<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wiranto Ditusuk, Menteri Sofyan: Paling Penting Hati-Hati Saja</title><description>Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengaku akan lebih hati-hati.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/320/2115861/wiranto-ditusuk-menteri-sofyan-paling-penting-hati-hati-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/320/2115861/wiranto-ditusuk-menteri-sofyan-paling-penting-hati-hati-saja"/><item><title>Wiranto Ditusuk, Menteri Sofyan: Paling Penting Hati-Hati Saja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/320/2115861/wiranto-ditusuk-menteri-sofyan-paling-penting-hati-hati-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/11/320/2115861/wiranto-ditusuk-menteri-sofyan-paling-penting-hati-hati-saja</guid><pubDate>Jum'at 11 Oktober 2019 19:03 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/11/320/2115861/wiranto-ditusuk-menteri-sofyan-paling-penting-hati-hati-saja-CiNfAo6H4e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/11/320/2115861/wiranto-ditusuk-menteri-sofyan-paling-penting-hati-hati-saja-CiNfAo6H4e.jpg</image><title>Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil. (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengaku akan lebih hati-hati ketika menghadiri acara ataupun sedang melakukan kunjungan kerja di daerah. Hal tersebut menyusul terjadinya kasus penyerangan kepada Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan HAM Wiranto.
Menurut Sofyan, dirinya akan selalu waspada ketika hendak menghadiri acara di daerah-daerah. Karena menurutnya, kejadian kekerasan fisik secara langsung bisa terjadi dimana saja dan kapan pun.
Baca Juga: Wiranto Ditusuk di Pandeglang, Ini Foto-fotonya
&amp;ldquo;Seperti yang Wapres (Jusuf Kalla) kemukakan, kan baru kali ini ada penyerangan langsung pejabat publik. Paling penting hati-hati saja, bahwa kelompok radikal yang mau melakukan tindakan teroris selalu ada di masyarakat,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ATR, Jakarta, Jumat (11/10/2019).
Menurut Sofyan, selama ini pengamanan yang diberikan kepada dirinya sudah sangat baik. Akan tetapi dirinya tidak memprediksi teror akan terjadi dan dimana waktu.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/11/51589/260824_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menteri Sofyan Djalil-Komisi II DPR Duduk Bersama Bahas Penyelesaian Kasus Tanah&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Lagi pula, kejadian penyerangan kepada pejabat publik baru terjadi sekali ini. Oleh karena itu, Sofyan menyebut perlu adanya langkah antisipasi dari pihak pengamanan maupun pribadinya.
&quot;Nggak ada masalah (pengamanan) cukup bagus. (Kejadian) seperti kemarin, karena ya namanya tindakan seperti itu tidak ada antisipasi,&quot; ucapnya.Sofyan menambahkan, pihaknya tidak bisa berkomentar mengenai  peningkatan pengamanan terhadap pejabat publik. Karena menurutnya, pihak  pengamanan lah yang lebih mengetahui mengenai prosedur ke mana dari  pejabat negara.
&quot;Sebagai pejabat negara prosedur ditetapkan oleh pejabat kepolisian,&quot; ucapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/11/51589/260822_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menteri Sofyan Djalil-Komisi II DPR Duduk Bersama Bahas Penyelesaian Kasus Tanah&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sebagai salah satu contohnya, ketika bepergian ke mana-mana  sebenarnya dirinya lebih nyaman bepergian sendiri tanpa pengawalan.  Namun karena sudah menjadi prosedur, maka mau tidak mau dirinya akan  mengikuti prosedur tersebut.
&quot;Sebenarnya prosedur harus diikuti. Pihak keamanan lebih tahu bagaimana pengamanan VVIP,&quot; ucap Sofyan.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengaku akan lebih hati-hati ketika menghadiri acara ataupun sedang melakukan kunjungan kerja di daerah. Hal tersebut menyusul terjadinya kasus penyerangan kepada Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan HAM Wiranto.
Menurut Sofyan, dirinya akan selalu waspada ketika hendak menghadiri acara di daerah-daerah. Karena menurutnya, kejadian kekerasan fisik secara langsung bisa terjadi dimana saja dan kapan pun.
Baca Juga: Wiranto Ditusuk di Pandeglang, Ini Foto-fotonya
&amp;ldquo;Seperti yang Wapres (Jusuf Kalla) kemukakan, kan baru kali ini ada penyerangan langsung pejabat publik. Paling penting hati-hati saja, bahwa kelompok radikal yang mau melakukan tindakan teroris selalu ada di masyarakat,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ATR, Jakarta, Jumat (11/10/2019).
Menurut Sofyan, selama ini pengamanan yang diberikan kepada dirinya sudah sangat baik. Akan tetapi dirinya tidak memprediksi teror akan terjadi dan dimana waktu.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/11/51589/260824_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menteri Sofyan Djalil-Komisi II DPR Duduk Bersama Bahas Penyelesaian Kasus Tanah&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Lagi pula, kejadian penyerangan kepada pejabat publik baru terjadi sekali ini. Oleh karena itu, Sofyan menyebut perlu adanya langkah antisipasi dari pihak pengamanan maupun pribadinya.
&quot;Nggak ada masalah (pengamanan) cukup bagus. (Kejadian) seperti kemarin, karena ya namanya tindakan seperti itu tidak ada antisipasi,&quot; ucapnya.Sofyan menambahkan, pihaknya tidak bisa berkomentar mengenai  peningkatan pengamanan terhadap pejabat publik. Karena menurutnya, pihak  pengamanan lah yang lebih mengetahui mengenai prosedur ke mana dari  pejabat negara.
&quot;Sebagai pejabat negara prosedur ditetapkan oleh pejabat kepolisian,&quot; ucapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/11/51589/260822_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menteri Sofyan Djalil-Komisi II DPR Duduk Bersama Bahas Penyelesaian Kasus Tanah&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sebagai salah satu contohnya, ketika bepergian ke mana-mana  sebenarnya dirinya lebih nyaman bepergian sendiri tanpa pengawalan.  Namun karena sudah menjadi prosedur, maka mau tidak mau dirinya akan  mengikuti prosedur tersebut.
&quot;Sebenarnya prosedur harus diikuti. Pihak keamanan lebih tahu bagaimana pengamanan VVIP,&quot; ucap Sofyan.</content:encoded></item></channel></rss>
