<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambil Lihat Gadget, Gubernur BI Beberkan Pemicu Inflasi Oktober</title><description>Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Minggu kedua Oktober 2019 mencapai 0,04% secara bulanan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/20/2115673/sambil-lihat-gadget-gubernur-bi-beberkan-pemicu-inflasi-oktober</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/20/2115673/sambil-lihat-gadget-gubernur-bi-beberkan-pemicu-inflasi-oktober"/><item><title>Sambil Lihat Gadget, Gubernur BI Beberkan Pemicu Inflasi Oktober</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/20/2115673/sambil-lihat-gadget-gubernur-bi-beberkan-pemicu-inflasi-oktober</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/20/2115673/sambil-lihat-gadget-gubernur-bi-beberkan-pemicu-inflasi-oktober</guid><pubDate>Jum'at 11 Oktober 2019 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/11/20/2115673/sambil-lihat-gadget-gubernur-bi-beberkan-pemicu-inflasi-oktober-2AqTPHqS5y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI soal Inflasi Oktober (Foto: Okezone.com/Giri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/11/20/2115673/sambil-lihat-gadget-gubernur-bi-beberkan-pemicu-inflasi-oktober-2AqTPHqS5y.jpg</image><title>Gubernur BI soal Inflasi Oktober (Foto: Okezone.com/Giri)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Minggu kedua Oktober 2019 mencapai 0,04% secara bulanan (month to month/mtm). Semantara itu secara tahunan, BI memprediksi inflasi sekitar 3,15% secara year on year (yoy).

&amp;ldquo;Update mengenai perkembangan harga berdasarkan SPH sampai dengan minggu kedua, kita perkirakan pada bulan Oktober 2019 ini inflasinya tetep rendah yaitu 0,04% secara mtm, kalau yoy 3,15%. Jadi kalau dibandingkan yoy-nya 3,15% itu lebih rendah yoy di bulan September yang 3,39%,&amp;rdquo; ujar Perry saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (11/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Inflasi Awal Oktober 0,02%, BI: Harga-Harga Tetap Terkendali
Menurut Perry, inflasi pada minggu kedua Oktober masih didorong oleh kenaikan harga beberapa komoditas pangan. Misalnya daging ayam ras yang kontribusi inflasinya sebesar 0,03%.

Kemudian ada juga kenaikan pada harga tomat, sayur yang naik 0,01%. Selain komoditas pangan, inflasi juga didorong oleh adanya kenaikan pada harga rokok kretek.

&amp;ldquo;Beberapa barang yang mengalami sedikit kenaikan harga adalah daging ayam ras yang inflasinya 0,03%, tomat sayur 0,01%, rokok kretek 0,01%,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menko Darmin Pede Inflasi Terjaga hingga Akhir Tahun
Namun pada minggu kedua ini, banyak juga komoditas pangan yang justru mengalami penurunan harga. Misalnya adalah cabai merah dan juga cabai rawit yang mengalami deflasi masing-maisng 0,06% dan 0,03%.

Selain itu, harga telor ayam ras juga ikut mengalami penurunan 0,03%. Kemudian ada bawang merah hingga juga kentang yang masing-masing mengalami penurunan 0,02%.
&amp;nbsp;Selain itu, pada pekan kedua Oktober ini juga ada penurunan dari  harga buah-buahan seperti Jeruk. Harga angkutan udara juga mengalami  penurunan sebesar 0,01% pada pekan kedua Oktober.

&amp;ldquo;Sementara komoditas mengalami deflasi atau penurunan harga cabai  merah deflasi 0,06%, cabai rawit deflasi 0,03%, kemudian telor ayam ras  deflasi 0,03%, dan bawang merah, angkutan udara, jeruk, dan kentang  masing-masing deflasi 0,01%,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Perry optimis jika harga-harga akan tetap terkendali hingga akhir  tahun nanti, sehingga dirinya yakin pada akhir tahun nanti target  inflasi 3,5% plus minus 1% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara  (APBN) 2019 bisa terkendali.

&amp;ldquo;Dengan perkembangan harga sampai minggu kedua Oktober ini  alhamdulillah harga-harga terkendali rendah dan sejalan dengan perkiraan  kita di akhir tahun ini Insya Allah inflasi akan di bawah titik tengah  sasaran inflasi kita yaitu 3,5%. Jadi di bawah atau lebih rendah dari  3,5%. Insya Allah, dan itu masih sejalan dengan perkiraan-perkiraan  sebelumnya,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Minggu kedua Oktober 2019 mencapai 0,04% secara bulanan (month to month/mtm). Semantara itu secara tahunan, BI memprediksi inflasi sekitar 3,15% secara year on year (yoy).

&amp;ldquo;Update mengenai perkembangan harga berdasarkan SPH sampai dengan minggu kedua, kita perkirakan pada bulan Oktober 2019 ini inflasinya tetep rendah yaitu 0,04% secara mtm, kalau yoy 3,15%. Jadi kalau dibandingkan yoy-nya 3,15% itu lebih rendah yoy di bulan September yang 3,39%,&amp;rdquo; ujar Perry saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (11/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Inflasi Awal Oktober 0,02%, BI: Harga-Harga Tetap Terkendali
Menurut Perry, inflasi pada minggu kedua Oktober masih didorong oleh kenaikan harga beberapa komoditas pangan. Misalnya daging ayam ras yang kontribusi inflasinya sebesar 0,03%.

Kemudian ada juga kenaikan pada harga tomat, sayur yang naik 0,01%. Selain komoditas pangan, inflasi juga didorong oleh adanya kenaikan pada harga rokok kretek.

&amp;ldquo;Beberapa barang yang mengalami sedikit kenaikan harga adalah daging ayam ras yang inflasinya 0,03%, tomat sayur 0,01%, rokok kretek 0,01%,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menko Darmin Pede Inflasi Terjaga hingga Akhir Tahun
Namun pada minggu kedua ini, banyak juga komoditas pangan yang justru mengalami penurunan harga. Misalnya adalah cabai merah dan juga cabai rawit yang mengalami deflasi masing-maisng 0,06% dan 0,03%.

Selain itu, harga telor ayam ras juga ikut mengalami penurunan 0,03%. Kemudian ada bawang merah hingga juga kentang yang masing-masing mengalami penurunan 0,02%.
&amp;nbsp;Selain itu, pada pekan kedua Oktober ini juga ada penurunan dari  harga buah-buahan seperti Jeruk. Harga angkutan udara juga mengalami  penurunan sebesar 0,01% pada pekan kedua Oktober.

&amp;ldquo;Sementara komoditas mengalami deflasi atau penurunan harga cabai  merah deflasi 0,06%, cabai rawit deflasi 0,03%, kemudian telor ayam ras  deflasi 0,03%, dan bawang merah, angkutan udara, jeruk, dan kentang  masing-masing deflasi 0,01%,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Perry optimis jika harga-harga akan tetap terkendali hingga akhir  tahun nanti, sehingga dirinya yakin pada akhir tahun nanti target  inflasi 3,5% plus minus 1% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara  (APBN) 2019 bisa terkendali.

&amp;ldquo;Dengan perkembangan harga sampai minggu kedua Oktober ini  alhamdulillah harga-harga terkendali rendah dan sejalan dengan perkiraan  kita di akhir tahun ini Insya Allah inflasi akan di bawah titik tengah  sasaran inflasi kita yaitu 3,5%. Jadi di bawah atau lebih rendah dari  3,5%. Insya Allah, dan itu masih sejalan dengan perkiraan-perkiraan  sebelumnya,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
