<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Produk Gagal Total, dari HP Touchpad hingga Burger King Satisfries</title><description>Baru satu setengah bulan berada di pasaran, HP akhirnya menyerah dengan Touchpad dan OS mobile nya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/14/320/2116547/5-produk-gagal-total-dari-hp-touchpad-hingga-burger-king-satisfries</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/14/320/2116547/5-produk-gagal-total-dari-hp-touchpad-hingga-burger-king-satisfries"/><item><title>5 Produk Gagal Total, dari HP Touchpad hingga Burger King Satisfries</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/14/320/2116547/5-produk-gagal-total-dari-hp-touchpad-hingga-burger-king-satisfries</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/14/320/2116547/5-produk-gagal-total-dari-hp-touchpad-hingga-burger-king-satisfries</guid><pubDate>Senin 14 Oktober 2019 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/14/320/2116547/5-produk-gagal-total-dari-hp-touchpad-hingga-burger-king-satisfries-9Ns8OT2WLN.png" expression="full" type="image/jpeg">Burger King Satisfries. (Foto: Okezone.com/Business Insider)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/14/320/2116547/5-produk-gagal-total-dari-hp-touchpad-hingga-burger-king-satisfries-9Ns8OT2WLN.png</image><title>Burger King Satisfries. (Foto: Okezone.com/Business Insider)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Membuat sebuah produk bukan hal mudah untuk dilakukan. Konsumen perlu memperhatikan banyak hal, mulai kemasan, kandungan produk hingga manfaat dari produk itu sendiri.
Seorang penulis, Joan Schneider dan Julie Hall mengatakan kurang dari 3% barang kemasan baru dinilai melebihi penjualan di tahun pertama sebesar USD50 juta dan dianggap sebagai tolak ukur dari peluncuran yang sangat sukses.
Baca Juga: Nama Badan Usaha hingga Merk Dagang Wajib Gunakan Bahasa Indonesia
Hal itu yang membuat nama-nama produk paling terkenal seperti Pepsi, Netflix, Microsoft hingga McDonald pernah mengalami beberapa kegagalan.
Berikut 5 produk gagal rilis dalam sejarah Amerika, seperti dilansir dari Business Insider Singapore, Senin (14/10/2019):
1. Facebook Home (2013)
Facebook merilis mode homescreen pada handphone. Namun, ketika handphone tidak mampu menyesuaikan, apa yang akan terjadi? semuanya jadi berantakan.

Dalam waktu kurang dari sebulan dirilis, data menunjukan pelanggan Facebook berkurang drastis. Facebook home dinilai terlalu menghabiskan baterai dan data.
Baca Juga: Perpres Diteken, Nama Perumahan hingga Bandara Wajib Bahasa Indonesia
2. Burger King Satisfries
Burger King meluncurkan &amp;ldquo;Satisfries&amp;rdquo; yang lebih sehat pada 2013. Produk ini menyerap lebih sedikit minyak dan hanya 270 kalori (dibandingkan dengan 340 kalori kentang goreng biasa). Namun, menurut Bloomberg, penjualan pada produk ini lebih sedikit dibandingkan kentang goreng pada umumnya.3. HP Touchpad (2011)
Baru satu setengah bulan berada di pasaran, HP akhirnya menyerah  dengan Touchpad dan OS mobile nya. Tablet ini belum dapat menyaingi iPad  dan hanya bisa dijual 25.000 unit selama 49 hari.
4. Qwikster (2011)
Pada September 2011, Reed Hastings mengumumkan bahwa Netflix akan  menjadikan Qwikster sebagai bisnis penyewaan DVD. Langkah ini mendapat  banyak kritik, dan Hastings mundur pada pernyataannya 23 hari kemudian.
5. JooJoo (2009)
Di era Apple iPad senilai USD499, tablet inferior yang juga senilai  USD499 tidak akan laku di pasaran. Kamu mungkin akan ingat dengan tablet  ini sebelum akhirnya rilis pada 2009 dan akhirnya hilang di pasaran  pada 2010.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Membuat sebuah produk bukan hal mudah untuk dilakukan. Konsumen perlu memperhatikan banyak hal, mulai kemasan, kandungan produk hingga manfaat dari produk itu sendiri.
Seorang penulis, Joan Schneider dan Julie Hall mengatakan kurang dari 3% barang kemasan baru dinilai melebihi penjualan di tahun pertama sebesar USD50 juta dan dianggap sebagai tolak ukur dari peluncuran yang sangat sukses.
Baca Juga: Nama Badan Usaha hingga Merk Dagang Wajib Gunakan Bahasa Indonesia
Hal itu yang membuat nama-nama produk paling terkenal seperti Pepsi, Netflix, Microsoft hingga McDonald pernah mengalami beberapa kegagalan.
Berikut 5 produk gagal rilis dalam sejarah Amerika, seperti dilansir dari Business Insider Singapore, Senin (14/10/2019):
1. Facebook Home (2013)
Facebook merilis mode homescreen pada handphone. Namun, ketika handphone tidak mampu menyesuaikan, apa yang akan terjadi? semuanya jadi berantakan.

Dalam waktu kurang dari sebulan dirilis, data menunjukan pelanggan Facebook berkurang drastis. Facebook home dinilai terlalu menghabiskan baterai dan data.
Baca Juga: Perpres Diteken, Nama Perumahan hingga Bandara Wajib Bahasa Indonesia
2. Burger King Satisfries
Burger King meluncurkan &amp;ldquo;Satisfries&amp;rdquo; yang lebih sehat pada 2013. Produk ini menyerap lebih sedikit minyak dan hanya 270 kalori (dibandingkan dengan 340 kalori kentang goreng biasa). Namun, menurut Bloomberg, penjualan pada produk ini lebih sedikit dibandingkan kentang goreng pada umumnya.3. HP Touchpad (2011)
Baru satu setengah bulan berada di pasaran, HP akhirnya menyerah  dengan Touchpad dan OS mobile nya. Tablet ini belum dapat menyaingi iPad  dan hanya bisa dijual 25.000 unit selama 49 hari.
4. Qwikster (2011)
Pada September 2011, Reed Hastings mengumumkan bahwa Netflix akan  menjadikan Qwikster sebagai bisnis penyewaan DVD. Langkah ini mendapat  banyak kritik, dan Hastings mundur pada pernyataannya 23 hari kemudian.
5. JooJoo (2009)
Di era Apple iPad senilai USD499, tablet inferior yang juga senilai  USD499 tidak akan laku di pasaran. Kamu mungkin akan ingat dengan tablet  ini sebelum akhirnya rilis pada 2009 dan akhirnya hilang di pasaran  pada 2010.
</content:encoded></item></channel></rss>
