<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Wisman Tinggi, Labuan Bajo hingga Mandalika Harus Terus Dikembangkan</title><description>Kemenpar telah mempertimbangkan kualitas wisatawan mancanegara, untuk menjadi target dari 5 destinasi wisata prioritas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118156/pertumbuhan-wisman-tinggi-labuan-bajo-hingga-mandalika-harus-terus-dikembangkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118156/pertumbuhan-wisman-tinggi-labuan-bajo-hingga-mandalika-harus-terus-dikembangkan"/><item><title>Pertumbuhan Wisman Tinggi, Labuan Bajo hingga Mandalika Harus Terus Dikembangkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118156/pertumbuhan-wisman-tinggi-labuan-bajo-hingga-mandalika-harus-terus-dikembangkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118156/pertumbuhan-wisman-tinggi-labuan-bajo-hingga-mandalika-harus-terus-dikembangkan</guid><pubDate>Kamis 17 Oktober 2019 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/17/320/2118156/pertumbuhan-wisman-tinggi-labuan-bajo-hingga-mandalika-harus-terus-dikembangkan-IWwELdGpVD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Labuan Bajo (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/17/320/2118156/pertumbuhan-wisman-tinggi-labuan-bajo-hingga-mandalika-harus-terus-dikembangkan-IWwELdGpVD.jpg</image><title>Labuan Bajo (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Dalam semangat percepatan pengembangan destinasi wisata prioritas, tahun ini pemerintah telah menganggarkan Rp2,98 triliun. Pada APBN 2020, pemerintah menambahkan anggaran tersebut menjadi Rp6,34 triliun.
Beberapa destinasi wisata prioritas pun, telah mendapatkan kucuran dana yang fantastis. Di antaranya untuk danau Toba Rp2,2 triliun, Borobudur Rp2,1 triliun, Labuan Bajo Rp6,3 triliun, dan Mandalika Rp1,9 triliun.
Baca Juga: Rp4,6 triliun Disiapkan untuk Kembangkan 5 Kawasan Pariwisata Super Prioritas
Kemenpar telah mempertimbangkan kualitas wisatawan mancanegara, untuk menjadi target dari 5 destinasi wisata prioritas. Kemenpar menargetkan penambahan kunjungan sampai dengan 6 juta wisman dengan target untuk Danau Toba sebanyak 1 juta wisman, Borobudur 2 juta wisman, Mandalika 2 juta wisman, Labuan Bajo 500 ribu wisman, dan Likupang 500 ribu wisman.
Berdasarkan perhitungan Kemenpar, tambahan 6 juta kunjungan wisman akan membawa tambahan devisa sekitar USD7,3 miliar. Perhitungan tersebut mengacu pada rerata pengeluaran atau spending wisman di Indonesia sekitar USD1.220 per kunjungan.

Asisten Deputi Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Hengky Manurung mengatakan dalam RPJMN 2020-2024 target utama menghasilkan masyarakat dari parwisata dengan target utama devisa pariwisata. Jumlah dan keterampilan SDM pariwisata serta memberikan nilai tambah sektor pariwisata.
&quot;Dalam lima tahun terakhir pertumbuhan wisman di 2014-2018, ini akan kita genjot. Investasi lima tahun terakhir meningkat target sampai akhir 2019 sebesar USD20 miliar,&quot; kata Hengky Manurung pada Economic Outlook Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas di Jakarta, Kamis (17/10/2019).Sementara itu, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto  mengatakan, Kementerian PUPR memberikan dukungan untuk pengadaan  infrastruktur dikawasan pariwisata. Prioritas Kementerian saat ini  adalah meningkatkan fasilitas kepada 25 Kawasan Strategis Pariwisata  Nasional (KSPN) prioritas.

&quot;Hari ini kita bicara kawasan destinasi wisata di Indonesia, bukan  hanya 10 kawasan destinasi, jumlahnya masih banyak. Terlebih jika RPJMN   2024 disetujui, akan semakin banyak destinasi wisata yang akan muncul,&quot;  ujar Sugiyartanto.
Seperti diketahui, Indonesia mempunyai keindahan alam dan kekayaan  budaya yang melimpah. Di tahun 2019 ini, pemerintah menargetkan 18 juta  kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri. Hingga September 2019,  sudah mencapai 9,3 juta kunjungan. Daerah kunjungan wisata favorit  sejauh ini masih didominasi Bali. Wajar, karena Bali memang banyak  menawarkan destinasi wisata.</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam semangat percepatan pengembangan destinasi wisata prioritas, tahun ini pemerintah telah menganggarkan Rp2,98 triliun. Pada APBN 2020, pemerintah menambahkan anggaran tersebut menjadi Rp6,34 triliun.
Beberapa destinasi wisata prioritas pun, telah mendapatkan kucuran dana yang fantastis. Di antaranya untuk danau Toba Rp2,2 triliun, Borobudur Rp2,1 triliun, Labuan Bajo Rp6,3 triliun, dan Mandalika Rp1,9 triliun.
Baca Juga: Rp4,6 triliun Disiapkan untuk Kembangkan 5 Kawasan Pariwisata Super Prioritas
Kemenpar telah mempertimbangkan kualitas wisatawan mancanegara, untuk menjadi target dari 5 destinasi wisata prioritas. Kemenpar menargetkan penambahan kunjungan sampai dengan 6 juta wisman dengan target untuk Danau Toba sebanyak 1 juta wisman, Borobudur 2 juta wisman, Mandalika 2 juta wisman, Labuan Bajo 500 ribu wisman, dan Likupang 500 ribu wisman.
Berdasarkan perhitungan Kemenpar, tambahan 6 juta kunjungan wisman akan membawa tambahan devisa sekitar USD7,3 miliar. Perhitungan tersebut mengacu pada rerata pengeluaran atau spending wisman di Indonesia sekitar USD1.220 per kunjungan.

Asisten Deputi Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Hengky Manurung mengatakan dalam RPJMN 2020-2024 target utama menghasilkan masyarakat dari parwisata dengan target utama devisa pariwisata. Jumlah dan keterampilan SDM pariwisata serta memberikan nilai tambah sektor pariwisata.
&quot;Dalam lima tahun terakhir pertumbuhan wisman di 2014-2018, ini akan kita genjot. Investasi lima tahun terakhir meningkat target sampai akhir 2019 sebesar USD20 miliar,&quot; kata Hengky Manurung pada Economic Outlook Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas di Jakarta, Kamis (17/10/2019).Sementara itu, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto  mengatakan, Kementerian PUPR memberikan dukungan untuk pengadaan  infrastruktur dikawasan pariwisata. Prioritas Kementerian saat ini  adalah meningkatkan fasilitas kepada 25 Kawasan Strategis Pariwisata  Nasional (KSPN) prioritas.

&quot;Hari ini kita bicara kawasan destinasi wisata di Indonesia, bukan  hanya 10 kawasan destinasi, jumlahnya masih banyak. Terlebih jika RPJMN   2024 disetujui, akan semakin banyak destinasi wisata yang akan muncul,&quot;  ujar Sugiyartanto.
Seperti diketahui, Indonesia mempunyai keindahan alam dan kekayaan  budaya yang melimpah. Di tahun 2019 ini, pemerintah menargetkan 18 juta  kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri. Hingga September 2019,  sudah mencapai 9,3 juta kunjungan. Daerah kunjungan wisata favorit  sejauh ini masih didominasi Bali. Wajar, karena Bali memang banyak  menawarkan destinasi wisata.</content:encoded></item></channel></rss>
