percuma Punya IP 4,00</title><description>Sebagai upaya menghadapi tantangan global, teknologi, maupun perubahan iklim, suatu negara perlu membangun sumber daya manusia yang baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/20/2115586/mahasiswa-dihadapkan-tantangan-global-sri-mulyani-percuma-punya-ip-4-00</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/20/2115586/mahasiswa-dihadapkan-tantangan-global-sri-mulyani-percuma-punya-ip-4-00"/><item><title>Mahasiswa Dihadapkan Tantangan Global, Sri Mulyani: Percuma Punya IP 4,00</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/20/2115586/mahasiswa-dihadapkan-tantangan-global-sri-mulyani-percuma-punya-ip-4-00</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/20/2115586/mahasiswa-dihadapkan-tantangan-global-sri-mulyani-percuma-punya-ip-4-00</guid><pubDate>Jum'at 11 Oktober 2019 11:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/11/20/2115586/mahasiswa-dihadapkan-tantangan-global-sri-mulyani-percuma-punya-ip-4-00-mMZqdUBogc.png" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Foto: Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/11/20/2115586/mahasiswa-dihadapkan-tantangan-global-sri-mulyani-percuma-punya-ip-4-00-mMZqdUBogc.png</image><title>Sri Mulyani (Foto: Twitter)</title></images><description>JAKARTA - Sebagai upaya menghadapi tantangan global, teknologi, maupun perubahan iklim, suatu negara perlu membangun sumber daya manusia yang baik. Daya saing ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, teknologi dan inovasi.

Hal ini dikatakan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati saat Orasi Ilmiah Universitas Muhammadiyah Malang.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Orasi Ilmiah di UMM, Eh Tiba-Tiba Mati Lampu
Untuk itu, Sri Mulyani meminta mahasiswa supaya jangan hanya melihat text book saja. Tetapi juga harus memiliki wawasan mengenai jenis skill seperti apa yang dibutuhkan di dalam lapangan kerja yang akan datang.

&quot;Saya yakin banyak sekali anak-anak muda yang merasa pintar jika ia dapat menghafal. Banyak yang beranggapan saya sudah pintar karena dapat menghafal sesuatu padahal hafalan itu mudah sekali digantikan oleh komputer,&quot; kata Sri Mulyani seperti dikutip dari akun Instagram resmi Sri Mulyani, Jakarta, Jumat (11/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ditanya soal Indonesia Darurat Utang, Sri Mulyani: Mahasiswa Harus Bisa Baca Data
Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Indonesia telah mencapai berbagai macam kemajuan. Namun masyarakat masih tertinggal juga. Oleh karena itu, seluruh instrumen kebijakan digunakan untuk mengejar ketertinggalan itu.
&amp;nbsp;Menurutnya, hal itu akan berhasil apabila dunia perguruan tinggi ikut  di dalam mengatasi masalah-masalah tersebut. Dia berharap mahasiswa  supaya jangan pernah lupa untuk membangun sikap integritas dan  kompetensi.

Integritas adalah Anda setia kepada nilai-nilai kejujuran. Tentunya,  kompetensi adalah kemampuan dan kemampuan anda untuk terus maju menjadi  manusia yang unggul. Sri Mulyani ingin mengatakan kepada kalian semua  sebagai generasi muda yang akan memegang estafet, meneruskan perjalanan  Republik Indonesia kedepan:

&quot;Kalau kalian hanya menghafal, walaupun IP nya 4,00, dan masuk ke  dalam summa cum laude, namun tidak punya leadership, tidak punya  emotional intelligent, tidak biasa untuk melihat analitical thinking,  membuat dan menganalisa, kemudian membuat problem solving, maka Anda  tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk bisa menghadapi masa depan  yang gemilang,&quot; ujarnya.

&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Sebagai upaya menghadapi tantangan global, teknologi, maupun perubahan iklim, suatu negara perlu membangun sumber daya manusia yang baik. Daya saing ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, teknologi dan inovasi.

Hal ini dikatakan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati saat Orasi Ilmiah Universitas Muhammadiyah Malang.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Orasi Ilmiah di UMM, Eh Tiba-Tiba Mati Lampu
Untuk itu, Sri Mulyani meminta mahasiswa supaya jangan hanya melihat text book saja. Tetapi juga harus memiliki wawasan mengenai jenis skill seperti apa yang dibutuhkan di dalam lapangan kerja yang akan datang.

&quot;Saya yakin banyak sekali anak-anak muda yang merasa pintar jika ia dapat menghafal. Banyak yang beranggapan saya sudah pintar karena dapat menghafal sesuatu padahal hafalan itu mudah sekali digantikan oleh komputer,&quot; kata Sri Mulyani seperti dikutip dari akun Instagram resmi Sri Mulyani, Jakarta, Jumat (11/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ditanya soal Indonesia Darurat Utang, Sri Mulyani: Mahasiswa Harus Bisa Baca Data
Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Indonesia telah mencapai berbagai macam kemajuan. Namun masyarakat masih tertinggal juga. Oleh karena itu, seluruh instrumen kebijakan digunakan untuk mengejar ketertinggalan itu.
&amp;nbsp;Menurutnya, hal itu akan berhasil apabila dunia perguruan tinggi ikut  di dalam mengatasi masalah-masalah tersebut. Dia berharap mahasiswa  supaya jangan pernah lupa untuk membangun sikap integritas dan  kompetensi.

Integritas adalah Anda setia kepada nilai-nilai kejujuran. Tentunya,  kompetensi adalah kemampuan dan kemampuan anda untuk terus maju menjadi  manusia yang unggul. Sri Mulyani ingin mengatakan kepada kalian semua  sebagai generasi muda yang akan memegang estafet, meneruskan perjalanan  Republik Indonesia kedepan:

&quot;Kalau kalian hanya menghafal, walaupun IP nya 4,00, dan masuk ke  dalam summa cum laude, namun tidak punya leadership, tidak punya  emotional intelligent, tidak biasa untuk melihat analitical thinking,  membuat dan menganalisa, kemudian membuat problem solving, maka Anda  tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk bisa menghadapi masa depan  yang gemilang,&quot; ujarnya.

&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
