<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inspirasi Usaha Minuman Cokelat, Pengusaha Ini Ungkap Rahasia Suksesnya</title><description>Tak banyak para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang konsisten menekuni usahanya guna mengejar kesuksesan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2118828/inspirasi-usaha-minuman-cokelat-pengusaha-ini-ungkap-rahasia-suksesnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2118828/inspirasi-usaha-minuman-cokelat-pengusaha-ini-ungkap-rahasia-suksesnya"/><item><title>Inspirasi Usaha Minuman Cokelat, Pengusaha Ini Ungkap Rahasia Suksesnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2118828/inspirasi-usaha-minuman-cokelat-pengusaha-ini-ungkap-rahasia-suksesnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2118828/inspirasi-usaha-minuman-cokelat-pengusaha-ini-ungkap-rahasia-suksesnya</guid><pubDate>Sabtu 19 Oktober 2019 05:31 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/18/320/2118828/inspirasi-bisnis-penjual-minuman-cokelat-raih-ukm-award-hingga-tembus-pasar-ekspor-iV9xCzhscR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha Coklat (Foto: Okezone.com/Hambali)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/18/320/2118828/inspirasi-bisnis-penjual-minuman-cokelat-raih-ukm-award-hingga-tembus-pasar-ekspor-iV9xCzhscR.jpg</image><title>Pengusaha Coklat (Foto: Okezone.com/Hambali)</title></images><description>TANGERANG - Tak banyak para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang konsisten menekuni usahanya guna mengejar kesuksesan. Kebanyakan kandas di jalan karena tak mampu berinovasi menghadapi persaingan global.
UKM yang tumbuh subur di Indonesia terdiri atas berbagai macam jenis, salah satu di antaranya adalah usaha minuman dan makanan. Sektor ini terus mengalami peningkatan pendapatan bagi kas negara tiap tahunnya.
Baca Juga: Coba Bisnis Minuman Jelly dari Buah Nipah, Modalnya Enggak Besar
Tentu saja tak mudah menciptakan suatu UKM yang bisa terus bertahan dan berkembang, banyak peran yang saling berkontribusi satu sama lain, misalnya dukungan pemerintah dalam membuka jaringan pasar, pendampingan usaha, hingga bantuan modal.
Namun di luar itu, rupanya ada yang paling berpengaruh terhadap keberlangsungan UKM, yaitu soal konsistensi dan semangat pantang menyerah pelakunya. Karena dalam era persaingan, modal besar saja tidak cukup untuk membuat suatu usaha bisa bertahan.

Sebagaimana diungkap oleh Calvin Yong, pemilik UKM minuman kemasan cokelat. Dia menuturkan pengalaman dalam merintis bisnis sejak tahun 2015 silam. Pasang surut disebutkan nampak mewarnai usahanya, meskipun ternyata dia mampu mengubah menjadi peluang.
&quot;Dulu 2015 awalnya. Waktu itu kita mau buat (usaha) kopi, tapi nggak jadi. Karena waktu itu kita trading cokelat, cuma ada satu costumer dia batalin cokelatnya, saya pusingkan. Terus bagaimana cokelatnya? akhirnya saya sendiri yang atur cokelatnya, dan akhirnya memang enak (rasanya), terus kita jalani,&quot; ujarnya kepada Okezone, Tangerang, Jumat (18/10/2019).Meski dirasa cukup nikmat saat diminum sendiri, namun belum tentu  sama jika lidah orang lain yang mencicipi. Karena ingin memberi kepuasan  rasa pada konsumen, lalu diupayakan lah berbagai cara guna menguji rasa  minuman cokelat miliknya.
&quot;Dulu kalau kita yang nyicip, ya enak saja, tapi belum tentu orang  lain. Terus kita sajikan kepada orang lain, jadi show up di tempat  tertentu kita berikan gratis agar masyarakat mencoba, sampai beberapa  kali kita lakukan, dan hasilnya baik. Baru setelah itu kita produksi,&quot;  imbuhnya.
Baca Juga: Jualan Ikan Krispi, Modal Minim Untung Besar
Di tengah prosesnya, Calvin harus mengakui bahwa dia tak boleh  menuruti ego dalam meracik bahan minuman sekehendak hatinya. Lantas  dicarilah orang lain yang memiliki kemampuan untuk diminta bekerjasama,  sekaligus membangun usaha minuman kemasan yang diberi nama CY Beverage.
&quot;Akhirnya saya sadari, bahwa kepemimpinan itu bukan yang harus jago  (ahli) dalam semua hal. Jadi saat itu saya mencari orang lain yang bisa  meraciknya. Setelah dicoba kok enak, dan kita tawarkan ke orang lain  juga oke, baru berikutnya kita pasarkan,&quot; kata Calvin.

