<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sederet Fakta Kritik Keras Menteri Jonan atas Kinerja PLN   </title><description>Pada pekan ini kinerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) disoroti bahkan disindir langsung Menteri ESDM Ignasius Jonan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/12/320/2115234/sederet-fakta-kritik-keras-menteri-jonan-atas-kinerja-pln</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/12/320/2115234/sederet-fakta-kritik-keras-menteri-jonan-atas-kinerja-pln"/><item><title>Sederet Fakta Kritik Keras Menteri Jonan atas Kinerja PLN   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/12/320/2115234/sederet-fakta-kritik-keras-menteri-jonan-atas-kinerja-pln</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/12/320/2115234/sederet-fakta-kritik-keras-menteri-jonan-atas-kinerja-pln</guid><pubDate>Sabtu 12 Oktober 2019 06:03 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/10/320/2115234/sederet-fakta-kritik-keras-menteri-jonan-atas-kinerja-pln-uS8kbqvURk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Ignasius Jonan. (Foto: Okezone.com/Dok.ESDM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/10/320/2115234/sederet-fakta-kritik-keras-menteri-jonan-atas-kinerja-pln-uS8kbqvURk.jpg</image><title>Menteri ESDM Ignasius Jonan. (Foto: Okezone.com/Dok.ESDM)</title></images><description>JAKARTA - Pada pekan ini kinerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) disoroti bahkan disindir langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Jonan menilai PLN kurang kreatif dalam memberikan pelayanan pada pelanggan.
Padahal kata Jonan, gaji para direksi PLN lebih besar daripada menteri. Namun, dalam membuat inovasi, PLN masih malas.
Baca Juga: Menteri Jonan: Kalau PLN Mau Umurnya Panjang, Jangan Blackout Lagi
Okezone merangkum sejumlah fakta-fakta menarik terkait kinerja PLN yang disindir Menteri Jonan, Sabtu (12/10/2019):
1. PLN Kurang Kreatif
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk lebih kreatif dalam melayani pelanggan. Dirinya menilai PLN terlalu nyaman sebagai satu-satunya perusahaan listrik yang ada di Indonesia.

2. PLN Perusahaan Monopoli
Menteri Jonan menilai, status sebagai perusahaan yang monopoli dalam menjual listrik membuat PLN malas untuk berinovasi. Padahal, invoasi dibutuhkan masyarakat akan dengan sendirinya membeli listrik dari perusahaan listrik plat merah ini.
Baca Juga: Menteri Jonan Pertanyakan PLN Tak Ramaikan Kendaraan Listrik
&quot;Saya menganjurkan PLN hampir satu-satunya atau mayoritaslah penjual masyarakat, lebih kreatif untuk membuat PLN ini bukan seperti perusahaan yang merasa monopoli. Kalau orang merasa monopoli sebenarnya batasan layanannya langit, karena enggak ada saingannya,&quot; ujarnya.3. PLN Malas Promosikan Mobil Listrik
Jonan mencontohkan, dalam hal pengembangan kendaraan listrik. Di saat  pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik, justru PLN  bermalas-malasan mempromosikannya kepada masyrakat.
Padahal dengan adanya kendaraan listrik, bisa menjadi peluang bisnis  baru yang bisa digarap oleh perseroan. Namun kenyataan di lapangan,  justru Jonan yang selalu mempromosikan tentang kendaraan listrik dan  alat pengisian listriknya.

&amp;ldquo;Kenapa PLN tidak ribut kendaraan listrik? Kok malah saya,&amp;rdquo; ucapnya.
4. Beda PLN dengan KAI
Menteri Jonan pun bercerita dan membandingkan ketika menjabat sebagai  Direktur Utama PT KAI (Persero). Ketika itu, selalu meminta kepada  pegawainnya untuk selalu berfikir inovatif seolah-olah perusahaan tengah  bersaing dengan langit yang ada di atas.
&amp;ldquo;Waktu dulu saya bertugas di Kereta Api, saya bilang, karena enggak  ada kereta api lain, batasan lainnya langit. Jadi tolong PLN kreatif  misalnya mendorong penggunaan kompor induksi,&quot; jelasnya.
5. Peringatan Dini dari Menteri Jonan
Menteri Jonan meminta kepada PT PLN (Persero) untuk menjaga reputasi   perusahaan di mata pelangan. Misalnya dengan cara menjaga pasokan   listrik agar tidak terjadi blackout lagi seperti beberapa waktu lalu.
Menurut Jonan, jika sampai kejadian blackout maka nama PLN bisa jatuh   di mata pelanggan. Selain itu, PLN juga bisa dilanda kebangkrutan   karena harus membayar ganti rugi kepada pelanggan.
6. PLN harus Belajar dari Perusahaan di Luar Negeri
PLN harus belajar dari beberapa perusahaan-perusahaan di luar negeri   yang selalu mengutamakan kepuasan dan pelayanan kepada pelanggan.   Dirinya pun bahkan mempunyai pengalaman pribadi ketika ada kunjungan   kerja ke luar negeri.
Ketika itu dirinya tengah makan malam di Italia. Saat sedang asik   makan, tiba-tiba ada salah satu pelanggan yang mengalami kolaps dan   harus segera dilarikan ke rumah sakit.
Menurut Jonan untuk mengundang ambulan saja harus membayar uang   sebesar 10 ribu euro. Karena saat itu dirinya sedang bersama dengan   pelanggan yang kolaps itu, maka dirilnyalah yang harus membayarkan uang   ambulance serta membayar uang makan
&amp;ldquo;Saya harus panggil ambulans, setelah cek darah, ok mungkin kurang   tidur istirahat. Kalau di negara maju ini panggil ambulans itu   tagihannya mungkin sampai 10 ribu euro,&amp;rdquo; ucapnya.
Namun menurut Jonan, ketika dirinya hendak membayar ambulans, tiba   tiba sang pemilik kafe justru menolaknya. Sang pemilik kafe mengaku akan   mengganti uang ambulans sebesar 10 ribu euro.</description><content:encoded>JAKARTA - Pada pekan ini kinerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) disoroti bahkan disindir langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Jonan menilai PLN kurang kreatif dalam memberikan pelayanan pada pelanggan.
Padahal kata Jonan, gaji para direksi PLN lebih besar daripada menteri. Namun, dalam membuat inovasi, PLN masih malas.
Baca Juga: Menteri Jonan: Kalau PLN Mau Umurnya Panjang, Jangan Blackout Lagi
Okezone merangkum sejumlah fakta-fakta menarik terkait kinerja PLN yang disindir Menteri Jonan, Sabtu (12/10/2019):
1. PLN Kurang Kreatif
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk lebih kreatif dalam melayani pelanggan. Dirinya menilai PLN terlalu nyaman sebagai satu-satunya perusahaan listrik yang ada di Indonesia.

