<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesawat 737 NG Retak, Garuda Minta Ganti Rugi ke Boeing   </title><description>Garuda Indonesia mengajukan protes kepada Boeing menyusul adannya masalah pada pesawat Boeing 737 New Generation</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117831/pesawat-737-ng-retak-garuda-minta-ganti-rugi-ke-boeing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117831/pesawat-737-ng-retak-garuda-minta-ganti-rugi-ke-boeing"/><item><title>Pesawat 737 NG Retak, Garuda Minta Ganti Rugi ke Boeing   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117831/pesawat-737-ng-retak-garuda-minta-ganti-rugi-ke-boeing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/16/320/2117831/pesawat-737-ng-retak-garuda-minta-ganti-rugi-ke-boeing</guid><pubDate>Rabu 16 Oktober 2019 18:53 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/16/320/2117831/pesawat-737-ng-retak-garuda-minta-ganti-rugi-ke-boeing-VojPw2qGnB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Dok. Garuda Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/16/320/2117831/pesawat-737-ng-retak-garuda-minta-ganti-rugi-ke-boeing-VojPw2qGnB.jpg</image><title>Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Dok. Garuda Indonesia)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengajukan protes kepada Boeing menyusul adannya masalah pada pesawat Boeing 737 New Generation (NG).
Asal tahu saja, satu pesawat Boeing 737 NG milik Garuda mengalami keretakan pada sekitar sayap yang mengakibatkan si burung besi tersebut tidak bisa beroperasi.
Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan, tak hanya mengajukan protes, pihaknya telah menyiapkan langkah lain jika tidak ada respons dari pihak Boeing. Misalnya dengan meminta sejumlah kompensasi kepada produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) tersebut.
Baca Juga: Gara-Gara Kabut Asap, Garuda Batalkan 15 Penerbangan hingga 19 September
&quot;Itu (kompensasi) sedang kita pertimbangkan,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/10/2019).
Ari menambahkan, bukan tanpa alasan mengapa pihaknya mempertimbangkan untuk meminta ganti rugi. Pasalnya kondisi pesawat saat ini mengalami retak atau rusak tidak bisa dioperasikan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/13/51645/261040_medium.jpg&quot; alt=&quot;Musim Haji 2018, Garuda Indonesia Berangkatkan 107.959 Calhaj dari Bandara Soetta&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Yang crack sudah kita grounded justru menunjukan Garuda manajemennya bagus karena bisa menemukan itu,&quot; jelasnya.
Sementara itu, VP Corporate Communication Garuda Indonesia Iksan Rosan mengatakan, meskipun pesawat itu dikandangkan, tidak menganggu operasional perusahaan secara keseluruhan. Karena yang mengalami rusak hanya satu pesawat saja sedangkan yang lainnya masih bisa mengudara.
Baca Juga: Kabut Asap 'Serang' Samarinda, Lion Air Pindahkan Penerbangan ke Balikpapan
&quot;Enggak (ganggu), Kan cuma 1. Pesawat itu untuk domestik regional. NG itu kan versi lama,&quot; tegasnyaSebagai informasi,  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan  pemeriksaan terhadap pesawat Boeing 737 New Generation (NG). Pemeriksaan  itu dilakukan terhadap pesawat jenis tersebut milik maskapai Garuda  Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Air, serta Batik Air.
Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut implementasi DGCA Indonesia  Airworthiness Directives (AD) nomor 19-10-003dan FAA Airworthiness  Directives Nomor 2019-20-02 terhadap pesawat Boeing B737NG (Boeing 737  New Generation) perihal Unsafe Condition dimana AD ini dipicu oleh  laporan retak yang ditemukan pada frame fitting outboard chords and  failsafe straps adjacent to the stringer S-18A straps yang dapat  mengakibatkan kegagalan Principal Structural Element (PSE) untuk  mempertahankan batas beban.
Kondisi ini dapat mempengaruhi integritas struktural pesawat dan  mengakibatkan hilangnya kontrol pesawat. Hasilnya, terdapat retak pada  salah satu dari 3 pesawat Boeing 737 NG milik Garuda Indonesia yang  berumur melebihi 30.000 FCN dan terdapat crack pada&amp;rsquo;l 2 pesawat Boeing  737 NG milik Sriwijaya Air dari 5 pesawat yang berumur lebih dari 30.000  FCN.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengajukan protes kepada Boeing menyusul adannya masalah pada pesawat Boeing 737 New Generation (NG).
Asal tahu saja, satu pesawat Boeing 737 NG milik Garuda mengalami keretakan pada sekitar sayap yang mengakibatkan si burung besi tersebut tidak bisa beroperasi.
Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan, tak hanya mengajukan protes, pihaknya telah menyiapkan langkah lain jika tidak ada respons dari pihak Boeing. Misalnya dengan meminta sejumlah kompensasi kepada produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) tersebut.
Baca Juga: Gara-Gara Kabut Asap, Garuda Batalkan 15 Penerbangan hingga 19 September
&quot;Itu (kompensasi) sedang kita pertimbangkan,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/10/2019).
Ari menambahkan, bukan tanpa alasan mengapa pihaknya mempertimbangkan untuk meminta ganti rugi. Pasalnya kondisi pesawat saat ini mengalami retak atau rusak tidak bisa dioperasikan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/13/51645/261040_medium.jpg&quot; alt=&quot;Musim Haji 2018, Garuda Indonesia Berangkatkan 107.959 Calhaj dari Bandara Soetta&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Yang crack sudah kita grounded justru menunjukan Garuda manajemennya bagus karena bisa menemukan itu,&quot; jelasnya.
Sementara itu, VP Corporate Communication Garuda Indonesia Iksan Rosan mengatakan, meskipun pesawat itu dikandangkan, tidak menganggu operasional perusahaan secara keseluruhan. Karena yang mengalami rusak hanya satu pesawat saja sedangkan yang lainnya masih bisa mengudara.
Baca Juga: Kabut Asap 'Serang' Samarinda, Lion Air Pindahkan Penerbangan ke Balikpapan
&quot;Enggak (ganggu), Kan cuma 1. Pesawat itu untuk domestik regional. NG itu kan versi lama,&quot; tegasnyaSebagai informasi,  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan  pemeriksaan terhadap pesawat Boeing 737 New Generation (NG). Pemeriksaan  itu dilakukan terhadap pesawat jenis tersebut milik maskapai Garuda  Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Air, serta Batik Air.
Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut implementasi DGCA Indonesia  Airworthiness Directives (AD) nomor 19-10-003dan FAA Airworthiness  Directives Nomor 2019-20-02 terhadap pesawat Boeing B737NG (Boeing 737  New Generation) perihal Unsafe Condition dimana AD ini dipicu oleh  laporan retak yang ditemukan pada frame fitting outboard chords and  failsafe straps adjacent to the stringer S-18A straps yang dapat  mengakibatkan kegagalan Principal Structural Element (PSE) untuk  mempertahankan batas beban.
Kondisi ini dapat mempengaruhi integritas struktural pesawat dan  mengakibatkan hilangnya kontrol pesawat. Hasilnya, terdapat retak pada  salah satu dari 3 pesawat Boeing 737 NG milik Garuda Indonesia yang  berumur melebihi 30.000 FCN dan terdapat crack pada&amp;rsquo;l 2 pesawat Boeing  737 NG milik Sriwijaya Air dari 5 pesawat yang berumur lebih dari 30.000  FCN.</content:encoded></item></channel></rss>
