<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tidak Cocok Jadi Menkeu, Sri Mulyani Dinilai Paling Pas Jadi Menko Perekonomian</title><description>Sri Mulyani tak cocok lagi untuk menjadi Menteri Keuangan pada kabinet pemerintahan Jokowi jilid II.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/20/2118319/tidak-cocok-jadi-menkeu-sri-mulyani-dinilai-paling-pas-jadi-menko-perekonomian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/20/2118319/tidak-cocok-jadi-menkeu-sri-mulyani-dinilai-paling-pas-jadi-menko-perekonomian"/><item><title>Tidak Cocok Jadi Menkeu, Sri Mulyani Dinilai Paling Pas Jadi Menko Perekonomian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/20/2118319/tidak-cocok-jadi-menkeu-sri-mulyani-dinilai-paling-pas-jadi-menko-perekonomian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/20/2118319/tidak-cocok-jadi-menkeu-sri-mulyani-dinilai-paling-pas-jadi-menko-perekonomian</guid><pubDate>Kamis 17 Oktober 2019 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/17/20/2118319/tidak-cocok-jadi-menkeu-sri-mulyani-dinilai-paling-pas-jadi-menko-perekonomian-fDSNwwy9Jn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani Tak Cocok Jadi Menkeu (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/17/20/2118319/tidak-cocok-jadi-menkeu-sri-mulyani-dinilai-paling-pas-jadi-menko-perekonomian-fDSNwwy9Jn.jpg</image><title>Sri Mulyani Tak Cocok Jadi Menkeu (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan bahwa Sri Mulyani tak cocok lagi untuk menjadi Menteri Keuangan pada kabinet pemerintahan Jokowi jilid II.

&quot;Kalau saya melihatnya Menteri Keuangan saat ini (Sri Mulyani) strateginya apa? Tak jelas, jujur saja. Maka itu sekarang ini ketidak jelasan strategi,&quot; ujar dia pada acara dialog 100 ekonom bersama JK di Hotel Westin Jakarta, Kamis (17/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sambil Merangkul Susi Pudjiastuti, Begini Senyum Perpisahan Menko Luhut hingga Jonan
Menurut dia, kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selama lima tahun di Pemerintahan Jokowi-JK belum menunjukan hasil. Pasalnya beberapa strategi hingga kebijakan yang dilakukan dia belum mampu mengejar target pertumbuhan hingga penerimaan perpajakan.

&quot;Contohnya Kemenkeu beberapa kali tengah memberikan banyak sekali instentif pajak kepada masyarakat hingga pelaku usaha. Namun, sejalan dengan itu, Kemenkeu juga menargetkan penerimaan pajak yang tinggi,&quot; tutur dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Posisi Menteri BUMN Harus Diisi Tokoh yang Jago Bisnis
Dia menjelaskan secara teori, apabila pajak ditekan begitu besar maka peluang untuk konsumsi dan investasi dalam negeri akan menurun. Secara otomatis, itu juga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

&quot;Apabila itu menurun dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi ya negatif. Ini kita perlu kejelasan strategi,&quot; tutur dia.

&amp;nbsp;
Maka itu, lanjut dia, dirinya menyarankan agar posisi Kementerian  Keuangan selanjutnya dapat di isi oleh orang yang tepat. Seperti  seseorang yang yang berani mengambil keputusan bijak.

&quot;Menkeu menurut saya itu, orang yang sangat berani ambil keputusan.  Dan harus berani berhadapan dengan masyarakat dengan DPR,&quot; jelas dia.

Namun, tutur dia Sri Mulyani sebaiknya mengisi kursi pemerintahan  Jokowi Jilid II, utamanya di Kementerian Koordinator Bidang  Perekonomian. Karena pos kementerian itu dianggap paling krusial untuk  diisi dengan orang yang tepat, apalagi dinamika perekonomian saat ini  tengah bergejolak.

&quot;Sosok Sri Mulyani yang kokoh, serta memiliki wibawa dan kebijakan  cemerlang patut berada di kursi Kementerian Perekonomian,&quot; pungkas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan bahwa Sri Mulyani tak cocok lagi untuk menjadi Menteri Keuangan pada kabinet pemerintahan Jokowi jilid II.

&quot;Kalau saya melihatnya Menteri Keuangan saat ini (Sri Mulyani) strateginya apa? Tak jelas, jujur saja. Maka itu sekarang ini ketidak jelasan strategi,&quot; ujar dia pada acara dialog 100 ekonom bersama JK di Hotel Westin Jakarta, Kamis (17/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sambil Merangkul Susi Pudjiastuti, Begini Senyum Perpisahan Menko Luhut hingga Jonan
Menurut dia, kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selama lima tahun di Pemerintahan Jokowi-JK belum menunjukan hasil. Pasalnya beberapa strategi hingga kebijakan yang dilakukan dia belum mampu mengejar target pertumbuhan hingga penerimaan perpajakan.

&quot;Contohnya Kemenkeu beberapa kali tengah memberikan banyak sekali instentif pajak kepada masyarakat hingga pelaku usaha. Namun, sejalan dengan itu, Kemenkeu juga menargetkan penerimaan pajak yang tinggi,&quot; tutur dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Posisi Menteri BUMN Harus Diisi Tokoh yang Jago Bisnis
Dia menjelaskan secara teori, apabila pajak ditekan begitu besar maka peluang untuk konsumsi dan investasi dalam negeri akan menurun. Secara otomatis, itu juga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

&quot;Apabila itu menurun dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi ya negatif. Ini kita perlu kejelasan strategi,&quot; tutur dia.

&amp;nbsp;
Maka itu, lanjut dia, dirinya menyarankan agar posisi Kementerian  Keuangan selanjutnya dapat di isi oleh orang yang tepat. Seperti  seseorang yang yang berani mengambil keputusan bijak.

&quot;Menkeu menurut saya itu, orang yang sangat berani ambil keputusan.  Dan harus berani berhadapan dengan masyarakat dengan DPR,&quot; jelas dia.

Namun, tutur dia Sri Mulyani sebaiknya mengisi kursi pemerintahan  Jokowi Jilid II, utamanya di Kementerian Koordinator Bidang  Perekonomian. Karena pos kementerian itu dianggap paling krusial untuk  diisi dengan orang yang tepat, apalagi dinamika perekonomian saat ini  tengah bergejolak.

&quot;Sosok Sri Mulyani yang kokoh, serta memiliki wibawa dan kebijakan  cemerlang patut berada di kursi Kementerian Perekonomian,&quot; pungkas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
