<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Resmi Beroperasi, KEK Sorong Bidik Investasi Rp32,5 Triliun</title><description>Pemerintah meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong yang terletak di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/320/2115710/resmi-beroperasi-kek-sorong-bidik-investasi-rp32-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/320/2115710/resmi-beroperasi-kek-sorong-bidik-investasi-rp32-5-triliun"/><item><title>Resmi Beroperasi, KEK Sorong Bidik Investasi Rp32,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/320/2115710/resmi-beroperasi-kek-sorong-bidik-investasi-rp32-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/320/2115710/resmi-beroperasi-kek-sorong-bidik-investasi-rp32-5-triliun</guid><pubDate>Jum'at 11 Oktober 2019 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/11/320/2115710/resmi-beroperasi-kek-sorong-bidik-investasi-rp32-5-triliun-EDWbCUxiwT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/11/320/2115710/resmi-beroperasi-kek-sorong-bidik-investasi-rp32-5-triliun-EDWbCUxiwT.jpg</image><title>Investasi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong yang terletak di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 31 Tahun 2016. KEK ini beroperasi di atas lahan seluas 523,7 hektare.
Pembangunan KEK Sorong diperkirakan akan memakan biaya sebesar Rp2,3 triliun, dan sekarang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp487 miliar. Targetnya KEK bisa menarik investasi mencapai Rp32,5 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Batam dan Kendal Segera Jadi KEK
Kegiatan utama di KEK Sorong meliputi industri pengolahan nikel, pengolahan kelapa sawit, hasil hutan dan perkebunan (sagu), serta pembangunan pergudangan logistik. KEK Sorong diproyeksikan akan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 15.024 orang.
&amp;nbsp;
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, dengan potensi yang dimiliki KEK Sorong maka berpeluang menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional, khususnya protein berbasis kelautan. &amp;ldquo;Sehingga akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pesisir Papua,&amp;rdquo; ungkapnya saat meresmikan KEK Sorong seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (11/10/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Darmin Setujui 2 Kawasan Ekonomi Khusus di Batam
Darmin menyatakan, untuk makin menyukseskan keberadaan KEK Sorong, diperlukan keterlibatan aktif dari masyarakat setempat. Sehingga masyarakat Sorong  harus dipersiapkan dari sisi pengetahuan, keterampilan (skill), serta kelembagaan ekonominya, supaya ke depannya dapat menjadi sumber daya manusia yang lebih mumpuni.
&amp;ldquo;Salah satu yang penting di sini adalah pemberdayaan sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir yang beroperasi di sekitar KEK Sorong melalui berbagai instrumen pendidikan vokasi (salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan/SMK) dan pelatihan perkoperasian. Pemda juga perlu menjamin kemudahan perizinan bagi para calon investor,&amp;rdquo; jelasnya.Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menambahkan, pembangunan KEK  Sorong telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah  (RPJMD) 2017-2022. Hal ini untuk meningkatkan perekonomian daerah dengan  didukung pemanfaatan sumber daya lokal lintas sektor.
Ke depannya, pembangunan di Papua Barat diharapkan dapat meningkat  sehingga mampu mengurangi kesenjangan antar wilayah. Menurutnya,  pembangunan kawasan KEK Sorong akan mendongkrak perekonomian Kabupaten  Sorong dengan proyeksi peningkatan Pendapatan Domestik Regional Bruto  (PDRB) sekira Rp10,64 triliun pada 2030.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pembangunan 2 KEK Industri di Jawa Berorientasi Ekspor
&amp;ldquo;Semoga ini menjadi perhatian dari pemerintah pusat, supaya  pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi ke KEK Sorong dapat  berjalan maksimal. Ada beberapa catatan dengan kehadiran kawasan KEK,  salah satunya yaitu dibutuhkannya tenaga kerja yang besar, jadi  diharapkan akan dibangun Balai Latihan Kerja (BLK) skala nasional di  daerah ini,&amp;rdquo; tuturnya.

