<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Target Bauran Energi Bisa Tercapai, Segini Keuntungan Negara dari Penghematan Impor</title><description>PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan berbagai strategi untuk memenuhi kebutuhan gas bumi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118196/target-bauran-energi-bisa-tercapai-segini-keuntungan-negara-dari-penghematan-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118196/target-bauran-energi-bisa-tercapai-segini-keuntungan-negara-dari-penghematan-impor"/><item><title>Target Bauran Energi Bisa Tercapai, Segini Keuntungan Negara dari Penghematan Impor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118196/target-bauran-energi-bisa-tercapai-segini-keuntungan-negara-dari-penghematan-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/17/320/2118196/target-bauran-energi-bisa-tercapai-segini-keuntungan-negara-dari-penghematan-impor</guid><pubDate>Kamis 17 Oktober 2019 15:27 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/17/320/2118196/target-bauran-energi-bisa-tercapai-segini-keuntungan-negara-dari-penghematan-impor-Fq5Uc8KZey.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penghematan Impor dari Target Bauran Energi (Foto: Okezone.com/Feby)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/17/320/2118196/target-bauran-energi-bisa-tercapai-segini-keuntungan-negara-dari-penghematan-impor-Fq5Uc8KZey.jpg</image><title>Penghematan Impor dari Target Bauran Energi (Foto: Okezone.com/Feby)</title></images><description>SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan berbagai strategi untuk memenuhi kebutuhan gas bumi yang terus meningkat khususnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Strategi tersebut akan digunakan untuk mencapai bauran energi minimal 22% pada 2024 seperti yang ditargetkan pemerintah.

Division Head Corporate Communication PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan, pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi adalah keniscayaan untuk mencapai target bauran energi seperti yang ditargetkan pemerintah.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong Jadi Jawaban Kekurangan Pasokan Gas di Jatim
Untuk itu, sesuai rencana kerja PGN hingga 2024, perusahaan akan membangun sejumlah infrastruktur baru. Seperti jaringan pipa transmisi dan distribusi masing-masing sepanjang 528 kilometer (Km) dan 500 (Km).

&quot;Lalu, 7 LNG filling station untuk truk/kapal, 5 FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga dan 17 fasilitas LNG untuk mensuplai kebutuhan kelistrikan dan menjangku wilayah geografis dengan karakterisktik kepulauan di seluruh Indonesia,&amp;ldquo; ujarnya di Offtake Station Kalisogo PGN, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Terminal LNG Teluk Lamong Jamin Pasokan Gas Jawa
Menurut dia, bila target bauran energi minimal 22% pada 2024 tercapai, negara bisa menghemat triliunan rupiah. Impor bahan bakar minyak dan LPG akan berkurang sehingga berpotensi menghemat Rp62 triliun.

Kemudian, subsidi untuk BBM dan LPG juga bisa dipangkas hingga Rp13 triliun dan bauran energi juga memberi nilai tambah hingga Rp60 triliun.

&quot;Tercapainya target bauran energi di sektor gas juga akan membantu pemerintah meningkatkan ketahanan energi nasional sesuai dengan potensi sumber daya negeri ini ke depan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Selain itu, PGN juga terus memperluas jaringan infrastruktur. Khusus  di Jawa Timur, tidak hanya berupa jaringan pipa transmisi dan  distribusi, PGN juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas Liquid  Natural Gas (LNG) Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong,  Surabaya.

Dalam membangun LNG terminal berkapasitas 40 BBTUD itu, PGN bekerja  sama dengan dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Pembangunan LNG  Terminal yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan bakal beroperasi  akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023.

&amp;ldquo;Tahun ini LNG Terminal berkapasitas 40 MMscfd (million standard  cubic feet per day) diharapkan dapat beroperasi. Total kapasitas 180  MMscfd beroperasi penuh pada 2023,&amp;rdquo; katanya.

Sementara fase kedua adalah pembangunan Terminal pengisian LNG skala  kecil menggunakan ISO Tank ukuran 20-40 kaki container untuk  mendistribusikan gas alam cair di luar sistem pipa ataupun menggunakan  truk.

Sedangkan fase ketiga yakni pembangunan tangki LNG permanen ukuran 50 ribu cbm dan dapat ditingkatkan hingga 180 cbm.

LNG Terminal itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa  Timur. Keberadaan LNG Terminal di Teluk Lamong itu diharapkan jadi  langkah antisipatif jika ada kendala terkait pasokan gas bumi di Jatim.

