<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ojek Online Tumbuh 6 Kali Lipat, Simak Fakta Kejayaan Grab dan Gojek</title><description>Masyarakat mendapat kemudahan transportasi dengan hadirnya layanan transportasi digital berbasis panggilan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/13/320/2115736/ojek-online-tumbuh-6-kali-lipat-simak-fakta-kejayaan-grab-dan-gojek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/13/320/2115736/ojek-online-tumbuh-6-kali-lipat-simak-fakta-kejayaan-grab-dan-gojek"/><item><title>Ojek Online Tumbuh 6 Kali Lipat, Simak Fakta Kejayaan Grab dan Gojek</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/13/320/2115736/ojek-online-tumbuh-6-kali-lipat-simak-fakta-kejayaan-grab-dan-gojek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/13/320/2115736/ojek-online-tumbuh-6-kali-lipat-simak-fakta-kejayaan-grab-dan-gojek</guid><pubDate>Minggu 13 Oktober 2019 09:12 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/11/320/2115736/ojek-online-tumbuh-6-kali-lipat-simak-fakta-kejayaan-grab-dan-gojek-Ak3VhILjle.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ojek Online Tumbuh 6 Kali Lipat Sejak 2015. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/11/320/2115736/ojek-online-tumbuh-6-kali-lipat-simak-fakta-kejayaan-grab-dan-gojek-Ak3VhILjle.jpg</image><title>Ojek Online Tumbuh 6 Kali Lipat Sejak 2015. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat mendapat kemudahan transportasi dengan hadirnya layanan transportasi digital berbasis panggilan (ride hailing). Pertumbuhan transportasi online hingga kini pun sangat pesat.
Ride hailing mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan di Indonesia. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2019, sektor ini berkontribusi terbesar kedua dalam pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Baca Juga: Ini Penyebab Gojek dan Grab Sukses Jadi Super-app!
Okezone pun merangkum sejumlah fakta menarik pesatnya pertumbuhan transportasi online di Indonesia, Minggu (13/10/2019):
1. Sejak 2015, Transportasi Online Tumbuh 6 Kali Lipat
Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, ride hailing ini mengalami pertumbuhan hingga 6 kali lipat sejak 2015. Saat ini ride hailing berada di angka USD6 miliar dengan pertumbuhan rata-rata 57%.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/03/25/56463/286787_medium.jpg&quot; alt=&quot;Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Angka ini tumbuh 6 kali lipat sejak 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 57%. Menurut laporan e-Conomy SEA 2019, pertumbuhan ini didorong oleh tren layanan pengiriman makanan,&amp;rdquo; ujarnya.
2. Hingga 2025, Pertumbuhan Transportasi Online Makin Pesat
Randy Jusuf mengatakan, sektor ride hailing ini diperkirakan akan tumbuh hingga USD18 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan ini akan didorong oleh tren layanan pengiriman makanan.
Baca Juga: Memprihatinkan, Transportasi Umum di Daerah Tergerus dengan Gojek Cs
3. Layanan Pengiriman Makanan Ujung Tombak Transportasi Online
Menurut Randy, dalam beberapa tahun belakangan ini tren layanan pengiriman makanan tumbuh drastis dan mengubah kebiasaan masyarakat di Indonesia. Jasa pengiriman makanan telah mengalami perubahan mendasar dalam perilaku konsumen sejak 2018.
Hal ini terbukti dengan pertumbuhan pencarian mengenai merk Online Food Delivery yang telah tumbuh lebih dari 13 kali lipat di Indonesia. Angka tersebut dikutip dari angka Google Trends.4. Grab dan Gojek Masih Mendominasi
Khusus di kawasan Asia Tenggara sendiri, industri ride hailing masih  didominasi oleh dua pemain besar transportasi online, yakni Grab dan  Gojek. Keduanya mengklaim jadi pemimpin pasar di segmen layanan  pesan-antar makanan dan minuman.
Bahkan Grab dan Gojek, mereka bersaing dengan pemain khusus seperti  Foodpanda dan Deliveroo. Kedua lahanan pesan antar ini meskipun sudah  lebih dulu membuka jasa antar pesan makanan dan minuman, namun cukup  kerepotan dengan kedua aplikasi ini.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/03/25/56463/286786_medium.jpg&quot; alt=&quot;Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Grab sendiri dikabarkan menguasai 64 persen pangsa pasar di  Indonesia. Sementara Gojek yang memegang pangsa pasar 5 persen dari  perjalanan yang diselesaikan di Asia Pasifik juga secara besar-besaran,  mendorong ke layanan berbasis permintaan lainnya. Bahkan, perusahaan  mengklaim bahwa ride hailing mewakili kurang dari seperempat dari nilai  barang bruto keseluruhannya.
5. Ini yang Bikin Grab dan Gojek Berjaya
Apa yang membuat penggunaan tranportasi online seperti Gojek dan Grab menjadi super-app?
