<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>20 Industri yang Hampir 'Lenyap' karena Modernisasi</title><description>Berikut ini 20 industri yang kini telah banyak mengalami pengurangan drastis pada jumlah pekerjanya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2116729/20-industri-yang-hampir-lenyap-karena-modernisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2116729/20-industri-yang-hampir-lenyap-karena-modernisasi"/><item><title>20 Industri yang Hampir 'Lenyap' karena Modernisasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2116729/20-industri-yang-hampir-lenyap-karena-modernisasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2116729/20-industri-yang-hampir-lenyap-karena-modernisasi</guid><pubDate>Rabu 16 Oktober 2019 06:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/14/320/2116729/20-industri-yang-hampir-lenyap-karena-modernisasi-ACDgi9wcs8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/14/320/2116729/20-industri-yang-hampir-lenyap-karena-modernisasi-ACDgi9wcs8.jpg</image><title>Industri (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Era 1950-an sudah benar-benar sangat berbeda dengan saat ini. Ekonomi telah banyak berubah selama tujuh dekade terakhir. Begitu pula dengan 20 industri ini yang dulunya merupakan pengusaha besar pada tahun 1950, tapi tidak dengan saat ini. 
Melansir Business Insider, Jakarta, Rabu (16/10/2019), berikut ini 20 industri yang kini telah banyak mengalami pengurangan drastis pada jumlah pekerjanya:
Baca Juga: Sewa Toko Rp150 Juta, Pedagang Pilih 'Kabur' dari Mal Ambassador yang Sepi
20. Industri Mesin Pertanian
Industri ini memproduksi traktor dan peralatan pertanian lainnya. Dahulu, sebanyak 177.522 orang dipekerjakan pada tahun 1950, lalu turun menjadi 108.392 pada tahun 2017. Telah terjadi penurunan sebesar 39%.
19. Manufaktur Produk Karet
Industri ini memproduksi produk yang terbuat dari karet. Sebanyak 243.401 orang dipekerjakan pada tahun 1950 kemudian terjadi penurunan sebesar 39% menjadi 147.759 pada tahun 2017.

18. Perdagangan Grosir Produk Minyak Bumi
Sebanyak 166.488 orang dipekerjakan pada tahun 1950 pada industri yang bergerak dengan menjual produk minyak bumi secara grosir ke bisnis lain. Sayangnya, angka tersebut turun menjadi 94.992 pada tahun 2017 dengan level penurunan mencapai 43%.
17. Perdagangan Grosir Produk Pertanian
Sebelum turun menjadi 62.695 pada tahun 2017 dengan penurunan 45%, industri ini pernah mempekerjakan 114.685 orang pada tahun 1950. Mereka menjual bahan mentah yang diproduksi di pertanian secara grosir ke bisnis lain.16. Manufaktur Logam Non-Ferrous Primer
Industri ini dulunya dapat mempekerjakan 235.856 orang pada tahun  1950, namun jumlah tersebut turun 50% menjadi 118.779 pada tahun 2017.  Industri ini menghasilkan paduan logam dan bahan yang tidak termasuk  besi.
15. Pengecer Bahan Bakar dan Es
Menjual bahan bakar dan es ke konsumen, industri ini mempekerjakan  172.841 orang pada tahun 1950. Namun, angka tersebut turun separuhnya  menjadi 85.806 pada tahun 2017.
Baca Juga: Dulu Berjaya, Kini Mal Ambassador Sepi dan 'Disewakan'
14. Layanan Rumah Tangga Pribadi
Mempekerjakan 1.713.352 orang pekerja seperti pelayan, pembantu rumah  tangga, dan koki di rumah tangga pribadi pada tahun 1950. Sayangnya,  pada tahun 2017 terjadi penurunan 51% menjadi 847.769 orang.
13. Pertanian
Meski sempat berjaya dengan mempekerjakan 7.088.904 orang pada tahun  1950, angka tersebut harus turun menjadi 3.429.844 pada tahun 2017  dengan penurunan sebanyak 52%.