2. PLN Perusahaan Monopoli
Menteri Jonan menilai, status sebagai perusahaan yang monopoli dalam menjual listrik membuat PLN malas untuk berinovasi. Padahal, invoasi dibutuhkan masyarakat akan dengan sendirinya membeli listrik dari perusahaan listrik plat merah ini.
Baca Juga: Menteri Jonan Pertanyakan PLN Tak Ramaikan Kendaraan Listrik
&quot;Saya menganjurkan PLN hampir satu-satunya atau mayoritaslah penjual masyarakat, lebih kreatif untuk membuat PLN ini bukan seperti perusahaan yang merasa monopoli. Kalau orang merasa monopoli sebenarnya batasan layanannya langit, karena enggak ada saingannya,&quot; ujarnya.3. PLN Malas Promosikan Mobil Listrik
Jonan mencontohkan, dalam hal pengembangan kendaraan listrik. Di saat  pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik, justru PLN  bermalas-malasan mempromosikannya kepada masyrakat.
Padahal dengan adanya kendaraan listrik, bisa menjadi peluang bisnis  baru yang bisa digarap oleh perseroan. Namun kenyataan di lapangan,  justru Jonan yang selalu mempromosikan tentang kendaraan listrik dan  alat pengisian listriknya.

&amp;ldquo;Kenapa PLN tidak ribut kendaraan listrik? Kok malah saya,&amp;rdquo; ucapnya.
4. Beda PLN dengan KAI
Menteri Jonan pun bercerita dan membandingkan ketika menjabat sebagai  Direktur Utama PT KAI (Persero). Ketika itu, selalu meminta kepada  pegawainnya untuk selalu berfikir inovatif seolah-olah perusahaan tengah  bersaing dengan langit yang ada di atas.
&amp;ldquo;Waktu dulu saya bertugas di Kereta Api, saya bilang, karena enggak  ada kereta api lain, batasan lainnya langit. Jadi tolong PLN kreatif  misalnya mendorong penggunaan kompor induksi,&quot; jelasnya.
5. Peringatan Dini dari Menteri Jonan
Menteri Jonan meminta kepada PT PLN (Persero) untuk menjaga reputasi   perusahaan di mata pelangan. Misalnya dengan cara menjaga pasokan   listrik agar tidak terjadi blackout lagi seperti beberapa waktu lalu.
Menurut Jonan, jika sampai kejadian blackout maka nama PLN bisa jatuh   di mata pelanggan. Selain itu, PLN juga bisa dilanda kebangkrutan   karena harus membayar ganti rugi kepada pelanggan.
6. PLN harus Belajar dari Perusahaan di Luar Negeri
PLN harus belajar dari beberapa perusahaan-perusahaan di luar negeri   yang selalu mengutamakan kepuasan dan pelayanan kepada pelanggan.   Dirinya pun bahkan mempunyai pengalaman pribadi ketika ada kunjungan   kerja ke luar negeri.
Ketika itu dirinya tengah makan malam di Italia. Saat sedang asik   makan, tiba-tiba ada salah satu pelanggan yang mengalami kolaps dan   harus segera dilarikan ke rumah sakit.
Menurut Jonan untuk mengundang ambulan saja harus membayar uang   sebesar 10 ribu euro. Karena saat itu dirinya sedang bersama dengan   pelanggan yang kolaps itu, maka dirilnyalah yang harus membayarkan uang   ambulance serta membayar uang makan
&amp;ldquo;Saya harus panggil ambulans, setelah cek darah, ok mungkin kurang   tidur istirahat. Kalau di negara maju ini panggil ambulans itu   tagihannya mungkin sampai 10 ribu euro,&amp;rdquo; ucapnya.
Namun menurut Jonan, ketika dirinya hendak membayar ambulans, tiba   tiba sang pemilik kafe justru menolaknya. Sang pemilik kafe mengaku akan   mengganti uang ambulans sebesar 10 ribu euro.</content:encoded></item></channel></rss>
