<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peluang Investasi di Tengah Perang Dagang</title><description>Perang dagang antara Amerika Serikat dan China berdampak secara signifikan pada kondisi perekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117758/peluang-investasi-di-tengah-perang-dagang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117758/peluang-investasi-di-tengah-perang-dagang"/><item><title>Peluang Investasi di Tengah Perang Dagang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117758/peluang-investasi-di-tengah-perang-dagang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117758/peluang-investasi-di-tengah-perang-dagang</guid><pubDate>Rabu 16 Oktober 2019 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/16/320/2117758/peluang-investasi-di-tengah-perang-dagang-jo2oeukcOi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perang Dagang (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/16/320/2117758/peluang-investasi-di-tengah-perang-dagang-jo2oeukcOi.jpg</image><title>Perang Dagang (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Perang dagang antara Amerika Serikat dan China berdampak secara signifikan pada kondisi perekonomi global pada umumnya dan Indonesia secara khusus. Pasalnya, perang dagang ini menjadi permasahan mendasar bagi perekonomian di dunia.

Anggota DPR RI Dave Laksono menilai, perang dagang ini merupakan permasalahan mendasar yakni terkait dengan adanya ketidaksetaraan dalam Globalisasi, beberapa persaingan yang tidak fair antara negara kaya ditambah persaingan geo-ekonomi dan politik antara kepemimpinan China dan AS. Selain itu, sistem perdagangan yang berbasis pada aturan saat ini yang sudah tidak memadai lagi dalam menghadapi kebangkitan suatu negara khsususnya pada negara besar seperti China dan Amerika Serikat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Selesaikan Perang Dagang, Presiden Trump dan Wakil PM China Akan Bertemu
&quot;Kurangnya kebersamaan antar negara dalam globalisasi saat ini membuat dimensi mengenai negara sedikit bergeser yang pada akhirnya mengarah kepada platform politik yang lebih nasionalistis dan proteksionis,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (16/10/2019).
&amp;nbsp;
Dirinya mengatakan, hal tersebut menjadi penyebab beberapa negara merespons fenomena ini dengan lebih memproteksi kebijakan ekonomi negaranya. Salah satunya adalah Brexit di Inggris dan kebijakan Donald Trump dalam mengamankan ekonomi negara AS.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Produk Amerika Kian Tergilas Perang Dagang? 
&quot;Ketika respons terhadap gejala tersebut hadir baik itu di dalam dan di luar negeri, negara-negara seperti Indonesia, perlu memiliki arah dan respons strategis yang diperlukan untuk memperkuat ekonomi di dalam negeri, di kawasan dan di seluruh dunia,&quot; ujarnya.

Dalam kasus Indonesia, lanjutnya, nasionalisme dan proteksionisme tidak banyak terkait dengan masalah ketimpangan seperti di negara maju dan telah melekat dalam retorika politik dan kebijakan publik di Indonesia. Meski secara domestik ketimpangan itu tidak begitu kuat dan dapat memberikan banyak peluang namun tidak bisa dipungkiri yang paling akan dirasa adalah daya beli masyarakat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dampak Perang AS-China, Presiden Jokowi: Ada Peluang untuk Para Pengusaha Mebel di Indonesia
&quot;Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi akan sedikit mengalami hambatan dan ini kemudian akan menjadi fenomena dinamis dalam ekonomi,&quot; ujarnya.

Sebelum menyimpulkan sektor apa yang dapat menjadi peluang tersebut,  dirinya secara ringkas melihat apa saja dampak perang dagang tersebut  bagi Indonesia dan dunia. Berikut dampaknya.

 
1. Dampak secara langsung

Perang dagang AS dan Cina bagi Indonesia membawa dampak cukup  signifikan yakni perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan  ketidakpastian ekonomi dunia. International Monetary Fund (IMF) telah  menurunkan perkiraannya dan pada bulan Januari 2019, IMF memproyeksikan  untuk pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,5% menjadi 3,3% pada 2019. (IMF  Report 2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Soal Perang Tarif dengan AS, China Ngadu ke WTO
Melemahnya pertumbuhan ekonomi tersebut membuat target pertumbuhan  juga tidak terlalu dipacu sehingga untuk tahun 2020 ditargetkan sebesar  5,3% dan ini banyak yang menganggap kondisi ini bersifat stagnan. Dampak  langsung dari perang dagang cukup membuat beberapa negara bersifat  defensif karena mencoba bertahan dan berupaya untuk melihat situasi ke  depan.

