<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Intip Teknologi LRT Jabodebek yang Lebih Canggih dari MRT</title><description>Light Rail Transist (LRT) Jabodebek disebut sebut akan lebih modern dan canggih dibandingkan kereta LRT Palembang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/13/320/2116379/intip-teknologi-lrt-jabodebek-yang-lebih-canggih-dari-mrt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/13/320/2116379/intip-teknologi-lrt-jabodebek-yang-lebih-canggih-dari-mrt"/><item><title>   Intip Teknologi LRT Jabodebek yang Lebih Canggih dari MRT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/13/320/2116379/intip-teknologi-lrt-jabodebek-yang-lebih-canggih-dari-mrt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/13/320/2116379/intip-teknologi-lrt-jabodebek-yang-lebih-canggih-dari-mrt</guid><pubDate>Minggu 13 Oktober 2019 17:19 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/13/320/2116379/intip-teknologi-lrt-jabodebek-yang-lebih-canggih-dari-mrt-vtqNPSpdIv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta LRT Jabodebek (Foto: Okezone.com/Giri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/13/320/2116379/intip-teknologi-lrt-jabodebek-yang-lebih-canggih-dari-mrt-vtqNPSpdIv.jpg</image><title>Kereta LRT Jabodebek (Foto: Okezone.com/Giri)</title></images><description> 
JAKARTA - Light Rail Transist (LRT) Jabodebek disebut sebut akan lebih modern dan canggih dibandingkan kereta LRT Palembang maupun MRT Jakarta. Kereta yang warna bodinya mirip kostum Satria Baja Hitam ini nantinya tidak akan memiliki masinis.
&amp;nbsp;Baca Juga: Waktu Kedatangan LRT Jabodebek Dirancang Setiap 3 Menit
Menteri Koordinator bidang Kemartiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kereta LRT ini memiliki teknologi moving block yang sama seperti kereta milik PT MRT Jakarta. Dengan teknologi ini memunginkan kereta bisa beroperasi tanpa masinis.

&quot;Kemudian dengan moving block membuat lebih sederhana. Kemudian mengenai teknologinya sudah teknologi generasi ketiga. Sudah lebih bagus dari teknologi MRT,&quot; ujarnya saat ditemui di Stasiun Harjamukti Cibubur, Jakarta, Minggu (13/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: LRT Jabodebek Bakal Dioperasikan Tanpa Masinis
Menurut Menko Luhut, kereta LRT Jabodebek ini diproduksi oleh PT Inka (Persero) hasil kolaborasi dengan  PT Len Industri (Persero). Untuk produksi kereta ini 60% di antaranya menggunakan bahan baku dari dalam negeri atau konten lokal.

&quot;Ini kan hampir semua buatan dalam negeri kira-kira kurang lebih 60% local content, itu keretanya buatan LEN dengan INKA yang mereka sudah berkolaborasi. Ini kemajuan yang luar biasa buat anak-anak Indonesia,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, ini  merupakan proyek pembuatan kereta LRT kedua yang dikerjakan oleh Inka.  Sebelumnya, Inka juga menggarap kereta LRT di Palembang.

&quot;Ini kedua kali Inka membangun LRT di Palembang jadi pasti lebih  pintar ya nanti akan dikasih proyek lagi oleh pak Menko,&quot; ucapnya

Sementara itu, Direktur Utama Inka Budi Noviantoro mengatakan, dengan  adanya teknologi moving block seperti kereta MRT Jakarta ini headway  antar kereta hanya 2 menit saja. Hal ini juga dinilai akan menunjang  target penumpang hingga 420.000 penumpang per hari.

&quot;Tadi kan udah dibilangin pakai moving block, enggak pakai masinis  canggihnya itu lah ini headway-nya hanya 2 menit. 1 jam dapat 30  kereta,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Menurut Budi Noviantoro, teknologi moving block ini sudah dipelajari   ketika dirinya masih bertugas di PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ketika   itu  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator   bidang Kemartiman Luhut Binsar Panjaitan menginginkan agar teknologi ini   bisa diproduksi sendiri oleh Indonesia.

&quot;Saya dulu berjuang sama pak Menko (Luhut) sama pak Budi Karya   (Menhub) dulu moving block waktu saya dinas di kereta api karena saya   lihat kalau hanya 5 menit 6 menit enggak banyak, enggak nyampe 420.000   penumpang per hari,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded> 
JAKARTA - Light Rail Transist (LRT) Jabodebek disebut sebut akan lebih modern dan canggih dibandingkan kereta LRT Palembang maupun MRT Jakarta. Kereta yang warna bodinya mirip kostum Satria Baja Hitam ini nantinya tidak akan memiliki masinis.
&amp;nbsp;Baca Juga: Waktu Kedatangan LRT Jabodebek Dirancang Setiap 3 Menit
Menteri Koordinator bidang Kemartiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kereta LRT ini memiliki teknologi moving block yang sama seperti kereta milik PT MRT Jakarta. Dengan teknologi ini memunginkan kereta bisa beroperasi tanpa masinis.

&quot;Kemudian dengan moving block membuat lebih sederhana. Kemudian mengenai teknologinya sudah teknologi generasi ketiga. Sudah lebih bagus dari teknologi MRT,&quot; ujarnya saat ditemui di Stasiun Harjamukti Cibubur, Jakarta, Minggu (13/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: LRT Jabodebek Bakal Dioperasikan Tanpa Masinis
Menurut Menko Luhut, kereta LRT Jabodebek ini diproduksi oleh PT Inka (Persero) hasil kolaborasi dengan  PT Len Industri (Persero). Untuk produksi kereta ini 60% di antaranya menggunakan bahan baku dari dalam negeri atau konten lokal.

&quot;Ini kan hampir semua buatan dalam negeri kira-kira kurang lebih 60% local content, itu keretanya buatan LEN dengan INKA yang mereka sudah berkolaborasi. Ini kemajuan yang luar biasa buat anak-anak Indonesia,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, ini  merupakan proyek pembuatan kereta LRT kedua yang dikerjakan oleh Inka.  Sebelumnya, Inka juga menggarap kereta LRT di Palembang.

&quot;Ini kedua kali Inka membangun LRT di Palembang jadi pasti lebih  pintar ya nanti akan dikasih proyek lagi oleh pak Menko,&quot; ucapnya

Sementara itu, Direktur Utama Inka Budi Noviantoro mengatakan, dengan  adanya teknologi moving block seperti kereta MRT Jakarta ini headway  antar kereta hanya 2 menit saja. Hal ini juga dinilai akan menunjang  target penumpang hingga 420.000 penumpang per hari.

&quot;Tadi kan udah dibilangin pakai moving block, enggak pakai masinis  canggihnya itu lah ini headway-nya hanya 2 menit. 1 jam dapat 30  kereta,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Menurut Budi Noviantoro, teknologi moving block ini sudah dipelajari   ketika dirinya masih bertugas di PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ketika   itu  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator   bidang Kemartiman Luhut Binsar Panjaitan menginginkan agar teknologi ini   bisa diproduksi sendiri oleh Indonesia.

&quot;Saya dulu berjuang sama pak Menko (Luhut) sama pak Budi Karya   (Menhub) dulu moving block waktu saya dinas di kereta api karena saya   lihat kalau hanya 5 menit 6 menit enggak banyak, enggak nyampe 420.000   penumpang per hari,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
