<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apa Benar Investasi Hanya untuk Kalangan Berduit Saja?</title><description>Kesadaran investasi di kalangan masyarakat, khususnya ibu-ibu terus digalakkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/320/2117348/apa-benar-investasi-hanya-untuk-kalangan-berduit-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/320/2117348/apa-benar-investasi-hanya-untuk-kalangan-berduit-saja"/><item><title>Apa Benar Investasi Hanya untuk Kalangan Berduit Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/320/2117348/apa-benar-investasi-hanya-untuk-kalangan-berduit-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/320/2117348/apa-benar-investasi-hanya-untuk-kalangan-berduit-saja</guid><pubDate>Selasa 15 Oktober 2019 21:25 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/15/320/2117348/apa-benar-investasi-hanya-untuk-kalangan-berduit-saja-JVXFIb37q5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi Hanya untuk Kalangan Berduit? (Foto Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/15/320/2117348/apa-benar-investasi-hanya-untuk-kalangan-berduit-saja-JVXFIb37q5.jpg</image><title>Investasi Hanya untuk Kalangan Berduit? (Foto Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kesadaran investasi di kalangan masyarakat, khususnya ibu-ibu terus digalakkan. Sebab, perempuan, khususnya Ibu-ibu, adalah pemegang peranan penting dalam keluarga dan lingkungan.

Karenanya, penting juga bagi kaum ibu-ibu untuk memiliki literasi keuangan dan investasi yang memadai.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ingin Investasi Reksa Dana? Ini Plus hingga Minusnya
Saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah gencar menggandeng pelaku usaha jasa keuangan untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang dasar-dasar pengelolaan keuangan dan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.

Literasi dan inklusi ini mencakup pentingnya menabung dan berinvestasi, pengenalan berbagai produk dan instrumen keuangan, juga mengenal risiko dan imbal hasil produk keuangan, hingga literasi hak-hak konsumen.
&amp;nbsp;Baca Juga: Dear Milenial, daripada Boros Cek Tips Investasi Modal Rp10.000
Menurut OJK, pengetahuan yang baik tentang keuangan menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat secara makro dan dalam jangka panjang dapat menggerakkan roda perekonomian nasional.
&amp;nbsp;Menurut survei nasional OJK di tahun 2016 tingkat literasi dan  inklusi perempuan Indonesia hanya mencapai 22,5% dan 66,2%, lebih rendah  dibandingkan dengan tingkat literasi dan inklusi laki-laki di angka  33,2% dan 69,6%.

&quot;Investasi harus terus dikumandangkan ke masyarakat oleh aset  management bersama-sama sehingga makin banyak yang berinvestasi,&quot; kata  Presiden Komisaris Narada Aset Manajemen Made Adi Wibawa dalam  keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Menurut Made Adi Wibawa, pihaknya mulai melakukan sejumlah kegiatan  yang mengajak ibu-ibu untuk lebih memahami mengenai dunia investasi  khususnya di pasar keuangan.

&quot;Kami ingin merubah persepsi yang mengatakan investasi reksadana  hanya milik kaum berduit saja, padahal saat ini investasi reksadana  sudah bisa dimiliki hanya dengan uang Rp10.000,&quot; katanya.

Salah satunya milenesia cash fund, yaitu produk reksadana pasar uang  yang merupakan salah satu instrumen dari Narada Aset Manejemen,  diharapkan partisipasi dari kelompok perempuan bisa meningkat.

Made Adi Wibawa optimis dengan dimulai hanya Rp10.000 saja maka akan  semakin banyak orang tertarik untuk berinvestasi di reksadana.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Kesadaran investasi di kalangan masyarakat, khususnya ibu-ibu terus digalakkan. Sebab, perempuan, khususnya Ibu-ibu, adalah pemegang peranan penting dalam keluarga dan lingkungan.

Karenanya, penting juga bagi kaum ibu-ibu untuk memiliki literasi keuangan dan investasi yang memadai.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ingin Investasi Reksa Dana? Ini Plus hingga Minusnya
Saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah gencar menggandeng pelaku usaha jasa keuangan untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang dasar-dasar pengelolaan keuangan dan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.

Literasi dan inklusi ini mencakup pentingnya menabung dan berinvestasi, pengenalan berbagai produk dan instrumen keuangan, juga mengenal risiko dan imbal hasil produk keuangan, hingga literasi hak-hak konsumen.
&amp;nbsp;Baca Juga: Dear Milenial, daripada Boros Cek Tips Investasi Modal Rp10.000
Menurut OJK, pengetahuan yang baik tentang keuangan menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat secara makro dan dalam jangka panjang dapat menggerakkan roda perekonomian nasional.
&amp;nbsp;Menurut survei nasional OJK di tahun 2016 tingkat literasi dan  inklusi perempuan Indonesia hanya mencapai 22,5% dan 66,2%, lebih rendah  dibandingkan dengan tingkat literasi dan inklusi laki-laki di angka  33,2% dan 69,6%.

&quot;Investasi harus terus dikumandangkan ke masyarakat oleh aset  management bersama-sama sehingga makin banyak yang berinvestasi,&quot; kata  Presiden Komisaris Narada Aset Manajemen Made Adi Wibawa dalam  keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Menurut Made Adi Wibawa, pihaknya mulai melakukan sejumlah kegiatan  yang mengajak ibu-ibu untuk lebih memahami mengenai dunia investasi  khususnya di pasar keuangan.

&quot;Kami ingin merubah persepsi yang mengatakan investasi reksadana  hanya milik kaum berduit saja, padahal saat ini investasi reksadana  sudah bisa dimiliki hanya dengan uang Rp10.000,&quot; katanya.

Salah satunya milenesia cash fund, yaitu produk reksadana pasar uang  yang merupakan salah satu instrumen dari Narada Aset Manejemen,  diharapkan partisipasi dari kelompok perempuan bisa meningkat.

Made Adi Wibawa optimis dengan dimulai hanya Rp10.000 saja maka akan  semakin banyak orang tertarik untuk berinvestasi di reksadana.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
