<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Dunia, Ini Penjelasan Menko Darmin</title><description>Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kembali  mengoreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,2%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/20/2117999/imf-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-dunia-ini-penjelasan-menko-darmin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/20/2117999/imf-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-dunia-ini-penjelasan-menko-darmin"/><item><title>IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Dunia, Ini Penjelasan Menko Darmin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/20/2117999/imf-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-dunia-ini-penjelasan-menko-darmin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/20/2117999/imf-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-dunia-ini-penjelasan-menko-darmin</guid><pubDate>Kamis 17 Oktober 2019 07:50 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/17/20/2117999/imf-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-dunia-ini-penjelasan-menko-darmin-AUNdRqnER3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/17/20/2117999/imf-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-dunia-ini-penjelasan-menko-darmin-AUNdRqnER3.jpg</image><title>Menteri Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kembali mengoreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,2% dari proyeksi yang dikeluarkan pada Juli lalu. Dengan revisi tersebut, maka diperkirakan ekonomi global hanya mampu tumbuh 3% di tahun 2019.
Terkait hal itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa pihaknya berharap situasi itu tidak membuat target pertumbuhan ekonomi (PE), Indonesia terkoreksi, paling tidak masih diharapkan dikisaran 5%.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Peluang Investasi di Tengah Perang Dagang
&quot;Kita tetap berharap PE masih 5% lah, boleh lah ya,&quot; ujar dia di kantornya, Jakarta, Rabu (16/10/2019) malam.
&amp;nbsp;
Menurut dia, kondisi tersebut memang akan memberi pengaruh buat Indonesia tapi tidak signifikan. Sebab dampak perlambatan ekonomi dunia ke tiap-tiap negara tidak sama, bahkan antara China dan Indonesia pun berbeda.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IMF Proyeksi Ekonomi Global 2019 di 3%, Paling Lambat Sejak Krisis 2008-2009
&quot;Memang ada pengaruhnya tapi tidak terlalu besar ke kita. Kita lihat China karena perang dagang pertumbuhan ekonomi dia 1,5 tahun turun hampir 8% sekarang tinggal 6%, kita dari 5,2% menjadi 5%,&quot; ungkap dia.Namun, lanjut dia, kecilnya pengaruh perlambatan ekonomi dunia ke  Indonesia bukan berarti membuat optimis. Keadaan saat ini memang tengah  dibayang-bayangi ketidakoptimisan.
&quot;Situasinya memang tidak optimis. Cuma tinggal dampaknya ke setiap  negara. Di mana kita dagangnya dengan AS, China dan Jepang, tiga tiganya  itu terpengaruh,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kembali mengoreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,2% dari proyeksi yang dikeluarkan pada Juli lalu. Dengan revisi tersebut, maka diperkirakan ekonomi global hanya mampu tumbuh 3% di tahun 2019.
Terkait hal itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa pihaknya berharap situasi itu tidak membuat target pertumbuhan ekonomi (PE), Indonesia terkoreksi, paling tidak masih diharapkan dikisaran 5%.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Peluang Investasi di Tengah Perang Dagang
&quot;Kita tetap berharap PE masih 5% lah, boleh lah ya,&quot; ujar dia di kantornya, Jakarta, Rabu (16/10/2019) malam.
&amp;nbsp;
Menurut dia, kondisi tersebut memang akan memberi pengaruh buat Indonesia tapi tidak signifikan. Sebab dampak perlambatan ekonomi dunia ke tiap-tiap negara tidak sama, bahkan antara China dan Indonesia pun berbeda.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IMF Proyeksi Ekonomi Global 2019 di 3%, Paling Lambat Sejak Krisis 2008-2009
&quot;Memang ada pengaruhnya tapi tidak terlalu besar ke kita. Kita lihat China karena perang dagang pertumbuhan ekonomi dia 1,5 tahun turun hampir 8% sekarang tinggal 6%, kita dari 5,2% menjadi 5%,&quot; ungkap dia.Namun, lanjut dia, kecilnya pengaruh perlambatan ekonomi dunia ke  Indonesia bukan berarti membuat optimis. Keadaan saat ini memang tengah  dibayang-bayangi ketidakoptimisan.
&quot;Situasinya memang tidak optimis. Cuma tinggal dampaknya ke setiap  negara. Di mana kita dagangnya dengan AS, China dan Jepang, tiga tiganya  itu terpengaruh,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