Lantaran selama ini, pasokan gas di Jatim hanya mengandalkan sumur  gas Kontrak Kerja Sama minyak dan gas di sekitar wilayah tersebut.
&amp;nbsp;Secara konsep besar pengelolaan ketahanan pasokan di Jawa Timur dan   nasional pada umumnya, tak hanya untuk Jatim, keberadaan LNG Terminal   Teluk Lamong itu juga bakal mendukung pasokan gas bumi untuk wilayah   lain.

Integrasi moda transportasi gas bumi baik berbasis pipa maupun non   pipa yang diupayakan dapat menjangkau seluruh wilayah pasar merupakan   cara agar pemanfaatan gas bumi domestic dapat meningkat.

Selain fasilitas Terminal LNG Teluk Lamong akan meregasifikasi pasok   LNG dan dialirkan ke jaringan pipa, fasilitas tersebut juga dapat   dimanfaatkan untuk pengisian LNG trucking dengan memanfaatkan ISO tank   yang dapat mendistribusikan kebutuhan gas bumi ke wilayah yang belum   dijangkau infrastruktur pipa.

&quot;Diharapkan, fasilitas tersebut bisa jadi solusi dan sarana untuk   membuka pasar ritel baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah,&quot; tuturnya.

Terlebih jika jika pipa transmisi Gresik &amp;ndash; Semarang sepanjang 267   kilometer rampung. Pembangunan pipa gas Gresik &amp;ndash; Semarang ditargetkan   kelar pada Maret tahun depan di mana saat ini progres pembangunannya   sudah lebih dari 90 persen. Selain pipa transmisi, PGN juga bakal   membangunan pipa distribusi Semarang &amp;ndash; Kendal &amp;ndash; Ungaran sepanjang 96 Km.

Di Sumatera, PGN juga tengah mengerjakan pembangunan pipa transmisi Duri &amp;ndash; Dumai tahap II sepanjang 67 kilometer.

&amp;ldquo;Selain infrastruktur gas bumi yang sedang digenjot, pemenuhan   kebutuhan gas bumi untuk menekan subsidi energi dari sisi pasok harus   mulai diperhatikan. Dengan karakteristik cadangan-cadangan baru yang   lebih cocok ditransportasikan dengan basis LNG dan uncommitted LNG yang   belum terserap secara maksimal, tampaknya pasar domestik membutuhkan   kebijakan DMO LNG agar konsumen domestik dapat diproteksi guna   meningkatkan daya saing dengan pasar ekspor,&amp;rdquo; imbuhnya.

Ke depan, infrastruktur gas bumi Trans Jawa diharapkan terkoneksi   dengan Sumatera. Dengan demikian, kehandalan pasokan gas bumi kian   meningkat dan diiringi perluasan pasar guna utilisasi gas bumi domestik.

Terkoneksinya jaringan infrastruktur gas Trans Jawa dan Sumatera   praktis tinggal menyisakan pipa Cirebon &amp;ndash; Semarang dan Medan &amp;ndash; Dumai.
</description><content:encoded>SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan berbagai strategi untuk memenuhi kebutuhan gas bumi yang terus meningkat khususnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Strategi tersebut akan digunakan untuk mencapai bauran energi minimal 22% pada 2024 seperti yang ditargetkan pemerintah.

Division Head Corporate Communication PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan, pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi adalah keniscayaan untuk mencapai target bauran energi seperti yang ditargetkan pemerintah.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong Jadi Jawaban Kekurangan Pasokan Gas di Jatim
Untuk itu, sesuai rencana kerja PGN hingga 2024, perusahaan akan membangun sejumlah infrastruktur baru. Seperti jaringan pipa transmisi dan distribusi masing-masing sepanjang 528 kilometer (Km) dan 500 (Km).

&quot;Lalu, 7 LNG filling station untuk truk/kapal, 5 FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga dan 17 fasilitas LNG untuk mensuplai kebutuhan kelistrikan dan menjangku wilayah geografis dengan karakterisktik kepulauan di seluruh Indonesia,&amp;ldquo; ujarnya di Offtake Station Kalisogo PGN, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Terminal LNG Teluk Lamong Jamin Pasokan Gas Jawa
Menurut dia, bila target bauran energi minimal 22% pada 2024 tercapai, negara bisa menghemat triliunan rupiah. Impor bahan bakar minyak dan LPG akan berkurang sehingga berpotensi menghemat Rp62 triliun.

Kemudian, subsidi untuk BBM dan LPG juga bisa dipangkas hingga Rp13 triliun dan bauran energi juga memberi nilai tambah hingga Rp60 triliun.

