<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Hanya Jakarta, Semarang hingga Bali juga Terancam Tenggelam</title><description>Penurunan permukaan tanah ternyata tidak hanya terjadi di Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/470/2117244/tak-hanya-jakarta-semarang-hingga-bali-juga-terancam-tenggelam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/470/2117244/tak-hanya-jakarta-semarang-hingga-bali-juga-terancam-tenggelam"/><item><title>Tak Hanya Jakarta, Semarang hingga Bali juga Terancam Tenggelam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/470/2117244/tak-hanya-jakarta-semarang-hingga-bali-juga-terancam-tenggelam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/15/470/2117244/tak-hanya-jakarta-semarang-hingga-bali-juga-terancam-tenggelam</guid><pubDate>Selasa 15 Oktober 2019 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/15/470/2117244/tak-hanya-jakarta-semarang-hingga-bali-juga-terancam-tenggelam-Ykd2mbZSOY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jakarta Tenggelam (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/15/470/2117244/tak-hanya-jakarta-semarang-hingga-bali-juga-terancam-tenggelam-Ykd2mbZSOY.jpg</image><title>Jakarta Tenggelam (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - Penurunan permukaan tanah ternyata tidak hanya terjadi di Jakarta. Beberapa daerah lain utamannya di kota besar juga mengalami masalah penurunan permukaan air tanah.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jakarta Terancam Tenggelam, Tak Layak Jadi Tempat Tinggal?
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Sunendar mengatakan, beberapa kota besar yang mengalami nasib sama seperti Jakarta adalah Surabaya hingga Semarang. Bahkan khusus di Semarang, banjir rob sudah terjadi ketika musim penghujan datang.

Menurut Rudy, beberapa daerah di Semarang khususnya di daerah utara di dekat pesisir pantai perumahannya sudah berada dibawah laut. Hal tersebut bahkan bisa terlihat ketika melalui Stasiun Tawang.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tanah Turun 40 Meter, Waspada Jakarta Tenggelam
&amp;ldquo;Di luar Jakarta. Kota-kota besar yang ekstraksi Surabaya, Semarang sudah terjadi. Kalau ke Stasiun Tawang sering tuh. Jalan sedikit utara jalannya masih di situ perumahannya sudah dibawah,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (15/10/2019).
&amp;nbsp;Selain kedua daerah tersebut, ada juga daerah Denpasar, Bali yang  mengalami penurunan permukaan tanah. Penurunan permukaan tanah di Bali  diakibatkan terlalu banyaknya penggunaan air tanah untuk kegiatan  pariwisata

&amp;ldquo;Denpasar ekstrasi (air tanahnya) juga cukup besar. Dari peta konservasinya banyak yang merahnya,&amp;rdquo; katanya.

Berdasarkan data geologi, selain ketiga daerah tersebut ada juga  daerah Madiun hingga Ponorogo yang mengalami penurunan permukaan tanah.  Hal ini diakibatkan terlalu banyaknya mengambil air tanah untuk irigasi.
&amp;nbsp;
Tak hanya itu, daerah seperti Kalimantan Tengah juga ternyata   diam-diam mengalami penurunan permukaan air tanah. Hal ini diakibatkan   oleh terlalu banyaknya diambil air tanah untuk kegiatan industri.

Menurut Rudy, jika terus dilakukan pengambilan air tanah maka bukan   tidak mungkin beberapa daerah tersebut terancam tenggelam juga seperti   Jakarta. Oleh sebab itu, perlu adanya alternatif penggunaan air bersih   selain air tanah seperti air sungai, hingga waduk.

&amp;ldquo;Landsubsidence karena adanya pembebenanan yang membebani suatu   wilayah sehingga lapisan di bawahnya mengalami penurunan automatis yang   di atasnya ikut turun,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Penurunan permukaan tanah ternyata tidak hanya terjadi di Jakarta. Beberapa daerah lain utamannya di kota besar juga mengalami masalah penurunan permukaan air tanah.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jakarta Terancam Tenggelam, Tak Layak Jadi Tempat Tinggal?
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Sunendar mengatakan, beberapa kota besar yang mengalami nasib sama seperti Jakarta adalah Surabaya hingga Semarang. Bahkan khusus di Semarang, banjir rob sudah terjadi ketika musim penghujan datang.

Menurut Rudy, beberapa daerah di Semarang khususnya di daerah utara di dekat pesisir pantai perumahannya sudah berada dibawah laut. Hal tersebut bahkan bisa terlihat ketika melalui Stasiun Tawang.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tanah Turun 40 Meter, Waspada Jakarta Tenggelam
&amp;ldquo;Di luar Jakarta. Kota-kota besar yang ekstraksi Surabaya, Semarang sudah terjadi. Kalau ke Stasiun Tawang sering tuh. Jalan sedikit utara jalannya masih di situ perumahannya sudah dibawah,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (15/10/2019).
&amp;nbsp;Selain kedua daerah tersebut, ada juga daerah Denpasar, Bali yang  mengalami penurunan permukaan tanah. Penurunan permukaan tanah di Bali  diakibatkan terlalu banyaknya penggunaan air tanah untuk kegiatan  pariwisata

&amp;ldquo;Denpasar ekstrasi (air tanahnya) juga cukup besar. Dari peta konservasinya banyak yang merahnya,&amp;rdquo; katanya.

Berdasarkan data geologi, selain ketiga daerah tersebut ada juga  daerah Madiun hingga Ponorogo yang mengalami penurunan permukaan tanah.  Hal ini diakibatkan terlalu banyaknya mengambil air tanah untuk irigasi.
&amp;nbsp;
Tak hanya itu, daerah seperti Kalimantan Tengah juga ternyata   diam-diam mengalami penurunan permukaan air tanah. Hal ini diakibatkan   oleh terlalu banyaknya diambil air tanah untuk kegiatan industri.

Menurut Rudy, jika terus dilakukan pengambilan air tanah maka bukan   tidak mungkin beberapa daerah tersebut terancam tenggelam juga seperti   Jakarta. Oleh sebab itu, perlu adanya alternatif penggunaan air bersih   selain air tanah seperti air sungai, hingga waduk.

&amp;ldquo;Landsubsidence karena adanya pembebenanan yang membebani suatu   wilayah sehingga lapisan di bawahnya mengalami penurunan automatis yang   di atasnya ikut turun,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