 
2. Dampak secara tidak langsung

Dampak secara tidak langsung dari perang dagang antara Cina dan AS  ini bagi Indonesia dan negara-negara lain khsususnya pada kawasan ASEAN  muncul potensi relokasi investasi serta pengalihan perdagangan. Pada  faktor relokasi investasi misalnya akan ada relokasi kapasitas produksi  dari perusahaan China atau perusahaan multinasional untuk melayani pasar  AS atau pasar lain yang dipengaruhi oleh tarif AS.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Babak Baru Perang Dagang, AS-China Berlakukan Tarif Impor Tambahan Hari Ini
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari dampak tidak langsung tersebut  muncul sebuah peluang bagi Indonesiauntuk memanfaatkan investasi dari  negara-negara AS dan China. Bila pemerintah saat ini terfokus pada  bagaimana memindahkan pabrik-pabrik dari China untuk merelokasinya ke  Indonesia khususnya pabrik yang memiliki dampak dari perang dagang  dengan AS, maka perlu dipertimbangkan juga bagaimana peluang kerjasama  dengan perusahaa-perusahaan besar asal AS dalam bentuk bidang industri  yang lain.

&quot;Dari sini kita dapat melihat bahwa perang dagang yang terekspos  selama ini yakni persoalan di industri seperti baja, IT, elektronik,  produk tekstil dan lain sebagainya,&quot; ujarnya.

Selain dampak-dampak di atas, masih ada kepentingan bisnis yang  sebenarnya masih saling tergantung dan luput terlihat di permukaan dari  pertarungan antara China dan AS tersebut yakni industri hiburan seperti  olahraga dan film. Kedua industri tersebut dapat menjadi peluang bagi  Indonesia untuk dimanfaatkan menjadi bentuk kerjasama investasi yang  perlu dikembangkan serta semakin dipermudah regulasi berkaitan dengan  itu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Trump Pastikan Tarif Impor Tambahan untuk China Berlaku Hari Ini 
&quot;Industri olahraga dan film dari AS dapat menjadi alternatif peluang  terbaru untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Pada industri film  misalnya, ketergantungan masyarakat Indonesia khususnya kelas menengah  perkotaan dengan film Hollywood cukup menjad potensi yang besar,&quot;  ujarnya.

Menurutnya, beberapa film produksi dari AS tersebut bahkan cukup  menopang bisnis bioskop-bioskop dan mendapat pemasukan cukup besar yang  secara tidak langsung membantu menaikkan ekonomi. Belum lagi kerjasama  antara industri film Indonesia dan Hollywood yang menghasilkan produksi  film bersama dengan membawa beberapa artis dari negara kita bermain  dalam filmfilm box office.

&quot;Sedangkan pada industri olahraga, potensi besar bisa didapatkan dari  sini dengan banyak melakukan kerjasama dalam pengiriman atlit ataupun  bertukar informasi mengenai bagaimana membuat olahraga sebagai  industri,&quot; ujarnya.Dirinya mengatakan, olahraga di AS telah menjadi sebuah industri baik  itu dari sisi media, cabang olahraga, dan aksesorisnya. Indonesia harus  memanfaatkan peluang industri olahraga ini dan untuk mewujudkannya  perlu adanya regulasi khusus untuk mengatur hal itu.

Sebagai kesimpulan dan saran bahwa perang dagang AS-China bisa  menjadi peluang serta potensi besar bagi Indonesia untuk merambah pasar  AS. Dengan menjadikan industri yang luput dari target pemerintah saat  ini yaitu film dan olahraga, untuk itu perlu kiranya saat ini pemerintag  mengatur regulasi tentang itu dengan hal yang paling utama adalah  mempermudah proses investasi salah satu caranya dengan regulasi yang  mendukung industri tersebut.