Dominggus pun mengharapkan, para generasi muda Papua tidak hanya akan  menjadi 'penonton' saja dengan adanya KEK Sorong, melainkan terlibat  bergabung di dalam industri-industri tersebut. Selain itu, diharapkan di  kawasan tersebut dibangung smelter.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Presiden Jokowi Minta Pengusaha Bangun Hotel di Mandalika
&quot;Daripada hasil nikelnya dibawa ke pulau lain, jadi ini akan  memberikan peluang dan kesempatan besar bagi anak-anak muda kami untuk  bekerja di sana,&amp;rdquo; katanya.
Sekedar diketahui, selama tiga tahun terakhir, Kementerian Pekerjaaan  Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun akses jalan utama  beserta saluran drainase sepanjang 3,5 km dan jalan lingkungan sepanjang  6,5 km di KEK Sorong.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Investasi Rp20 Miliar di KEK Bisa Raih Tax Holiday
Selain itu, telah terbangun pula Pembangkit Listrik Mesin Gas  (PLTMG), yakni PLTMG Waymon, PLTMG Arar, dan Pembangkit Listrik Tenaga  Diesel (PLTD) PT PLN untuk memasok kebutuhan listrik di kawasan Sorong  Raya, sehingga saat ini telah tersedia Daya Mampu sebesar 46 mw dengan  cadangan sebesar 9 mw.Untuk jangka pendek, air bersih untuk Pelabuhan Arar dan industri   existing akan menggunakan sumur bor dengan kapasitas 5 liter/detik dan   Penampung Air Hujan (PAH). Sementara, untuk jangka panjang akan dibangun   Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang menggunakan sumber air dari   Sungai Klasafet (Klamono) dengan kapasitas 500 liter/detik.
Sampai saat ini, investor yang bergabung dalam KEK Sorong antara lain   adalah PT Semen Gresik (Semen Indonesia Group) untuk membangun pabrik   pengemasan semen, PT Henrison Inti Putra untuk membangun pabrik   pengolahan kayu dan sawit, dan PT Bumi Sarana Utama (Kalla Group) untuk   membangun storage aspal curah.
Sedangkan, investor lain yang akan masuk yaitu PT Gag Nikel (untuk   pembangunan smelter nikel), PT Pelindo IV (untuk pengembangan Pelabuhan   Arar sebagai sarana konektivitas dan logistik), PT Numarin Terra   Anugerah (untuk pembangunan cold storage perikanan), serta PT Power Gen   (untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas/PLTMG sebesar 20   mw).</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong yang terletak di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 31 Tahun 2016. KEK ini beroperasi di atas lahan seluas 523,7 hektare.
Pembangunan KEK Sorong diperkirakan akan memakan biaya sebesar Rp2,3 triliun, dan sekarang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp487 miliar. Targetnya KEK bisa menarik investasi mencapai Rp32,5 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Batam dan Kendal Segera Jadi KEK
Kegiatan utama di KEK Sorong meliputi industri pengolahan nikel, pengolahan kelapa sawit, hasil hutan dan perkebunan (sagu), serta pembangunan pergudangan logistik. KEK Sorong diproyeksikan akan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 15.024 orang.
&amp;nbsp;
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, dengan potensi yang dimiliki KEK Sorong maka berpeluang menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional, khususnya protein berbasis kelautan. &amp;ldquo;Sehingga akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pesisir Papua,&amp;rdquo; ungkapnya saat meresmikan KEK Sorong seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (11/10/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Darmin Setujui 2 Kawasan Ekonomi Khusus di Batam
Darmin menyatakan, untuk makin menyukseskan keberadaan KEK Sorong, diperlukan keterlibatan aktif dari masyarakat setempat. Sehingga masyarakat Sorong  harus dipersiapkan dari sisi pengetahuan, keterampilan (skill), serta kelembagaan ekonominya, supaya ke depannya dapat menjadi sumber daya manusia yang lebih mumpuni.
