<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dapat Bantuan dari 10 BUMN, Merpati Sesungguhnya Belum Hidup   </title><description>PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) mendapatkan bantuan dari 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117812/dapat-bantuan-dari-10-bumn-merpati-sesungguhnya-belum-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117812/dapat-bantuan-dari-10-bumn-merpati-sesungguhnya-belum-hidup"/><item><title>Dapat Bantuan dari 10 BUMN, Merpati Sesungguhnya Belum Hidup   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117812/dapat-bantuan-dari-10-bumn-merpati-sesungguhnya-belum-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117812/dapat-bantuan-dari-10-bumn-merpati-sesungguhnya-belum-hidup</guid><pubDate>Rabu 16 Oktober 2019 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/16/320/2117812/dapat-bantuan-dari-10-bumn-merpati-sesungguhnya-belum-hidup-FB3vh8TlTL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Merpati Airlines. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/16/320/2117812/dapat-bantuan-dari-10-bumn-merpati-sesungguhnya-belum-hidup-FB3vh8TlTL.jpg</image><title>Pesawat Merpati Airlines. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) mendapatkan bantuan dari 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam memulai bisnisnya, Merpati juga dipinjamkan pesawat oleh Garuda Indonesia untuk menjalankan bisnis kargo di wilayah Indonesia timur.
Direktur Utama Merpati Airlines Asep Eka Nugraha mengatakan, meskipun mendapatkan bantuan, pihaknya belum bisa melayani penerbangan penumpang pada tahun ini. Karena saat ini pihaknya akan fokus pada bisnis kargo sebagai modal perseroan.
Baca Juga: Garuda Indonesia Pinjamkan 8 Pesawat ke Merpati
Lagi pula, kata Asep, pesawat yang dimiliki Merpati tidak memiliki sertifikat izin terbang dari Kementerian Perhubungan. Untuk mendapatkan sertifikat diperlukan waktu yang panjang hingga kemudian bisa kembali mengudara.

&amp;ldquo;Enggak kekejar kalau tahun ini (bisa melayani penerbangan). Sertifikasi (dari Kementerian Perhubungan) itu kan panjang,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/10/2019).
Baca Juga: Dapat Bantuan 10 BUMN, Bos Merpati Merinding
Oleh karena itu, saat ini Merpati hanya bisa menjalin kerjasama dengan Garuda Indonesia untuk menjalankan bisnis kargo di Indonesia bagian timur. Pesawat yang akan dioperasikan untuk mengangkut kargo masih menggunakan armada Garuda Indonesia dan Citilink.
&amp;ldquo;Sesungguhnya ini Merpatinya belum hidup, belum terbang. Merpati kan Airlines. Ini merupakan bagian dari kita memanfaatkan resources yang ada, bekerja sama dengan sinergi. Hanya itu,&amp;rdquo; jelasnyaSelain urusan kargo, Garuda Indonesia juga akan mengelola fasilitas  perawatan pesawat dan training centre milik Merpati. Nantinya, Merpati  akan membayar biaya operasinya dan juga biaya manajemen yang diminta  Garuda Indonesia.
Namun hasil dari bisnis kargo nantinya akan dinikmati oleh maskapai  berjuluk Jalak Bali tersebut. Hanya saja dirinya tidak menyebutkan  profit yang akan didapat oleh masing-masing perusahaan.
&amp;ldquo;Merpati harus bisa running, sebelum bisa beroperasi full, dia harus  bisa menghidupi diri sendiri. Anak perusahaan (sudah bisa cetak laba).  Training center dan maintenance center. Sudah mencetak laba tapi belum  besar,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) mendapatkan bantuan dari 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam memulai bisnisnya, Merpati juga dipinjamkan pesawat oleh Garuda Indonesia untuk menjalankan bisnis kargo di wilayah Indonesia timur.
Direktur Utama Merpati Airlines Asep Eka Nugraha mengatakan, meskipun mendapatkan bantuan, pihaknya belum bisa melayani penerbangan penumpang pada tahun ini. Karena saat ini pihaknya akan fokus pada bisnis kargo sebagai modal perseroan.
Baca Juga: Garuda Indonesia Pinjamkan 8 Pesawat ke Merpati
Lagi pula, kata Asep, pesawat yang dimiliki Merpati tidak memiliki sertifikat izin terbang dari Kementerian Perhubungan. Untuk mendapatkan sertifikat diperlukan waktu yang panjang hingga kemudian bisa kembali mengudara.

&amp;ldquo;Enggak kekejar kalau tahun ini (bisa melayani penerbangan). Sertifikasi (dari Kementerian Perhubungan) itu kan panjang,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/10/2019).
Baca Juga: Dapat Bantuan 10 BUMN, Bos Merpati Merinding
Oleh karena itu, saat ini Merpati hanya bisa menjalin kerjasama dengan Garuda Indonesia untuk menjalankan bisnis kargo di Indonesia bagian timur. Pesawat yang akan dioperasikan untuk mengangkut kargo masih menggunakan armada Garuda Indonesia dan Citilink.
&amp;ldquo;Sesungguhnya ini Merpatinya belum hidup, belum terbang. Merpati kan Airlines. Ini merupakan bagian dari kita memanfaatkan resources yang ada, bekerja sama dengan sinergi. Hanya itu,&amp;rdquo; jelasnyaSelain urusan kargo, Garuda Indonesia juga akan mengelola fasilitas  perawatan pesawat dan training centre milik Merpati. Nantinya, Merpati  akan membayar biaya operasinya dan juga biaya manajemen yang diminta  Garuda Indonesia.
Namun hasil dari bisnis kargo nantinya akan dinikmati oleh maskapai  berjuluk Jalak Bali tersebut. Hanya saja dirinya tidak menyebutkan  profit yang akan didapat oleh masing-masing perusahaan.
&amp;ldquo;Merpati harus bisa running, sebelum bisa beroperasi full, dia harus  bisa menghidupi diri sendiri. Anak perusahaan (sudah bisa cetak laba).  Training center dan maintenance center. Sudah mencetak laba tapi belum  besar,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