Hal ini dikarenakan ada kecenderungan ke arah sesuatu yang dapat  membantu mengurangi risiko yang terjadi saat mencapai tempat tujuan, dan  semua aplikasi ini melakukan hal itu. Jika memikirkan pengalaman  pelanggan, pengguna tidak lagi diharuskan untuk menyimpan beberapa  aplikasi di layar mereka, dan seiring waktu menjadi komoditas yang  semakin bernilai, pelanggan akan selalu mencari cara baru yang menghemat  lebih banyak waktu mereka. Hal itulah yang mendorong perilaku konsumen  ini.Karena semakin banyak orang bergabung dengan 'super-app' ini, akan   semakin sulit untuk mengubah perilaku kembali menjadi harus pergi ke   banyak tempat untuk menyelesaikan sesuatu. Semua orang ada di aplikasi   ini, dan untuk memberikan alternatif apa pun ke pasar berarti mengatasi   rintangan partisipasi,&amp;rdquo; kata mitra pengelola di RUMJog Enterprises Tom   Young.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/03/25/56463/286787_medium.jpg&quot; alt=&quot;Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
6. Dampak Transportasi Online
Transportasi online telah mengubah wajah industri mobilitas   masyarakat menuju tujuannya masing-masing. Baru-baru ini, perusahaan   pemantau pasar teknologi global, ABI Research mencatat pada 2018 hampir   22 miliar perjalanan melalui transportasi online di seluruh dunia   terselesaikan. Pasalnya, di 2019 jumlah perjalanan yang dilayani akan   mencapai Rp28 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat mendapat kemudahan transportasi dengan hadirnya layanan transportasi digital berbasis panggilan (ride hailing). Pertumbuhan transportasi online hingga kini pun sangat pesat.
Ride hailing mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan di Indonesia. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2019, sektor ini berkontribusi terbesar kedua dalam pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Baca Juga: Ini Penyebab Gojek dan Grab Sukses Jadi Super-app!
Okezone pun merangkum sejumlah fakta menarik pesatnya pertumbuhan transportasi online di Indonesia, Minggu (13/10/2019):
1. Sejak 2015, Transportasi Online Tumbuh 6 Kali Lipat
Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, ride hailing ini mengalami pertumbuhan hingga 6 kali lipat sejak 2015. Saat ini ride hailing berada di angka USD6 miliar dengan pertumbuhan rata-rata 57%.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/03/25/56463/286787_medium.jpg&quot; alt=&quot;Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Angka ini tumbuh 6 kali lipat sejak 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 57%. Menurut laporan e-Conomy SEA 2019, pertumbuhan ini didorong oleh tren layanan pengiriman makanan,&amp;rdquo; ujarnya.
2. Hingga 2025, Pertumbuhan Transportasi Online Makin Pesat
Randy Jusuf mengatakan, sektor ride hailing ini diperkirakan akan tumbuh hingga USD18 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan ini akan didorong oleh tren layanan pengiriman makanan.
Baca Juga: Memprihatinkan, Transportasi Umum di Daerah Tergerus dengan Gojek Cs
3. Layanan Pengiriman Makanan Ujung Tombak Transportasi Online
Menurut Randy, dalam beberapa tahun belakangan ini tren layanan pengiriman makanan tumbuh drastis dan mengubah kebiasaan masyarakat di Indonesia. Jasa pengiriman makanan telah mengalami perubahan mendasar dalam perilaku konsumen sejak 2018.
Hal ini terbukti dengan pertumbuhan pencarian mengenai merk Online Food Delivery yang telah tumbuh lebih dari 13 kali lipat di Indonesia. Angka tersebut dikutip dari angka Google Trends.4. Grab dan Gojek Masih Mendominasi
Khusus di kawasan Asia Tenggara sendiri, industri ride hailing masih  didominasi oleh dua pemain besar transportasi online, yakni Grab dan  Gojek. Keduanya mengklaim jadi pemimpin pasar di segmen layanan  pesan-antar makanan dan minuman.
Bahkan Grab dan Gojek, mereka bersaing dengan pemain khusus seperti  Foodpanda dan Deliveroo. Kedua lahanan pesan antar ini meskipun sudah  lebih dulu membuka jasa antar pesan makanan dan minuman, namun cukup  kerepotan dengan kedua aplikasi ini.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/03/25/56463/286786_medium.jpg&quot; alt=&quot;Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Grab sendiri dikabarkan menguasai 64 persen pangsa pasar di  Indonesia. Sementara Gojek yang memegang pangsa pasar 5 persen dari  perjalanan yang diselesaikan di Asia Pasifik juga secara besar-besaran,  mendorong ke layanan berbasis permintaan lainnya. Bahkan, perusahaan  mengklaim bahwa ride hailing mewakili kurang dari seperempat dari nilai  barang bruto keseluruhannya.
5. Ini yang Bikin Grab dan Gojek Berjaya
Apa yang membuat penggunaan tranportasi online seperti Gojek dan Grab menjadi super-app?
Hal ini dikarenakan ada kecenderungan ke arah sesuatu yang dapat  membantu mengurangi risiko yang terjadi saat mencapai tempat tujuan, dan  semua aplikasi ini melakukan hal itu. Jika memikirkan pengalaman  pelanggan, pengguna tidak lagi diharuskan untuk menyimpan beberapa  aplikasi di layar mereka, dan seiring waktu menjadi komoditas yang  semakin bernilai, pelanggan akan selalu mencari cara baru yang menghemat  lebih banyak waktu mereka. Hal itulah yang mendorong perilaku konsumen  ini.Karena semakin banyak orang bergabung dengan 'super-app' ini, akan   semakin sulit untuk mengubah perilaku kembali menjadi harus pergi ke   banyak tempat untuk menyelesaikan sesuatu. Semua orang ada di aplikasi   ini, dan untuk memberikan alternatif apa pun ke pasar berarti mengatasi   rintangan partisipasi,&amp;rdquo; kata mitra pengelola di RUMJog Enterprises Tom   Young.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/03/25/56463/286787_medium.jpg&quot; alt=&quot;Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
6. Dampak Transportasi Online
Transportasi online telah mengubah wajah industri mobilitas   masyarakat menuju tujuannya masing-masing. Baru-baru ini, perusahaan   pemantau pasar teknologi global, ABI Research mencatat pada 2018 hampir   22 miliar perjalanan melalui transportasi online di seluruh dunia   terselesaikan. Pasalnya, di 2019 jumlah perjalanan yang dilayani akan   mencapai Rp28 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
