<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Aktivitas Ekonomi Tinggi, Sampah Semakin Banyak</title><description>Seiring dengan tumbuhnya ekonomi maka sampah akan semakin banyak akibat meningkatnya aktivitas perekonomian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/320/2115663/sri-mulyani-aktivitas-ekonomi-tinggi-sampah-semakin-banyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/320/2115663/sri-mulyani-aktivitas-ekonomi-tinggi-sampah-semakin-banyak"/><item><title>Sri Mulyani: Aktivitas Ekonomi Tinggi, Sampah Semakin Banyak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/320/2115663/sri-mulyani-aktivitas-ekonomi-tinggi-sampah-semakin-banyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/320/2115663/sri-mulyani-aktivitas-ekonomi-tinggi-sampah-semakin-banyak</guid><pubDate>Jum'at 11 Oktober 2019 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/11/320/2115663/sri-mulyani-aktivitas-ekonomi-tinggi-sampah-semakin-banyak-Jn9plh1NBb.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/11/320/2115663/sri-mulyani-aktivitas-ekonomi-tinggi-sampah-semakin-banyak-Jn9plh1NBb.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>TANGERANG - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, seiring dengan tumbuhnya ekonomi maka sampah akan semakin banyak akibat meningkatnya aktivitas perekonomian. Hal ini tentu harus menjadi perhatian berbagai pihak.
&quot;Saat ini Indonesia mungkin harus mulai memikirkan tidak hanya menumbuhkan ekonomi, tapi juga bagaimana kita menangani sampah,&quot; ujar di Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Jumat (11/10/2019).
Baca Juga: Menteri Susi Bersih-Bersih di Pantai: No More Plastic Use
Dia menyatakan, selain aktivitas ekonomi, peningkatan jumlah penduduk dan urbanisasi turut memberikan sumbangan pada banyaknya sampah di Indonesia. Sri Mulyani menyebut,  timbunan sampah di Tanah Air akan meningkat menjadi 70,5 juta ton di tahun 2025 dari 65,8 juta ton di tahun 2017.
&quot;Jadi kita akan hidup dengan jumlah manusianya semakin banyak, sampahnya juga semakin banyak,&quot; kata dia.

Berdasarkan data Race for Water Foundation setiap tahunnya orang menghasilkan 50 kilogram sampah plastik per tahunnya. Di mana 5%-10% sampah plastik itu dibuang ke laut. Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik di laut. Padahal dalam Laporan Convention on Biological Diversity pada tahun 2016, lebih dari 800 spesies makhluk hidup di laut terancam oleh sampah plastik.
&quot;Artinya gaya hidup kita dalam menggunakan plastik dan membuangnya  sembarangan ke laut menjadi salah satu penyebab. Tentu ini bukan ranking  membanggakan bagi kita,&quot; ujar dia.
Oleh sebab itu, di samping harus terus mengembangkan pengelolaan  sampah dengan cara yang tepat, kesadaran setiap pihak untuk menjaga  lingkungan sangat diperlukan.  &quot;Kesadaran masyarakat ini harus  terus-menerus diciptakan,&quot; imbuhnya.

Sri Mulyani menyatakan, salah satu upaya pihaknya meningkatkan  kesadaran tersebut yakni dengan mengajak jajaran Kemenkeu melakukan  bersih-bersih pantai. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian  peringatan Hari Oeang ke-73.
&quot;Selain dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengelola  sampah, kami di Kemenkeu juga secara terus-menerus mencoba untuk  merespons melalui berbagai kebijakan fiskal,&quot; katanya.</description><content:encoded>TANGERANG - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, seiring dengan tumbuhnya ekonomi maka sampah akan semakin banyak akibat meningkatnya aktivitas perekonomian. Hal ini tentu harus menjadi perhatian berbagai pihak.
&quot;Saat ini Indonesia mungkin harus mulai memikirkan tidak hanya menumbuhkan ekonomi, tapi juga bagaimana kita menangani sampah,&quot; ujar di Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Jumat (11/10/2019).
Baca Juga: Menteri Susi Bersih-Bersih di Pantai: No More Plastic Use
Dia menyatakan, selain aktivitas ekonomi, peningkatan jumlah penduduk dan urbanisasi turut memberikan sumbangan pada banyaknya sampah di Indonesia. Sri Mulyani menyebut,  timbunan sampah di Tanah Air akan meningkat menjadi 70,5 juta ton di tahun 2025 dari 65,8 juta ton di tahun 2017.
&quot;Jadi kita akan hidup dengan jumlah manusianya semakin banyak, sampahnya juga semakin banyak,&quot; kata dia.

Berdasarkan data Race for Water Foundation setiap tahunnya orang menghasilkan 50 kilogram sampah plastik per tahunnya. Di mana 5%-10% sampah plastik itu dibuang ke laut. Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik di laut. Padahal dalam Laporan Convention on Biological Diversity pada tahun 2016, lebih dari 800 spesies makhluk hidup di laut terancam oleh sampah plastik.
&quot;Artinya gaya hidup kita dalam menggunakan plastik dan membuangnya  sembarangan ke laut menjadi salah satu penyebab. Tentu ini bukan ranking  membanggakan bagi kita,&quot; ujar dia.
Oleh sebab itu, di samping harus terus mengembangkan pengelolaan  sampah dengan cara yang tepat, kesadaran setiap pihak untuk menjaga  lingkungan sangat diperlukan.  &quot;Kesadaran masyarakat ini harus  terus-menerus diciptakan,&quot; imbuhnya.

Sri Mulyani menyatakan, salah satu upaya pihaknya meningkatkan  kesadaran tersebut yakni dengan mengajak jajaran Kemenkeu melakukan  bersih-bersih pantai. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian  peringatan Hari Oeang ke-73.
&quot;Selain dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengelola  sampah, kami di Kemenkeu juga secara terus-menerus mencoba untuk  merespons melalui berbagai kebijakan fiskal,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
