<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabinet Baru Jokowi Jangan Lupakan Proyek Prioritas Sektor Pariwisata</title><description>Kabinet Pemerintahan Jokowi jilid II diharapkan tetap melanjutkan program prioritas di sektor pariwisata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118167/kabinet-baru-jokowi-jangan-lupakan-proyek-prioritas-sektor-pariwisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118167/kabinet-baru-jokowi-jangan-lupakan-proyek-prioritas-sektor-pariwisata"/><item><title>Kabinet Baru Jokowi Jangan Lupakan Proyek Prioritas Sektor Pariwisata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118167/kabinet-baru-jokowi-jangan-lupakan-proyek-prioritas-sektor-pariwisata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118167/kabinet-baru-jokowi-jangan-lupakan-proyek-prioritas-sektor-pariwisata</guid><pubDate>Kamis 17 Oktober 2019 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/17/320/2118167/kabinet-baru-jokowi-jangan-lupakan-proyek-prioritas-sektor-pariwisata-kz2VZSlMg8.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Economy Outlook Pengembangan Sektor Pariwisata (Okezone.com/Taufik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/17/320/2118167/kabinet-baru-jokowi-jangan-lupakan-proyek-prioritas-sektor-pariwisata-kz2VZSlMg8.jpeg</image><title>Economy Outlook Pengembangan Sektor Pariwisata (Okezone.com/Taufik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kabinet Pemerintahan Jokowi jilid II diharapkan tetap melanjutkan program prioritas di sektor pariwisata. Pemerintah juga menetapkan program 10 destinasi Bali baru dan menetapkan 5 destinasi prioritas.
Direktur Operasional IDX Channel Apreyvita Wulansari, mengatakan di  2019 target perolehan dari sektor pariwisata mencapai Rp2,8 triliun.
Baca Juga: Infrastruktur Jalan Jadi 'Karpet Merah' Pengembangan Pariwisata Super Prioritas
&quot;Energi yang diberikan pemerintah Jokowi pada pemerintahan pertama, semoga pemerintah kedua ini dukungan terhadap pariwisata tetap sama dan koordinasi dengan kementerian-kementerian terkait,&quot; kata Apreyvita Wulansari pada Economic Outlook Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas di Jakarta, Kamis (17/10/2019)
Sementara itu, Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi mengatakan pariwisata adalah salah satu sektor yang menguntungkan, untuk itu Bank Mandiri tertarik masuk dan membiayai sektor pariwisata.  Mandiri mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) per Agustus 2019 mencapai Rp2,48 triliun atau sekitar 16,5% dari total KUR Mandiri yang mencapai Rp15,03 triliun.

&quot;KUR Ini kita gunakan untuk membiayai kapal dan lainnya yang terkait dengan sektor pariwisata,&quot; kata Rizaldi.
Asal tahu saja, Indonesia mempunyai keindahan alam dan kekayaan budaya yang melimpah. Di tahun 2019, pemerintah menargetkan 18 juta kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri. Hingga September 2019, sudah mencapai 9,3 juta kunjungan. Daerah kunjungan wisata favorit sejauh ini masih didominasi Bali. Wajar, karena Bali memang banyak menawarkan destinasi wisata.Namun, wisata Indonesia tidak hanya Bali. Keindahan alam Indonesia  tersebar dari Aceh hingga Papua. Agar kunjungan wisatawan asing tidak  hanya terpusat di Bali, 3 tahun yang lalu pemerintah pun memutuskan  untuk pengembangan 10 Bali baru. Pada Juli 2019 lalu, Presiden Joko  Widodo memimpin rapat terbatas di Istana Negara, untuk percepatan  pengembangan wisata prioritas di 5 destinasi. Kelima destinasi tersebut  di antaranya adalah Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo  dan Likupang.

Dalam kunjungannya ke 5 destinasi tersebut, presiden Joko Widodo  menemukan masih ada beberapa persoalan yang harus segera dibenahi.  Diantaranya adalah persoalan pengaturan dan pengendalian tata ruang  pariwisata, akses menuju destinasi wisata, peningkatan fasilitas  kebutuhan wisatawan di lokasi wisata, peningkatan kualitas sumber daya  manusia, dan masih kurangnya pameran kebudayaan, pasar seni dan promosi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kabinet Pemerintahan Jokowi jilid II diharapkan tetap melanjutkan program prioritas di sektor pariwisata. Pemerintah juga menetapkan program 10 destinasi Bali baru dan menetapkan 5 destinasi prioritas.
Direktur Operasional IDX Channel Apreyvita Wulansari, mengatakan di  2019 target perolehan dari sektor pariwisata mencapai Rp2,8 triliun.
Baca Juga: Infrastruktur Jalan Jadi 'Karpet Merah' Pengembangan Pariwisata Super Prioritas
&quot;Energi yang diberikan pemerintah Jokowi pada pemerintahan pertama, semoga pemerintah kedua ini dukungan terhadap pariwisata tetap sama dan koordinasi dengan kementerian-kementerian terkait,&quot; kata Apreyvita Wulansari pada Economic Outlook Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas di Jakarta, Kamis (17/10/2019)
Sementara itu, Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi mengatakan pariwisata adalah salah satu sektor yang menguntungkan, untuk itu Bank Mandiri tertarik masuk dan membiayai sektor pariwisata.  Mandiri mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) per Agustus 2019 mencapai Rp2,48 triliun atau sekitar 16,5% dari total KUR Mandiri yang mencapai Rp15,03 triliun.

&quot;KUR Ini kita gunakan untuk membiayai kapal dan lainnya yang terkait dengan sektor pariwisata,&quot; kata Rizaldi.
Asal tahu saja, Indonesia mempunyai keindahan alam dan kekayaan budaya yang melimpah. Di tahun 2019, pemerintah menargetkan 18 juta kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri. Hingga September 2019, sudah mencapai 9,3 juta kunjungan. Daerah kunjungan wisata favorit sejauh ini masih didominasi Bali. Wajar, karena Bali memang banyak menawarkan destinasi wisata.Namun, wisata Indonesia tidak hanya Bali. Keindahan alam Indonesia  tersebar dari Aceh hingga Papua. Agar kunjungan wisatawan asing tidak  hanya terpusat di Bali, 3 tahun yang lalu pemerintah pun memutuskan  untuk pengembangan 10 Bali baru. Pada Juli 2019 lalu, Presiden Joko  Widodo memimpin rapat terbatas di Istana Negara, untuk percepatan  pengembangan wisata prioritas di 5 destinasi. Kelima destinasi tersebut  di antaranya adalah Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo  dan Likupang.

Dalam kunjungannya ke 5 destinasi tersebut, presiden Joko Widodo  menemukan masih ada beberapa persoalan yang harus segera dibenahi.  Diantaranya adalah persoalan pengaturan dan pengendalian tata ruang  pariwisata, akses menuju destinasi wisata, peningkatan fasilitas  kebutuhan wisatawan di lokasi wisata, peningkatan kualitas sumber daya  manusia, dan masih kurangnya pameran kebudayaan, pasar seni dan promosi.</content:encoded></item></channel></rss>