Pemasaran produk minuman kemasan cokelat Calvin terus meluas ke  berbagai daerah seperti, Jakarta, Batam, Medan, Bali, Surabaya, Bandung,  dan lainnya. Sedangkan untuk ekspor ke luar negeri, minumannya telah  banyak dipasok ke Singapura dan China.
Pada tahun 2017, Calvin meraih award dari Kementerian Perdagangan  (Kemendag). Saat itu, dia masih berfokus pada minuman cokelat. Baru  setelahnya, dia mulai menggarap minuman jenis CY Matcha Latte. Kini  Matcha Latte kembali meraih award oleh Kemendag dalam ajang Trade Expo  Indonesia 2019.&quot;Kali ini dapat award lagi, jadi kategorinya produk minuman kemasan   berupa Matcha Latte. Jadi saat ini ada 3 produknya, tapi tidak berhenti   di sini, nanti saya tetap akan mengikuti perkembangan ke depan,   bagaimana membuat inovasi lainnya dalam minuman ini,&quot; terangnya.
Dari kesuksesannya itu, Calvin mengambil hikmah dan mengajak semua   pelaku UKM agar berpandangan, jika mimpi besar itu selalu dimulai dari   yang kecil. Oleh karenanya, dibutuhkan konsistensi yang tangguh disertai   pula terobosan inovasi.
&quot;Mulailah dulu dari yang kecil, mulai dari apa yang ada di &quot;tangan&quot;   kita. Lalu membangun hubungan dengan customer, suplier dan pelayan   (staf). Jangan tunggu sampai semua sempurna baru kita mulai usahanya,&quot;   tandasnya.
Baca juga: 6 Pekerjaan yang Bisa Diciptakan Sendiri, dari Makcomblang hingga Food Stylist 
Berdasar data Kementerian Perindustrian, saat ini terdapat sekira 30   ribu UKM kelas menengah yang tersebar di Indonesia. Namun dari jumlah   itu, hanya sekitar 10 persen atau 3.000 UKM di antaranya yang sudah   melakukan ekspor produk.
Pemerintah sendiri melalui Kementerian terkait menarget, pertumbuhan   UKM yang merambah pasar global bisa mencapai 4 persen pada tahun 2019   ini, atau dengan kata lain artinya bertambah 120 UKM.
Untuk mencapai target tersebut, maka pemerintah pun melakukan   berbagai program pembinaan dan pameran bagi UKM. Selain itu, UKM juga   didorong untuk memasarkan produknya lewat e-commerce.

Tahun ini, Trade Expo Indonesia mengusung tema 'Moving Forward To   Serve The World'. Adapun kegiatan  berlangsung selama lima hari, sejak   16 hingga 20 Oktober 2019 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang.
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, Wakil Ketua Dewan Perwakilan   Rakyat (DPR) RI Rahmat Gobel, beberapa duta besar dari negara sahabat,   duta besar Indonesia, Menteri Perdagangan sendiri, hingga Menteri   Transportasi Filipina, turut menyaksikan pembukaan Trade Expo, Rabu 16   Oktober 2019 kemarin.
&quot;Ini adalah upaya kita, bagaimana caranya membuat UKM kita naik,   merangsang UKM agar kreatif atas produk yang dihasilkan, dilombakan, dan   mendapat penghargaan. Dari segi pemasaran bagus juga, paling tidak   pelaku UKM nya sudah ikut lomba, apalagi sampai dapat award, itu akan   menambah kepercayaan dari konsumen,&quot; beber Mendag Enggartiasto Lukita,   usai penyerahan award di lokasi.</description><content:encoded>TANGERANG - Tak banyak para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang konsisten menekuni usahanya guna mengejar kesuksesan. Kebanyakan kandas di jalan karena tak mampu berinovasi menghadapi persaingan global.
UKM yang tumbuh subur di Indonesia terdiri atas berbagai macam jenis, salah satu di antaranya adalah usaha minuman dan makanan. Sektor ini terus mengalami peningkatan pendapatan bagi kas negara tiap tahunnya.
Baca Juga: Coba Bisnis Minuman Jelly dari Buah Nipah, Modalnya Enggak Besar
Tentu saja tak mudah menciptakan suatu UKM yang bisa terus bertahan dan berkembang, banyak peran yang saling berkontribusi satu sama lain, misalnya dukungan pemerintah dalam membuka jaringan pasar, pendampingan usaha, hingga bantuan modal.
Namun di luar itu, rupanya ada yang paling berpengaruh terhadap keberlangsungan UKM, yaitu soal konsistensi dan semangat pantang menyerah pelakunya. Karena dalam era persaingan, modal besar saja tidak cukup untuk membuat suatu usaha bisa bertahan.

