<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bandara Radin Inten II Bakal Dikembangkan untuk Penerbangan Haji dan Umroh</title><description>Bandara Radin Inten II akan dikembangkan untuk bisa melakukan penerbangan haji dan umroh.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/12/320/2116104/bandara-radin-inten-ii-bakal-dikembangkan-untuk-penerbangan-haji-dan-umroh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/12/320/2116104/bandara-radin-inten-ii-bakal-dikembangkan-untuk-penerbangan-haji-dan-umroh"/><item><title>Bandara Radin Inten II Bakal Dikembangkan untuk Penerbangan Haji dan Umroh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/12/320/2116104/bandara-radin-inten-ii-bakal-dikembangkan-untuk-penerbangan-haji-dan-umroh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/12/320/2116104/bandara-radin-inten-ii-bakal-dikembangkan-untuk-penerbangan-haji-dan-umroh</guid><pubDate>Sabtu 12 Oktober 2019 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/12/320/2116104/bandara-radin-inten-ii-bakal-dikembangkan-untuk-penerbangan-haji-dan-umroh-wriAevXzTN.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara Raden Inten II (Foto: Okezone.com/Dok. Kementerian Perhubungan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/12/320/2116104/bandara-radin-inten-ii-bakal-dikembangkan-untuk-penerbangan-haji-dan-umroh-wriAevXzTN.jpeg</image><title>Bandara Raden Inten II (Foto: Okezone.com/Dok. Kementerian Perhubungan)</title></images><description>JAKARTA - Bandara Radin Inten II resmi dikelola oleh PT Angkasa Pura II (Persero) usai dilakukannya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara Pada Bandar Udara Kelas I Radin Inten II Lampung dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pada hari ini, Sabtu (12/10/2019). Bandara yang berlokasi di Lampung ini akan dikembangkan untuk bisa melakukan penerbangan haji dan umroh.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyatakan, pengembangan yang dilakukan mencakup perluasan terminal penumpang pesawat dan pembangunan infrastruktur pendukung operasional seperti perluasan dan renovasi gedung kargo, pembangunan gardu listrik khusus, pembangunan akses jalan, pembangunan gedung operasional CCR dan Power Quality, serta infrastruktur lainnya.
&quot;Angkasa Pura II sendiri telah memiliki rencana pengembangan di Bandara Radin Inten II dengan nilai investasi Rp500 miliar untuk 30 tahun,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Awaluddin pengembangan dan pembangunan yang dilakukan AP II tersebut sebagai upaya untuk menjadikan Bandara Radin Inten II embarkasi penerbangan haji dan umrah. &quot;Disamping juga untuk mendukung perekonomian dan pariwisata di Lampung,&quot; imbuh dia.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, sejalan dengan keinginan Bandara Radin Inten II bisa melakukan penerbangan untuk haji dan umroh, maka runway harus segera dikembangkan untuk bisa melayanai penerbangan berbadan lebar (wide body). Targetnya tahun depan hal tersebut bisa direalisasikan.
&quot;Tahun 2020 landasan akan ditingkatkan untuk bisa didarati Airbus A330,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Pengelolaan Bandara Lampung Diserahkan ke AP IISelain itu, Budi Karya juga meminta AP II untuk melihat peluang lain  dalam mengoptimalkan Radin Inten II. Salah satunya potensi menerima  penerbangan private jet.
&quot;AP II harus dapat mengelola secara profesional dan melihat potensi apa yang bisa dikembangkan,&quot; kata dia.

Sekedar diketahui, Bandara Radin Inten II saat ini beroperasi dengan  terminal baru yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2019.  Terminal seluas 9.650 meter persegi itu berkapasitas sekitar 3 juta  penumpang per tahun.
Di sisi udara, bandara dilengkapi dengan runway 3.000 x 45 meter  serta apron berukuran 565 x 110 meter untuk 12 parking stand pesawat.  Sepanjang tahun lalu jumlah penumpang di Radin Inten II mencapai 1,99  juta penumpang dengan pergerakan pesawat 16.058 pergerakan.
Baca Juga: Bandara Internasional Minangkabau Bisa Tampung 5,7 Juta Penumpang di 2019</description><content:encoded>JAKARTA - Bandara Radin Inten II resmi dikelola oleh PT Angkasa Pura II (Persero) usai dilakukannya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara Pada Bandar Udara Kelas I Radin Inten II Lampung dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pada hari ini, Sabtu (12/10/2019). Bandara yang berlokasi di Lampung ini akan dikembangkan untuk bisa melakukan penerbangan haji dan umroh.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyatakan, pengembangan yang dilakukan mencakup perluasan terminal penumpang pesawat dan pembangunan infrastruktur pendukung operasional seperti perluasan dan renovasi gedung kargo, pembangunan gardu listrik khusus, pembangunan akses jalan, pembangunan gedung operasional CCR dan Power Quality, serta infrastruktur lainnya.
&quot;Angkasa Pura II sendiri telah memiliki rencana pengembangan di Bandara Radin Inten II dengan nilai investasi Rp500 miliar untuk 30 tahun,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Awaluddin pengembangan dan pembangunan yang dilakukan AP II tersebut sebagai upaya untuk menjadikan Bandara Radin Inten II embarkasi penerbangan haji dan umrah. &quot;Disamping juga untuk mendukung perekonomian dan pariwisata di Lampung,&quot; imbuh dia.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, sejalan dengan keinginan Bandara Radin Inten II bisa melakukan penerbangan untuk haji dan umroh, maka runway harus segera dikembangkan untuk bisa melayanai penerbangan berbadan lebar (wide body). Targetnya tahun depan hal tersebut bisa direalisasikan.
&quot;Tahun 2020 landasan akan ditingkatkan untuk bisa didarati Airbus A330,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Pengelolaan Bandara Lampung Diserahkan ke AP IISelain itu, Budi Karya juga meminta AP II untuk melihat peluang lain  dalam mengoptimalkan Radin Inten II. Salah satunya potensi menerima  penerbangan private jet.
&quot;AP II harus dapat mengelola secara profesional dan melihat potensi apa yang bisa dikembangkan,&quot; kata dia.

Sekedar diketahui, Bandara Radin Inten II saat ini beroperasi dengan  terminal baru yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2019.  Terminal seluas 9.650 meter persegi itu berkapasitas sekitar 3 juta  penumpang per tahun.
Di sisi udara, bandara dilengkapi dengan runway 3.000 x 45 meter  serta apron berukuran 565 x 110 meter untuk 12 parking stand pesawat.  Sepanjang tahun lalu jumlah penumpang di Radin Inten II mencapai 1,99  juta penumpang dengan pergerakan pesawat 16.058 pergerakan.
Baca Juga: Bandara Internasional Minangkabau Bisa Tampung 5,7 Juta Penumpang di 2019</content:encoded></item></channel></rss>