12. Penebangan
Industri yang menghasilkan kayu dari kegiatan kehutanan mempekerjakan  sebanyak 187.314 orang pada tahun 1950. Angka tersebut turun menjadi  80.998 pada tahun 2017 dengan penurunan 57%.
11. Pencucian dan Pembersihan
Pada tahun 1950, sebanyak 696.742 orang dipekerjakan di industri yang  bergerak dalam membersihkan atau mewarnai pakaian. Namun, pada tahun  2017 terjadi penurunan 58% menjadi 295.395 orang.10. Pengerjaan Baja, dan Pabrik Rolling
Sebanyak 691.184 orang dipekerjakan pada tahun 1950, namun turun 61%   menjadi 270.367 pada tahun 2017. Industri ini menghasilkan paduan dan   bahan baja dan besi.
9. Transportasi Air
Industri bergerak dalam memindahkan barang dan orang ke perairan di   kapal. Pada tahun 1950, 212.979 orang dipekerjakan, lalu mengalami   penurunan 65% menjadi 74.362 pada tahun 2017.
Baca&amp;nbsp; Juga: Curhat Pedagang WTC Mangga Dua: Omzet Rp5 Juta Untung-untungan
8. Industri Besi dan Baja Primer
282.922 orang dipekerjakan di industri ini pada tahun 1950, lalu   turun menjadi 88.234 pada tahun 2017 (penurunan 69%). Kegiatan industri   ini meliputi kegiatan yang melibatkan produksi baja atau campuran besi   dan bahan lain di luar blast furnace, pekerjaan baja, dan industri   pabrik rolling.
7. Manufaktur Pakaian dan Aksesori
Sebanyak 1.006.386 orang dipekerjakan di industri ini pada tahun   1950. Industri yang memproduksi pakaian dan aksesori tak lagi   digandrungi pada tahun 2017, sehingga angka pekerja turun drastis 79%   menjadi 207.023 orang.

6. Manufaktur Produk Tembakau
Sebanyak 104.689 orang dipekerjakan pada tahun 1950, lalu turun   menjadi 20.286 pada tahun 2017 (turun 81%). Industri ini memproduksi   produk tembakau seperti rokok.
5. Jalur dan Transportasi Kereta Api
Industri yang mengangkut barang dan orang melalui kereta api   menggunakan kereta api sempat mempekerjakan 1.436.681 orang dipekerjakan   pada tahun 1950. Kemudian, pada 2017 terjadi penurunan 82% menjadi   254.836.4. Pembuatan Benang dan Kain
Pada tahun 1950, sebanyak 897.266 orang dipekerjakan, namun turun    menjadi 107.607 pada tahun 2017 (turun 88%). Industri ini menghasilkan    benang dan tekstil lainnya.
3. Manufaktur Alas Kaki
Sebanyak 277.639 orang dipekerjakan untuk menghasilkan sepatu dan    alas kaki lainnya tahun 1950. Namun, pada tahun 2017 turun drastis    menjadi 32.577 pada tahun 2017.

2. Penambangan Batu Bara
Industri tambang batubara untuk pembangkit listrik atau proses   industri lainnya hanya mempekerjakan 62.536 orang pada tahun 2017.   Setelah sebelumnya mencapai 537.702 orang pada tahun 1950.
 
1. Pabrik Rajut
Industri yang memproduksi pakaian rajut dan barang-barang lainnya    mempekerjakan 208.863 orang pada tahun 1950. Namun angka pekerja    tersebut turun menjadi 18.074 pada tahun 2017.</description><content:encoded>JAKARTA - Era 1950-an sudah benar-benar sangat berbeda dengan saat ini. Ekonomi telah banyak berubah selama tujuh dekade terakhir. Begitu pula dengan 20 industri ini yang dulunya merupakan pengusaha besar pada tahun 1950, tapi tidak dengan saat ini. 
Melansir Business Insider, Jakarta, Rabu (16/10/2019), berikut ini 20 industri yang kini telah banyak mengalami pengurangan drastis pada jumlah pekerjanya:
Baca Juga: Sewa Toko Rp150 Juta, Pedagang Pilih 'Kabur' dari Mal Ambassador yang Sepi
20. Industri Mesin Pertanian
Industri ini memproduksi traktor dan peralatan pertanian lainnya. Dahulu, sebanyak 177.522 orang dipekerjakan pada tahun 1950, lalu turun menjadi 108.392 pada tahun 2017. Telah terjadi penurunan sebesar 39%.
19. Manufaktur Produk Karet
Industri ini memproduksi produk yang terbuat dari karet. Sebanyak 243.401 orang dipekerjakan pada tahun 1950 kemudian terjadi penurunan sebesar 39% menjadi 147.759 pada tahun 2017.