&amp;ldquo;Salah satu yang penting di sini adalah pemberdayaan sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir yang beroperasi di sekitar KEK Sorong melalui berbagai instrumen pendidikan vokasi (salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan/SMK) dan pelatihan perkoperasian. Pemda juga perlu menjamin kemudahan perizinan bagi para calon investor,&amp;rdquo; jelasnya.Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menambahkan, pembangunan KEK  Sorong telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah  (RPJMD) 2017-2022. Hal ini untuk meningkatkan perekonomian daerah dengan  didukung pemanfaatan sumber daya lokal lintas sektor.
Ke depannya, pembangunan di Papua Barat diharapkan dapat meningkat  sehingga mampu mengurangi kesenjangan antar wilayah. Menurutnya,  pembangunan kawasan KEK Sorong akan mendongkrak perekonomian Kabupaten  Sorong dengan proyeksi peningkatan Pendapatan Domestik Regional Bruto  (PDRB) sekira Rp10,64 triliun pada 2030.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pembangunan 2 KEK Industri di Jawa Berorientasi Ekspor
&amp;ldquo;Semoga ini menjadi perhatian dari pemerintah pusat, supaya  pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi ke KEK Sorong dapat  berjalan maksimal. Ada beberapa catatan dengan kehadiran kawasan KEK,  salah satunya yaitu dibutuhkannya tenaga kerja yang besar, jadi  diharapkan akan dibangun Balai Latihan Kerja (BLK) skala nasional di  daerah ini,&amp;rdquo; tuturnya.

Dominggus pun mengharapkan, para generasi muda Papua tidak hanya akan  menjadi 'penonton' saja dengan adanya KEK Sorong, melainkan terlibat  bergabung di dalam industri-industri tersebut. Selain itu, diharapkan di  kawasan tersebut dibangung smelter.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Presiden Jokowi Minta Pengusaha Bangun Hotel di Mandalika
&quot;Daripada hasil nikelnya dibawa ke pulau lain, jadi ini akan  memberikan peluang dan kesempatan besar bagi anak-anak muda kami untuk  bekerja di sana,&amp;rdquo; katanya.
Sekedar diketahui, selama tiga tahun terakhir, Kementerian Pekerjaaan  Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun akses jalan utama  beserta saluran drainase sepanjang 3,5 km dan jalan lingkungan sepanjang  6,5 km di KEK Sorong.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Investasi Rp20 Miliar di KEK Bisa Raih Tax Holiday
Selain itu, telah terbangun pula Pembangkit Listrik Mesin Gas  (PLTMG), yakni PLTMG Waymon, PLTMG Arar, dan Pembangkit Listrik Tenaga  Diesel (PLTD) PT PLN untuk memasok kebutuhan listrik di kawasan Sorong  Raya, sehingga saat ini telah tersedia Daya Mampu sebesar 46 mw dengan  cadangan sebesar 9 mw.Untuk jangka pendek, air bersih untuk Pelabuhan Arar dan industri   existing akan menggunakan sumur bor dengan kapasitas 5 liter/detik dan   Penampung Air Hujan (PAH). Sementara, untuk jangka panjang akan dibangun   Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang menggunakan sumber air dari   Sungai Klasafet (Klamono) dengan kapasitas 500 liter/detik.
Sampai saat ini, investor yang bergabung dalam KEK Sorong antara lain   adalah PT Semen Gresik (Semen Indonesia Group) untuk membangun pabrik   pengemasan semen, PT Henrison Inti Putra untuk membangun pabrik   pengolahan kayu dan sawit, dan PT Bumi Sarana Utama (Kalla Group) untuk   membangun storage aspal curah.
Sedangkan, investor lain yang akan masuk yaitu PT Gag Nikel (untuk   pembangunan smelter nikel), PT Pelindo IV (untuk pengembangan Pelabuhan   Arar sebagai sarana konektivitas dan logistik), PT Numarin Terra   Anugerah (untuk pembangunan cold storage perikanan), serta PT Power Gen   (untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas/PLTMG sebesar 20   mw).</content:encoded></item></channel></rss>
