<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras Naik, Buwas: Kami Sudah Intervensi</title><description>Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan pasokan beras milik Bulog cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/320/2117380/harga-beras-naik-buwas-kami-sudah-intervensi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/320/2117380/harga-beras-naik-buwas-kami-sudah-intervensi"/><item><title>Harga Beras Naik, Buwas: Kami Sudah Intervensi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/320/2117380/harga-beras-naik-buwas-kami-sudah-intervensi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/320/2117380/harga-beras-naik-buwas-kami-sudah-intervensi</guid><pubDate>Selasa 15 Oktober 2019 21:15 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/15/320/2117380/harga-beras-naik-buwas-kami-sudah-intervensi-XsmlviFSfO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stok Beras. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/15/320/2117380/harga-beras-naik-buwas-kami-sudah-intervensi-XsmlviFSfO.jpg</image><title>Stok Beras. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan pasokan beras milik Bulog cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir 2019. Lantaran, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 2,3 juta ton.
Menurutnya, stok yang melimpah tersebut dikarenakan penyaluran beras lewat operasi pasar maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) cukup rendah. Sebenarnya, hal ini juga mencerminkan kebutuhan beras dalam negeri belum begitu melonjak, di sisi lain persediaan beras di pasar tradisional maupun Pasar Induk Beras Cipinang masih memadai.
Baca juga: Bulog: Stok Beras 2019 Capai 2,3 Juta Ton dan Masih Naik Lagi
&quot;Sehingga soal harga naik nah ini sedang kami pelajari. Kenapa harga naik padahal stok banyak, kan di pasaran juga banyak, apalagi di Bulog,&quot; kata dia saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (15/10/2019)
Dia menyatakan, penyaluran beras lewat operasi pasar hanya sebesar 3.000-4.000 ton per hari, jauh di bawah target Bulog yang sebanyak 15.000 ton per hari, meskipun harga yang dipatok lebih murah. Menurutnya, berbagai penyalur beras belum mau menerima stok dari Bulog karena pasokannya yang dimiliki masih banyak.

&quot;Kami sudah intervensi, jualan lewat operasi pasar tapi ternyata faktanya penyerapannya kecil,&quot; tambahnya.
Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu mengatakan, penyaluran beras terbanyak terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Memang terjadi kenaikan harga nasional secara perlahan namun masih wajar, mengingat saat ini tengah memasuki musim tanam dan panen raya baru tiba pada bulan April 2020.&quot;Memang hampir semua daerah rata-rata ada kenaikan harga. Kami sudah lakukan intervensi untuk menurunkan harga itu,&quot; katanya.
Dari sisi penyaluran beras untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga  rendah, hanya mencapai 60 ribu ton per bulannya. Padahal target yang  ditetapkan mencapai 150 ribu ton per bulan. Penyaluran yang rendah ke  Keluarga Penerima Manfaat menunjukkan kebutuhan beras masih bisa  dipenuhi dari luar Bulog.

Oleh sebab itu, stok beras hingga akhir tahun masih sangat mencukupi.  Bahkan pada akhir tahun diproyeksi stok beras Bulog masih tersedia 1,3  juta ton hingga 1,5 juta ton, dengan asumsi adanya kenaikan penyaluran  beras hingga akhir tahun.
Buwas menambahkan, hingga saat ini Bulog sudah merealisasikan  pengadaan beras sebanyak 1,08 juta ton, dari target seharusnya 1,8 juta  ton. Menurutnya, untuk mencapai target itu mudah untuk dilakukan, namun  mengingat kondisi penyaluran saat ini yang minim, maka pengadaan beras  pun harus di rem.
&quot;Target pengadaan bisa terealisasi, tapi untuk distribusi ke hilir belum pasti. Artinya, stok masih banyak,&quot; kata Buwas.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan pasokan beras milik Bulog cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir 2019. Lantaran, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 2,3 juta ton.
Menurutnya, stok yang melimpah tersebut dikarenakan penyaluran beras lewat operasi pasar maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) cukup rendah. Sebenarnya, hal ini juga mencerminkan kebutuhan beras dalam negeri belum begitu melonjak, di sisi lain persediaan beras di pasar tradisional maupun Pasar Induk Beras Cipinang masih memadai.
Baca juga: Bulog: Stok Beras 2019 Capai 2,3 Juta Ton dan Masih Naik Lagi
&quot;Sehingga soal harga naik nah ini sedang kami pelajari. Kenapa harga naik padahal stok banyak, kan di pasaran juga banyak, apalagi di Bulog,&quot; kata dia saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (15/10/2019)
Dia menyatakan, penyaluran beras lewat operasi pasar hanya sebesar 3.000-4.000 ton per hari, jauh di bawah target Bulog yang sebanyak 15.000 ton per hari, meskipun harga yang dipatok lebih murah. Menurutnya, berbagai penyalur beras belum mau menerima stok dari Bulog karena pasokannya yang dimiliki masih banyak.

&quot;Kami sudah intervensi, jualan lewat operasi pasar tapi ternyata faktanya penyerapannya kecil,&quot; tambahnya.
Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu mengatakan, penyaluran beras terbanyak terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Memang terjadi kenaikan harga nasional secara perlahan namun masih wajar, mengingat saat ini tengah memasuki musim tanam dan panen raya baru tiba pada bulan April 2020.&quot;Memang hampir semua daerah rata-rata ada kenaikan harga. Kami sudah lakukan intervensi untuk menurunkan harga itu,&quot; katanya.
Dari sisi penyaluran beras untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga  rendah, hanya mencapai 60 ribu ton per bulannya. Padahal target yang  ditetapkan mencapai 150 ribu ton per bulan. Penyaluran yang rendah ke  Keluarga Penerima Manfaat menunjukkan kebutuhan beras masih bisa  dipenuhi dari luar Bulog.

Oleh sebab itu, stok beras hingga akhir tahun masih sangat mencukupi.  Bahkan pada akhir tahun diproyeksi stok beras Bulog masih tersedia 1,3  juta ton hingga 1,5 juta ton, dengan asumsi adanya kenaikan penyaluran  beras hingga akhir tahun.
Buwas menambahkan, hingga saat ini Bulog sudah merealisasikan  pengadaan beras sebanyak 1,08 juta ton, dari target seharusnya 1,8 juta  ton. Menurutnya, untuk mencapai target itu mudah untuk dilakukan, namun  mengingat kondisi penyaluran saat ini yang minim, maka pengadaan beras  pun harus di rem.
&quot;Target pengadaan bisa terealisasi, tapi untuk distribusi ke hilir belum pasti. Artinya, stok masih banyak,&quot; kata Buwas.</content:encoded></item></channel></rss>
