<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Milenial Ingin Investasi di Fintech? Catat, Ini yang Perlu Diperhatikan</title><description>Generasi milenial disebut generasi yang tingkat kesadaran  investasi yang masih rendah, lantaran gaya hidupnya yang cenderung  konsumtif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/320/2116775/milenial-ingin-investasi-di-fintech-catat-ini-yang-perlu-diperhatikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/320/2116775/milenial-ingin-investasi-di-fintech-catat-ini-yang-perlu-diperhatikan"/><item><title>Milenial Ingin Investasi di Fintech? Catat, Ini yang Perlu Diperhatikan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/320/2116775/milenial-ingin-investasi-di-fintech-catat-ini-yang-perlu-diperhatikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/320/2116775/milenial-ingin-investasi-di-fintech-catat-ini-yang-perlu-diperhatikan</guid><pubDate>Selasa 15 Oktober 2019 08:11 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/14/320/2116775/milenial-ingin-investasi-di-fintech-catat-ini-yang-perlu-diperhatikan-FGNEVrEiXs.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Milenial (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/14/320/2116775/milenial-ingin-investasi-di-fintech-catat-ini-yang-perlu-diperhatikan-FGNEVrEiXs.jpeg</image><title>Milenial (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Generasi milenial disebut-sebut generasi yang tingkat kesadaran investasi yang masih rendah, lantaran gaya hidupnya yang cenderung konsumtif. Padahal investasi menjadi instrumen penting untuk masa depan, terlebih ketika ada kebutuhan dana yang mendesak.
Oleh karena itu, generasi muda masa kini harus terbuka dengan investasi. Menurut Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad, milenial bisa menggunakan instrumen investasi kekinian yakni fintech (financial technology).
Baca Juga: BI Beberkan Bukti Fintech 'Sikat' Layanan Perbankan
Lantaran, investasi jenis ini bisa menggunakan pendanaan yang kecil. Sesuai dengan kantong milenial yang umumnya alokasi dana digunakan untuk belanja yang konsumtif.
&quot;Milenial bisa mulai dari investasi yang kecil seperti ke fintech. Asa pilih fintech yang berizin dan tercatat di OJK,&quot; ujarnya kepada Okezone.

Tejasari menyatakan, milenial bisa menyisihkan uangnya setidaknya Rp100.000 hingga Rp200.000 untuk investasi di fintech. Menurutnya, fintech yang perlu disasar adalah yang menawarkan investasi untuk bisnis, bukan bersifat pinjaman langsung.
&quot;Fintechnya yang menempatkan uang kita di bisnis orang, itu kan bagus, investasi yang kekinian,&quot; katanya.Fintech jenis tersebut memang secara langsung mengarahkan investornya  untuk memilih sendiri usaha yang ingin disuntikkan dana olehnya. Di  mana hitung-hitungan keuntungan yang ditawarkan tiap usaha tentunya  berbeda.

Oleh sebab itu, milenial yang ingin berinvestasi bisa melakukan  hitung-hitungan tersendiri sebelum menanamkan dananya ke usaha yang  terdaftar dalam fintech tersebut.
&quot;Jadi bisa pilih uangnya mau ditaruh di bisnis cafe atau warung dan sebagainya.
Karena kan memberikan return yang jelas. Itu lumayan bange,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Generasi milenial disebut-sebut generasi yang tingkat kesadaran investasi yang masih rendah, lantaran gaya hidupnya yang cenderung konsumtif. Padahal investasi menjadi instrumen penting untuk masa depan, terlebih ketika ada kebutuhan dana yang mendesak.
Oleh karena itu, generasi muda masa kini harus terbuka dengan investasi. Menurut Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad, milenial bisa menggunakan instrumen investasi kekinian yakni fintech (financial technology).
Baca Juga: BI Beberkan Bukti Fintech 'Sikat' Layanan Perbankan
Lantaran, investasi jenis ini bisa menggunakan pendanaan yang kecil. Sesuai dengan kantong milenial yang umumnya alokasi dana digunakan untuk belanja yang konsumtif.
&quot;Milenial bisa mulai dari investasi yang kecil seperti ke fintech. Asa pilih fintech yang berizin dan tercatat di OJK,&quot; ujarnya kepada Okezone.

Tejasari menyatakan, milenial bisa menyisihkan uangnya setidaknya Rp100.000 hingga Rp200.000 untuk investasi di fintech. Menurutnya, fintech yang perlu disasar adalah yang menawarkan investasi untuk bisnis, bukan bersifat pinjaman langsung.
&quot;Fintechnya yang menempatkan uang kita di bisnis orang, itu kan bagus, investasi yang kekinian,&quot; katanya.Fintech jenis tersebut memang secara langsung mengarahkan investornya  untuk memilih sendiri usaha yang ingin disuntikkan dana olehnya. Di  mana hitung-hitungan keuntungan yang ditawarkan tiap usaha tentunya  berbeda.

Oleh sebab itu, milenial yang ingin berinvestasi bisa melakukan  hitung-hitungan tersendiri sebelum menanamkan dananya ke usaha yang  terdaftar dalam fintech tersebut.
&quot;Jadi bisa pilih uangnya mau ditaruh di bisnis cafe atau warung dan sebagainya.
Karena kan memberikan return yang jelas. Itu lumayan bange,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