Hal yang lain adalah pajak bea masuk untuk industri tersebut yang  perlu dilonggarkan bagi investor agar dapat secara deras masuk ke  Indonesia.

&quot;Dengan melihat potensi dan peluang industri diatas maka perang  dagang akan membawa dampak yang cukup positif bagi Indonesia,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perang dagang antara Amerika Serikat dan China berdampak secara signifikan pada kondisi perekonomi global pada umumnya dan Indonesia secara khusus. Pasalnya, perang dagang ini menjadi permasahan mendasar bagi perekonomian di dunia.

Anggota DPR RI Dave Laksono menilai, perang dagang ini merupakan permasalahan mendasar yakni terkait dengan adanya ketidaksetaraan dalam Globalisasi, beberapa persaingan yang tidak fair antara negara kaya ditambah persaingan geo-ekonomi dan politik antara kepemimpinan China dan AS. Selain itu, sistem perdagangan yang berbasis pada aturan saat ini yang sudah tidak memadai lagi dalam menghadapi kebangkitan suatu negara khsususnya pada negara besar seperti China dan Amerika Serikat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Selesaikan Perang Dagang, Presiden Trump dan Wakil PM China Akan Bertemu
&quot;Kurangnya kebersamaan antar negara dalam globalisasi saat ini membuat dimensi mengenai negara sedikit bergeser yang pada akhirnya mengarah kepada platform politik yang lebih nasionalistis dan proteksionis,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (16/10/2019).
&amp;nbsp;
Dirinya mengatakan, hal tersebut menjadi penyebab beberapa negara merespons fenomena ini dengan lebih memproteksi kebijakan ekonomi negaranya. Salah satunya adalah Brexit di Inggris dan kebijakan Donald Trump dalam mengamankan ekonomi negara AS.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Produk Amerika Kian Tergilas Perang Dagang? 
&quot;Ketika respons terhadap gejala tersebut hadir baik itu di dalam dan di luar negeri, negara-negara seperti Indonesia, perlu memiliki arah dan respons strategis yang diperlukan untuk memperkuat ekonomi di dalam negeri, di kawasan dan di seluruh dunia,&quot; ujarnya.

Dalam kasus Indonesia, lanjutnya, nasionalisme dan proteksionisme tidak banyak terkait dengan masalah ketimpangan seperti di negara maju dan telah melekat dalam retorika politik dan kebijakan publik di Indonesia. Meski secara domestik ketimpangan itu tidak begitu kuat dan dapat memberikan banyak peluang namun tidak bisa dipungkiri yang paling akan dirasa adalah daya beli masyarakat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dampak Perang AS-China, Presiden Jokowi: Ada Peluang untuk Para Pengusaha Mebel di Indonesia
&quot;Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi akan sedikit mengalami hambatan dan ini kemudian akan menjadi fenomena dinamis dalam ekonomi,&quot; ujarnya.

Sebelum menyimpulkan sektor apa yang dapat menjadi peluang tersebut,  dirinya secara ringkas melihat apa saja dampak perang dagang tersebut  bagi Indonesia dan dunia. Berikut dampaknya.

 
1. Dampak secara langsung

Perang dagang AS dan Cina bagi Indonesia membawa dampak cukup  signifikan yakni perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan  ketidakpastian ekonomi dunia. International Monetary Fund (IMF) telah  menurunkan perkiraannya dan pada bulan Januari 2019, IMF memproyeksikan  untuk pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,5% menjadi 3,3% pada 2019. (IMF  Report 2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Soal Perang Tarif dengan AS, China Ngadu ke WTO
Melemahnya pertumbuhan ekonomi tersebut membuat target pertumbuhan  juga tidak terlalu dipacu sehingga untuk tahun 2020 ditargetkan sebesar  5,3% dan ini banyak yang menganggap kondisi ini bersifat stagnan. Dampak  langsung dari perang dagang cukup membuat beberapa negara bersifat  defensif karena mencoba bertahan dan berupaya untuk melihat situasi ke  depan.

