<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong Jadi Jawaban Kekurangan Pasokan Gas di Jatim</title><description>PGN tengah membangun fasilitas Liquid Natural Gas (LNG) Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118181/pembangunan-terminal-lng-teluk-lamong-jadi-jawaban-kekurangan-pasokan-gas-di-jatim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118181/pembangunan-terminal-lng-teluk-lamong-jadi-jawaban-kekurangan-pasokan-gas-di-jatim"/><item><title>Pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong Jadi Jawaban Kekurangan Pasokan Gas di Jatim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118181/pembangunan-terminal-lng-teluk-lamong-jadi-jawaban-kekurangan-pasokan-gas-di-jatim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118181/pembangunan-terminal-lng-teluk-lamong-jadi-jawaban-kekurangan-pasokan-gas-di-jatim</guid><pubDate>Kamis 17 Oktober 2019 14:44 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/17/320/2118181/pembangunan-terminal-lng-teluk-lamong-jadi-jawaban-kekurangan-pasokan-gas-di-jatim-gwlLtbBTze.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pipa Gas PGN (Foto: Okezone.com/Feby)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/17/320/2118181/pembangunan-terminal-lng-teluk-lamong-jadi-jawaban-kekurangan-pasokan-gas-di-jatim-gwlLtbBTze.jpg</image><title>Pipa Gas PGN (Foto: Okezone.com/Feby)</title></images><description>SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tengah membangun fasilitas Liquid Natural Gas (LNG) Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong, Surabaya. Dengan terminal LNG ini kebutuhan konsumen gas di Surabaya bisa tercukupi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Terminal LNG Bakal Dibangun di Teluk Lamong
Division Head Corporate Communication PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan, pasar di Jawa Timur masih sangat besar. Bahkan demand lebih besar daripada suplai gas yang ada saat ini.

&quot;Suplainya baru 140 MMSCFD, demand 160 MMSCFD lebih. Jadi pasokan kurang,&quot; ujarnya di Offtake Station Kalisogo PGN, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Terminal LNG Teluk Lamong Jamin Pasokan Gas Jawa
Menurut dia, untuk menjawab kekurangan pasokan tersebut, saat ini PGN memperluas jaringan infrastruktur. Tidak hanya berupa jaringan pipa transmisi dan distribusi, PGN tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas LNG Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong, Surabaya.
&amp;nbsp;Dalam membangun LNG terminal berkapasitas 40 BBTUD itu, PGN bekerja  sama dengan dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Pembangunan LNG  Terminal yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan bakal beroperasi  akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023.

&amp;ldquo;Tahun ini LNG Terminal berkapasitas 40 MMscfd (million standard  cubic feet per day) diharapkan dapat beroperasi. Total kapasitas 180  MMscfd beroperasi penuh pada 2023 mendatang,&amp;rdquo; katanya.

Sementara fase kedua adalah pembangunan Terminal pengisian LNG skala  kecil menggunakan ISO Tank ukuran 20-40 kaki container untuk  mendistribusikan gas alam cair di luar sistem pipa ataupun menggunakan  truk. Sedangkan fase ketiga yakni pembangunan tangki LNG permanen ukuran  50 ribu cbm dan dapat ditingkatkan hingga 180 cbm.

&quot;LNG Terminal itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa  Timur. Keberadaan LNG Terminal di Teluk Lamong itu diharapkan jadi  langkah antisipatif jika ada kendala terkait pasokan gas bumi di Jatim.  Lantaran selama ini, pasokan gas di Jatim hanya mengandalkan sumur gas  Kontrak Kerja Sama minyak dan gas di sekitar wilayah tersebut,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tengah membangun fasilitas Liquid Natural Gas (LNG) Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong, Surabaya. Dengan terminal LNG ini kebutuhan konsumen gas di Surabaya bisa tercukupi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Terminal LNG Bakal Dibangun di Teluk Lamong
Division Head Corporate Communication PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan, pasar di Jawa Timur masih sangat besar. Bahkan demand lebih besar daripada suplai gas yang ada saat ini.

&quot;Suplainya baru 140 MMSCFD, demand 160 MMSCFD lebih. Jadi pasokan kurang,&quot; ujarnya di Offtake Station Kalisogo PGN, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Terminal LNG Teluk Lamong Jamin Pasokan Gas Jawa
Menurut dia, untuk menjawab kekurangan pasokan tersebut, saat ini PGN memperluas jaringan infrastruktur. Tidak hanya berupa jaringan pipa transmisi dan distribusi, PGN tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas LNG Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong, Surabaya.
&amp;nbsp;Dalam membangun LNG terminal berkapasitas 40 BBTUD itu, PGN bekerja  sama dengan dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Pembangunan LNG  Terminal yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan bakal beroperasi  akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023.

&amp;ldquo;Tahun ini LNG Terminal berkapasitas 40 MMscfd (million standard  cubic feet per day) diharapkan dapat beroperasi. Total kapasitas 180  MMscfd beroperasi penuh pada 2023 mendatang,&amp;rdquo; katanya.

Sementara fase kedua adalah pembangunan Terminal pengisian LNG skala  kecil menggunakan ISO Tank ukuran 20-40 kaki container untuk  mendistribusikan gas alam cair di luar sistem pipa ataupun menggunakan  truk. Sedangkan fase ketiga yakni pembangunan tangki LNG permanen ukuran  50 ribu cbm dan dapat ditingkatkan hingga 180 cbm.

&quot;LNG Terminal itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa  Timur. Keberadaan LNG Terminal di Teluk Lamong itu diharapkan jadi  langkah antisipatif jika ada kendala terkait pasokan gas bumi di Jatim.  Lantaran selama ini, pasokan gas di Jatim hanya mengandalkan sumur gas  Kontrak Kerja Sama minyak dan gas di sekitar wilayah tersebut,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
