<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Macet UMKM Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional   </title><description>Darmin Nasution menilai kredit macet UMKM lebih rendah dibandingkan rata-rata kredit nasional</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117773/kredit-macet-umkm-lebih-rendah-dari-rata-rata-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117773/kredit-macet-umkm-lebih-rendah-dari-rata-rata-nasional"/><item><title>Kredit Macet UMKM Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117773/kredit-macet-umkm-lebih-rendah-dari-rata-rata-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117773/kredit-macet-umkm-lebih-rendah-dari-rata-rata-nasional</guid><pubDate>Rabu 16 Oktober 2019 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/16/320/2117773/kredit-macet-umkm-lebih-rendah-dari-rata-rata-nasional-nS9DC6uC3E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pertumbuhan Kredit. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/16/320/2117773/kredit-macet-umkm-lebih-rendah-dari-rata-rata-nasional-nS9DC6uC3E.jpg</image><title>Ilustrasi Pertumbuhan Kredit. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai kredit macet atau non-performing loan (NPL) usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) lebih rendah dibandingkan rata-rata kredit nasional. Di mana NPL yang tercatat yakni 1,3%.
Baca Juga: Kredit Perbankan Bisa Tumbuh Double Digit hingga Akhir Tahun?
Hal itu dia ungkapkan pada peluncuran pemberdayaan perempuan Indonesia melalui KUR usaha busana dan gaya hidup (SheWorkz), di Gedung Smesco Creative Space, Jakarta hari ini.

&quot;Jadi yang menarik adalah dari segi kredit ini NPL-nya rendah sekali 1,3%. Bahkan yang paling tinggi NPL-nya KUR untuk TKI,&quot; ujar Darmin, Rabu (16/10/2019).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi salah satu penyebab tingginya kredit macet atau non performing loan (NPL).
Baca Juga: LPS Buka-bukaan Alasan Bunga Kredit Tak Kunjung Turun
&quot;Karena sulitnya pantauan perkembangan kredit debitur TKI yang sudah pergi meninggalkan Indonesia. Dan kalau digabung semua NPL, KUR untuk TKI paling susah ternyata dimonitor kalau TKI sudah berangkat ke negara bekerja,&quot; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai kredit macet atau non-performing loan (NPL) usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) lebih rendah dibandingkan rata-rata kredit nasional. Di mana NPL yang tercatat yakni 1,3%.
Baca Juga: Kredit Perbankan Bisa Tumbuh Double Digit hingga Akhir Tahun?
Hal itu dia ungkapkan pada peluncuran pemberdayaan perempuan Indonesia melalui KUR usaha busana dan gaya hidup (SheWorkz), di Gedung Smesco Creative Space, Jakarta hari ini.

&quot;Jadi yang menarik adalah dari segi kredit ini NPL-nya rendah sekali 1,3%. Bahkan yang paling tinggi NPL-nya KUR untuk TKI,&quot; ujar Darmin, Rabu (16/10/2019).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi salah satu penyebab tingginya kredit macet atau non performing loan (NPL).
Baca Juga: LPS Buka-bukaan Alasan Bunga Kredit Tak Kunjung Turun
&quot;Karena sulitnya pantauan perkembangan kredit debitur TKI yang sudah pergi meninggalkan Indonesia. Dan kalau digabung semua NPL, KUR untuk TKI paling susah ternyata dimonitor kalau TKI sudah berangkat ke negara bekerja,&quot; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