 
2. Dampak secara tidak langsung

Dampak secara tidak langsung dari perang dagang antara Cina dan AS  ini bagi Indonesia dan negara-negara lain khsususnya pada kawasan ASEAN  muncul potensi relokasi investasi serta pengalihan perdagangan. Pada  faktor relokasi investasi misalnya akan ada relokasi kapasitas produksi  dari perusahaan China atau perusahaan multinasional untuk melayani pasar  AS atau pasar lain yang dipengaruhi oleh tarif AS.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Babak Baru Perang Dagang, AS-China Berlakukan Tarif Impor Tambahan Hari Ini
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari dampak tidak langsung tersebut  muncul sebuah peluang bagi Indonesiauntuk memanfaatkan investasi dari  negara-negara AS dan China. Bila pemerintah saat ini terfokus pada  bagaimana memindahkan pabrik-pabrik dari China untuk merelokasinya ke  Indonesia khususnya pabrik yang memiliki dampak dari perang dagang  dengan AS, maka perlu dipertimbangkan juga bagaimana peluang kerjasama  dengan perusahaa-perusahaan besar asal AS dalam bentuk bidang industri  yang lain.

&quot;Dari sini kita dapat melihat bahwa perang dagang yang terekspos  selama ini yakni persoalan di industri seperti baja, IT, elektronik,  produk tekstil dan lain sebagainya,&quot; ujarnya.

Selain dampak-dampak di atas, masih ada kepentingan bisnis yang  sebenarnya masih saling tergantung dan luput terlihat di permukaan dari  pertarungan antara China dan AS tersebut yakni industri hiburan seperti  olahraga dan film. Kedua industri tersebut dapat menjadi peluang bagi  Indonesia untuk dimanfaatkan menjadi bentuk kerjasama investasi yang  perlu dikembangkan serta semakin dipermudah regulasi berkaitan dengan  itu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Trump Pastikan Tarif Impor Tambahan untuk China Berlaku Hari Ini 
&quot;Industri olahraga dan film dari AS dapat menjadi alternatif peluang  terbaru untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Pada industri film  misalnya, ketergantungan masyarakat Indonesia khususnya kelas menengah  perkotaan dengan film Hollywood cukup menjad potensi yang besar,&quot;  ujarnya.

Menurutnya, beberapa film produksi dari AS tersebut bahkan cukup  menopang bisnis bioskop-bioskop dan mendapat pemasukan cukup besar yang  secara tidak langsung membantu menaikkan ekonomi. Belum lagi kerjasama  antara industri film Indonesia dan Hollywood yang menghasilkan produksi  film bersama dengan membawa beberapa artis dari negara kita bermain  dalam filmfilm box office.

&quot;Sedangkan pada industri olahraga, potensi besar bisa didapatkan dari  sini dengan banyak melakukan kerjasama dalam pengiriman atlit ataupun  bertukar informasi mengenai bagaimana membuat olahraga sebagai  industri,&quot; ujarnya.Dirinya mengatakan, olahraga di AS telah menjadi sebuah industri baik  itu dari sisi media, cabang olahraga, dan aksesorisnya. Indonesia harus  memanfaatkan peluang industri olahraga ini dan untuk mewujudkannya  perlu adanya regulasi khusus untuk mengatur hal itu.

Sebagai kesimpulan dan saran bahwa perang dagang AS-China bisa  menjadi peluang serta potensi besar bagi Indonesia untuk merambah pasar  AS. Dengan menjadikan industri yang luput dari target pemerintah saat  ini yaitu film dan olahraga, untuk itu perlu kiranya saat ini pemerintag  mengatur regulasi tentang itu dengan hal yang paling utama adalah  mempermudah proses investasi salah satu caranya dengan regulasi yang  mendukung industri tersebut.

Hal yang lain adalah pajak bea masuk untuk industri tersebut yang  perlu dilonggarkan bagi investor agar dapat secara deras masuk ke  Indonesia.

&quot;Dengan melihat potensi dan peluang industri diatas maka perang  dagang akan membawa dampak yang cukup positif bagi Indonesia,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