&quot;Tercapainya target bauran energi di sektor gas juga akan membantu pemerintah meningkatkan ketahanan energi nasional sesuai dengan potensi sumber daya negeri ini ke depan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Selain itu, PGN juga terus memperluas jaringan infrastruktur. Khusus  di Jawa Timur, tidak hanya berupa jaringan pipa transmisi dan  distribusi, PGN juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas Liquid  Natural Gas (LNG) Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong,  Surabaya.

Dalam membangun LNG terminal berkapasitas 40 BBTUD itu, PGN bekerja  sama dengan dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Pembangunan LNG  Terminal yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan bakal beroperasi  akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023.

&amp;ldquo;Tahun ini LNG Terminal berkapasitas 40 MMscfd (million standard  cubic feet per day) diharapkan dapat beroperasi. Total kapasitas 180  MMscfd beroperasi penuh pada 2023,&amp;rdquo; katanya.

Sementara fase kedua adalah pembangunan Terminal pengisian LNG skala  kecil menggunakan ISO Tank ukuran 20-40 kaki container untuk  mendistribusikan gas alam cair di luar sistem pipa ataupun menggunakan  truk.

Sedangkan fase ketiga yakni pembangunan tangki LNG permanen ukuran 50 ribu cbm dan dapat ditingkatkan hingga 180 cbm.

LNG Terminal itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa  Timur. Keberadaan LNG Terminal di Teluk Lamong itu diharapkan jadi  langkah antisipatif jika ada kendala terkait pasokan gas bumi di Jatim.

Lantaran selama ini, pasokan gas di Jatim hanya mengandalkan sumur  gas Kontrak Kerja Sama minyak dan gas di sekitar wilayah tersebut.
&amp;nbsp;Secara konsep besar pengelolaan ketahanan pasokan di Jawa Timur dan   nasional pada umumnya, tak hanya untuk Jatim, keberadaan LNG Terminal   Teluk Lamong itu juga bakal mendukung pasokan gas bumi untuk wilayah   lain.

Integrasi moda transportasi gas bumi baik berbasis pipa maupun non   pipa yang diupayakan dapat menjangkau seluruh wilayah pasar merupakan   cara agar pemanfaatan gas bumi domestic dapat meningkat.

Selain fasilitas Terminal LNG Teluk Lamong akan meregasifikasi pasok   LNG dan dialirkan ke jaringan pipa, fasilitas tersebut juga dapat   dimanfaatkan untuk pengisian LNG trucking dengan memanfaatkan ISO tank   yang dapat mendistribusikan kebutuhan gas bumi ke wilayah yang belum   dijangkau infrastruktur pipa.

&quot;Diharapkan, fasilitas tersebut bisa jadi solusi dan sarana untuk   membuka pasar ritel baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah,&quot; tuturnya.

Terlebih jika jika pipa transmisi Gresik &amp;ndash; Semarang sepanjang 267   kilometer rampung. Pembangunan pipa gas Gresik &amp;ndash; Semarang ditargetkan   kelar pada Maret tahun depan di mana saat ini progres pembangunannya   sudah lebih dari 90 persen. Selain pipa transmisi, PGN juga bakal   membangunan pipa distribusi Semarang &amp;ndash; Kendal &amp;ndash; Ungaran sepanjang 96 Km.

Di Sumatera, PGN juga tengah mengerjakan pembangunan pipa transmisi Duri &amp;ndash; Dumai tahap II sepanjang 67 kilometer.

&amp;ldquo;Selain infrastruktur gas bumi yang sedang digenjot, pemenuhan   kebutuhan gas bumi untuk menekan subsidi energi dari sisi pasok harus   mulai diperhatikan. Dengan karakteristik cadangan-cadangan baru yang   lebih cocok ditransportasikan dengan basis LNG dan uncommitted LNG yang   belum terserap secara maksimal, tampaknya pasar domestik membutuhkan   kebijakan DMO LNG agar konsumen domestik dapat diproteksi guna   meningkatkan daya saing dengan pasar ekspor,&amp;rdquo; imbuhnya.

Ke depan, infrastruktur gas bumi Trans Jawa diharapkan terkoneksi   dengan Sumatera. Dengan demikian, kehandalan pasokan gas bumi kian   meningkat dan diiringi perluasan pasar guna utilisasi gas bumi domestik.

Terkoneksinya jaringan infrastruktur gas Trans Jawa dan Sumatera   praktis tinggal menyisakan pipa Cirebon &amp;ndash; Semarang dan Medan &amp;ndash; Dumai.
</content:encoded></item></channel></rss>