18. Perdagangan Grosir Produk Minyak Bumi
Sebanyak 166.488 orang dipekerjakan pada tahun 1950 pada industri yang bergerak dengan menjual produk minyak bumi secara grosir ke bisnis lain. Sayangnya, angka tersebut turun menjadi 94.992 pada tahun 2017 dengan level penurunan mencapai 43%.
17. Perdagangan Grosir Produk Pertanian
Sebelum turun menjadi 62.695 pada tahun 2017 dengan penurunan 45%, industri ini pernah mempekerjakan 114.685 orang pada tahun 1950. Mereka menjual bahan mentah yang diproduksi di pertanian secara grosir ke bisnis lain.16. Manufaktur Logam Non-Ferrous Primer
Industri ini dulunya dapat mempekerjakan 235.856 orang pada tahun  1950, namun jumlah tersebut turun 50% menjadi 118.779 pada tahun 2017.  Industri ini menghasilkan paduan logam dan bahan yang tidak termasuk  besi.
15. Pengecer Bahan Bakar dan Es
Menjual bahan bakar dan es ke konsumen, industri ini mempekerjakan  172.841 orang pada tahun 1950. Namun, angka tersebut turun separuhnya  menjadi 85.806 pada tahun 2017.
Baca Juga: Dulu Berjaya, Kini Mal Ambassador Sepi dan 'Disewakan'
14. Layanan Rumah Tangga Pribadi
Mempekerjakan 1.713.352 orang pekerja seperti pelayan, pembantu rumah  tangga, dan koki di rumah tangga pribadi pada tahun 1950. Sayangnya,  pada tahun 2017 terjadi penurunan 51% menjadi 847.769 orang.
13. Pertanian
Meski sempat berjaya dengan mempekerjakan 7.088.904 orang pada tahun  1950, angka tersebut harus turun menjadi 3.429.844 pada tahun 2017  dengan penurunan sebanyak 52%.

12. Penebangan
Industri yang menghasilkan kayu dari kegiatan kehutanan mempekerjakan  sebanyak 187.314 orang pada tahun 1950. Angka tersebut turun menjadi  80.998 pada tahun 2017 dengan penurunan 57%.
11. Pencucian dan Pembersihan
Pada tahun 1950, sebanyak 696.742 orang dipekerjakan di industri yang  bergerak dalam membersihkan atau mewarnai pakaian. Namun, pada tahun  2017 terjadi penurunan 58% menjadi 295.395 orang.10. Pengerjaan Baja, dan Pabrik Rolling
Sebanyak 691.184 orang dipekerjakan pada tahun 1950, namun turun 61%   menjadi 270.367 pada tahun 2017. Industri ini menghasilkan paduan dan   bahan baja dan besi.
9. Transportasi Air
Industri bergerak dalam memindahkan barang dan orang ke perairan di   kapal. Pada tahun 1950, 212.979 orang dipekerjakan, lalu mengalami   penurunan 65% menjadi 74.362 pada tahun 2017.
Baca&amp;nbsp; Juga: Curhat Pedagang WTC Mangga Dua: Omzet Rp5 Juta Untung-untungan
8. Industri Besi dan Baja Primer
282.922 orang dipekerjakan di industri ini pada tahun 1950, lalu   turun menjadi 88.234 pada tahun 2017 (penurunan 69%). Kegiatan industri   ini meliputi kegiatan yang melibatkan produksi baja atau campuran besi   dan bahan lain di luar blast furnace, pekerjaan baja, dan industri   pabrik rolling.
7. Manufaktur Pakaian dan Aksesori
Sebanyak 1.006.386 orang dipekerjakan di industri ini pada tahun   1950. Industri yang memproduksi pakaian dan aksesori tak lagi   digandrungi pada tahun 2017, sehingga angka pekerja turun drastis 79%   menjadi 207.023 orang.

6. Manufaktur Produk Tembakau
Sebanyak 104.689 orang dipekerjakan pada tahun 1950, lalu turun   menjadi 20.286 pada tahun 2017 (turun 81%). Industri ini memproduksi   produk tembakau seperti rokok.
5. Jalur dan Transportasi Kereta Api
Industri yang mengangkut barang dan orang melalui kereta api   menggunakan kereta api sempat mempekerjakan 1.436.681 orang dipekerjakan   pada tahun 1950. Kemudian, pada 2017 terjadi penurunan 82% menjadi   254.836.4. Pembuatan Benang dan Kain
Pada tahun 1950, sebanyak 897.266 orang dipekerjakan, namun turun    menjadi 107.607 pada tahun 2017 (turun 88%). Industri ini menghasilkan    benang dan tekstil lainnya.
3. Manufaktur Alas Kaki
Sebanyak 277.639 orang dipekerjakan untuk menghasilkan sepatu dan    alas kaki lainnya tahun 1950. Namun, pada tahun 2017 turun drastis    menjadi 32.577 pada tahun 2017.

2. Penambangan Batu Bara
Industri tambang batubara untuk pembangkit listrik atau proses   industri lainnya hanya mempekerjakan 62.536 orang pada tahun 2017.   Setelah sebelumnya mencapai 537.702 orang pada tahun 1950.
 
1. Pabrik Rajut
Industri yang memproduksi pakaian rajut dan barang-barang lainnya    mempekerjakan 208.863 orang pada tahun 1950. Namun angka pekerja    tersebut turun menjadi 18.074 pada tahun 2017.</content:encoded></item></channel></rss>