Sebagaimana diungkap oleh Calvin Yong, pemilik UKM minuman kemasan cokelat. Dia menuturkan pengalaman dalam merintis bisnis sejak tahun 2015 silam. Pasang surut disebutkan nampak mewarnai usahanya, meskipun ternyata dia mampu mengubah menjadi peluang.
&quot;Dulu 2015 awalnya. Waktu itu kita mau buat (usaha) kopi, tapi nggak jadi. Karena waktu itu kita trading cokelat, cuma ada satu costumer dia batalin cokelatnya, saya pusingkan. Terus bagaimana cokelatnya? akhirnya saya sendiri yang atur cokelatnya, dan akhirnya memang enak (rasanya), terus kita jalani,&quot; ujarnya kepada Okezone, Tangerang, Jumat (18/10/2019).Meski dirasa cukup nikmat saat diminum sendiri, namun belum tentu  sama jika lidah orang lain yang mencicipi. Karena ingin memberi kepuasan  rasa pada konsumen, lalu diupayakan lah berbagai cara guna menguji rasa  minuman cokelat miliknya.
&quot;Dulu kalau kita yang nyicip, ya enak saja, tapi belum tentu orang  lain. Terus kita sajikan kepada orang lain, jadi show up di tempat  tertentu kita berikan gratis agar masyarakat mencoba, sampai beberapa  kali kita lakukan, dan hasilnya baik. Baru setelah itu kita produksi,&quot;  imbuhnya.
Baca Juga: Jualan Ikan Krispi, Modal Minim Untung Besar
Di tengah prosesnya, Calvin harus mengakui bahwa dia tak boleh  menuruti ego dalam meracik bahan minuman sekehendak hatinya. Lantas  dicarilah orang lain yang memiliki kemampuan untuk diminta bekerjasama,  sekaligus membangun usaha minuman kemasan yang diberi nama CY Beverage.
&quot;Akhirnya saya sadari, bahwa kepemimpinan itu bukan yang harus jago  (ahli) dalam semua hal. Jadi saat itu saya mencari orang lain yang bisa  meraciknya. Setelah dicoba kok enak, dan kita tawarkan ke orang lain  juga oke, baru berikutnya kita pasarkan,&quot; kata Calvin.

Pemasaran produk minuman kemasan cokelat Calvin terus meluas ke  berbagai daerah seperti, Jakarta, Batam, Medan, Bali, Surabaya, Bandung,  dan lainnya. Sedangkan untuk ekspor ke luar negeri, minumannya telah  banyak dipasok ke Singapura dan China.
Pada tahun 2017, Calvin meraih award dari Kementerian Perdagangan  (Kemendag). Saat itu, dia masih berfokus pada minuman cokelat. Baru  setelahnya, dia mulai menggarap minuman jenis CY Matcha Latte. Kini  Matcha Latte kembali meraih award oleh Kemendag dalam ajang Trade Expo  Indonesia 2019.&quot;Kali ini dapat award lagi, jadi kategorinya produk minuman kemasan   berupa Matcha Latte. Jadi saat ini ada 3 produknya, tapi tidak berhenti   di sini, nanti saya tetap akan mengikuti perkembangan ke depan,   bagaimana membuat inovasi lainnya dalam minuman ini,&quot; terangnya.
Dari kesuksesannya itu, Calvin mengambil hikmah dan mengajak semua   pelaku UKM agar berpandangan, jika mimpi besar itu selalu dimulai dari   yang kecil. Oleh karenanya, dibutuhkan konsistensi yang tangguh disertai   pula terobosan inovasi.
&quot;Mulailah dulu dari yang kecil, mulai dari apa yang ada di &quot;tangan&quot;   kita. Lalu membangun hubungan dengan customer, suplier dan pelayan   (staf). Jangan tunggu sampai semua sempurna baru kita mulai usahanya,&quot;   tandasnya.
Baca juga: 6 Pekerjaan yang Bisa Diciptakan Sendiri, dari Makcomblang hingga Food Stylist 
Berdasar data Kementerian Perindustrian, saat ini terdapat sekira 30   ribu UKM kelas menengah yang tersebar di Indonesia. Namun dari jumlah   itu, hanya sekitar 10 persen atau 3.000 UKM di antaranya yang sudah   melakukan ekspor produk.
Pemerintah sendiri melalui Kementerian terkait menarget, pertumbuhan   UKM yang merambah pasar global bisa mencapai 4 persen pada tahun 2019   ini, atau dengan kata lain artinya bertambah 120 UKM.
Untuk mencapai target tersebut, maka pemerintah pun melakukan   berbagai program pembinaan dan pameran bagi UKM. Selain itu, UKM juga   didorong untuk memasarkan produknya lewat e-commerce.

Tahun ini, Trade Expo Indonesia mengusung tema 'Moving Forward To   Serve The World'. Adapun kegiatan  berlangsung selama lima hari, sejak   16 hingga 20 Oktober 2019 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang.
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, Wakil Ketua Dewan Perwakilan   Rakyat (DPR) RI Rahmat Gobel, beberapa duta besar dari negara sahabat,   duta besar Indonesia, Menteri Perdagangan sendiri, hingga Menteri   Transportasi Filipina, turut menyaksikan pembukaan Trade Expo, Rabu 16   Oktober 2019 kemarin.
&quot;Ini adalah upaya kita, bagaimana caranya membuat UKM kita naik,   merangsang UKM agar kreatif atas produk yang dihasilkan, dilombakan, dan   mendapat penghargaan. Dari segi pemasaran bagus juga, paling tidak   pelaku UKM nya sudah ikut lomba, apalagi sampai dapat award, itu akan   menambah kepercayaan dari konsumen,&quot; beber Mendag Enggartiasto Lukita,   usai penyerahan award di lokasi.</content:encoded></item></channel></rss>
