<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sederet Tantangan Sektor Perbankan di Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Apa Saja?</title><description>Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/18/320/2118670/sederet-tantangan-sektor-perbankan-di-kabinet-jokowi-ma-ruf-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/18/320/2118670/sederet-tantangan-sektor-perbankan-di-kabinet-jokowi-ma-ruf-apa-saja"/><item><title>Sederet Tantangan Sektor Perbankan di Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/18/320/2118670/sederet-tantangan-sektor-perbankan-di-kabinet-jokowi-ma-ruf-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/18/320/2118670/sederet-tantangan-sektor-perbankan-di-kabinet-jokowi-ma-ruf-apa-saja</guid><pubDate>Jum'at 18 Oktober 2019 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/18/320/2118670/sederet-tantangan-sektor-perbankan-di-kabinet-jokowi-ma-ruf-apa-saja-bTT9Y56jpc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tantangan Sektor Perbankan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/18/320/2118670/sederet-tantangan-sektor-perbankan-di-kabinet-jokowi-ma-ruf-apa-saja-bTT9Y56jpc.jpg</image><title>Tantangan Sektor Perbankan (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober 2019. Kabinet kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pun akan segera berakhir.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kondisi Perbankan 5 Tahun Terakhir, Masalah di Kredit Macet
Terkait hal itu, Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan dalam lima tahun ke depan tantangan di sektor perbankan bagi kabinet baru kabinet pemerintahan Jokowi jilid II adalah pergeseran sektor bisnis. Di mana perbankan mesti mengeser lini bisnis korporasi ke sektor retail.

&quot;Perbankan memang harus bergeser kalau tadi perbankan lebih banyak fokus pada komoditas sekarang harus bergeser ke yang sifatnya retail. supaya tidak lagi fokus ke sektor-sektor yang terkena dampak trade war,&quot; ujar dia di Jakarta, Jumat (18/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani: Maaf Presiden Kalau Para Menteri Nakal dan Ndableg
Menurut dia pergeseran lini bisnis ke sektor retail dari korporasi perlu dilakukan. Pasalnya dari sisi permintaan kosumen, sektor ini masih berpotensi untuk naik.

&quot;Beberapa sektor retail yang bisa dimasuki adalah healthcare (layanan kesehatan), pariwisata, consumer goods (barang konsumsi) hingga perumahan sektor menengah ke bawah,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280681_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Dia menjelaskan pada sektor perumahan misalnya, perbankan harus mulai  bergeser kepada pemberian kredit yang lebih murah, khususnya di bawah  Rp1miliar, bahkan di bawah Rp500 juta.

&quot;Selain itu, perbankan bisa pula masuk kepada pemberian kredit  kendaraan bermotor (mobil) ke harga sekitar Rp200 juta,&quot; jelas dia.

Dia menambahkan, pihaknya ingin, bank-bank nasional juga harus mulai  membangun kerja sama baik dengan perusahaan financial technology  (fintech) layanan pinjam meminjam maupun dengan ekosistem e-commerce.

&quot;Untuk tantangan ke depan, saya rasa lebih baik environment-nya.  Memang, bank yang menengah dan kecil yang harus berubah jadi lebih  digital dan lebih kerja sama dengan fintech,&quot; pungkas dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/14/55326/280084_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah Masih Menguat 24 Poin di Level Rp14.052&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded> 
JAKARTA - Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober 2019. Kabinet kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pun akan segera berakhir.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kondisi Perbankan 5 Tahun Terakhir, Masalah di Kredit Macet
Terkait hal itu, Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan dalam lima tahun ke depan tantangan di sektor perbankan bagi kabinet baru kabinet pemerintahan Jokowi jilid II adalah pergeseran sektor bisnis. Di mana perbankan mesti mengeser lini bisnis korporasi ke sektor retail.

&quot;Perbankan memang harus bergeser kalau tadi perbankan lebih banyak fokus pada komoditas sekarang harus bergeser ke yang sifatnya retail. supaya tidak lagi fokus ke sektor-sektor yang terkena dampak trade war,&quot; ujar dia di Jakarta, Jumat (18/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani: Maaf Presiden Kalau Para Menteri Nakal dan Ndableg
Menurut dia pergeseran lini bisnis ke sektor retail dari korporasi perlu dilakukan. Pasalnya dari sisi permintaan kosumen, sektor ini masih berpotensi untuk naik.

&quot;Beberapa sektor retail yang bisa dimasuki adalah healthcare (layanan kesehatan), pariwisata, consumer goods (barang konsumsi) hingga perumahan sektor menengah ke bawah,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280681_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Dia menjelaskan pada sektor perumahan misalnya, perbankan harus mulai  bergeser kepada pemberian kredit yang lebih murah, khususnya di bawah  Rp1miliar, bahkan di bawah Rp500 juta.

&quot;Selain itu, perbankan bisa pula masuk kepada pemberian kredit  kendaraan bermotor (mobil) ke harga sekitar Rp200 juta,&quot; jelas dia.

Dia menambahkan, pihaknya ingin, bank-bank nasional juga harus mulai  membangun kerja sama baik dengan perusahaan financial technology  (fintech) layanan pinjam meminjam maupun dengan ekosistem e-commerce.

&quot;Untuk tantangan ke depan, saya rasa lebih baik environment-nya.  Memang, bank yang menengah dan kecil yang harus berubah jadi lebih  digital dan lebih kerja sama dengan fintech,&quot; pungkas dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/14/55326/280084_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah Masih Menguat 24 Poin di Level Rp14.052&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
