<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Pesiar Raksasa Bersandar di Pelabuhan Benoa, RI 'Kebanjiran' Turis Asing</title><description>Kapal pesiar berukuran raksasa mendarat di Pulau Dewata Bali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2118912/kapal-pesiar-raksasa-bersandar-di-pelabuhan-benoa-ri-kebanjiran-turis-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2118912/kapal-pesiar-raksasa-bersandar-di-pelabuhan-benoa-ri-kebanjiran-turis-asing"/><item><title>Kapal Pesiar Raksasa Bersandar di Pelabuhan Benoa, RI 'Kebanjiran' Turis Asing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2118912/kapal-pesiar-raksasa-bersandar-di-pelabuhan-benoa-ri-kebanjiran-turis-asing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2118912/kapal-pesiar-raksasa-bersandar-di-pelabuhan-benoa-ri-kebanjiran-turis-asing</guid><pubDate>Sabtu 19 Oktober 2019 07:22 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/18/320/2118912/kapal-pesiar-raksasa-bersandar-di-pelabuhan-benoa-ri-kebanjiran-turis-asing-rss1268Dge.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal Pesiar (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/18/320/2118912/kapal-pesiar-raksasa-bersandar-di-pelabuhan-benoa-ri-kebanjiran-turis-asing-rss1268Dge.jpg</image><title>Kapal Pesiar (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Kapal pesiar berukuran raksasa mendarat di Pulau Dewata Bali. Ada sekitar 1.856 turis asing asal eropa yang diangkut oleh kapal pesiar raksasa tersebut.

Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Doso Agung mengatakan, bersandarnya kapal pesiar raksasa ini tidak terlepas dari telah selesai revitalisask alur dan kolam Pelabuhan Benoa.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kabinet Baru Jokowi Jangan Lupakan Proyek Prioritas Sektor Pariwisata
Hasilnya kapal yang memiliki Length Overall (LOA) / panjang lebih dari 300 meter ini (Explores Dream) yang sebelumnya tidak bisa sandar dan hanya lego jangkar di luar pelabuhan, mulai Kamis dapat sandar di demaga Pelabuhan Benoa dengan aman.

&amp;ldquo;Sebelumnya kapal pesiar yang bisa sandar di Pelabuhan Benoa hanya Kapal Cruise MV. Insignia dengan bobot GT 30,277 dan MV. Azamara Quest dengan bobot yang sama terakhir pada  bulan Maret lalu,&amp;rdquo; katanya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (18/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Wisman Tinggi, Labuan Bajo hingga Mandalika Harus Terus Dikembangkan
Direktur Teknik Pelindo III Joko Noerhudha merampungkan pengerukan dan pendalaman alur dari sebelumnya hanya minus 9 Meter LWS (low water spring/rata-rata muka air laut) sehingga hanya bisa disandari oleh kapal dengan panjang dibawah 240 meter saja  kini sudah menjadi minus 12 Meter LWS.

&amp;ldquo;Alhamdulillah  sejak selesainya revitalisasi minat kunjungan kapal pesiar lebih tinggi ke Pelabuhan Benoa karena dari sisi keselamatan, keamanan dan kenyamanan kapal sudah terjamin,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;Selain itu turning basin atau area untuk berputar kapal juga  dilebarkan sehingga kapal yang memiliki radius putar lebih panjang dapat  melakukan manuver dengan aman dari 300 meter sekarang menjadi 420  meter. Serta lebar di kolam timur dari awal 150 meter sekarang telah  menjadi 200 meter, dan untuk kolam barat dari 150 meter menjadi 330  meter.

&amp;ldquo;Kita berharap bertambahnya jumlah kunjungan kapal pesiar dan turis  asing yang masuk lewat Pelabuhan Benoa, akan berkontribusi pada  perekonomian Bali dan nasional dan nama Bali bertambah harum di  mancanegara. Ini bagian dari program Pelindo III yang mendukung program  pemerintah yang dicanangkan Presiden Jokowi mentargetkan kunjungan  wisata asing sampai 20 juta orang,&amp;rdquo; jelas Joko.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, bersandarnya kapa pesiar  raksasa ini bisa meningkatkan jumlah wisatawan asing yang ke Bali.  Bagaimana tidak, kali ini  kapal yang bersandar merupakan kapal Explorer  Dream dengan panjang 268 meter dan bobot GT 75,338 serta membawa 1.856  penumpang.

&amp;ldquo;Dengan sandarnya kapal pesiar yang besar seperti ini di pelabuhan  Benoa, saya yakin  dapat meningkatkan citra pariwisata bali untuk lebih  banyak menarik turis mancanegara lewat kapal pesiar singgah di Bali,&amp;rdquo;  ujarnya.
&amp;nbsp;Menurut Koster dampak ekonomi penumpang kapal pesiar yang singgah   untuk berbelanja atau berwisata ini dapat langsung dirasakan oleh   masyarakat Bali.

&amp;ldquo;Nanti setiap ada kapal pesiar asing yang datang lagi, akan kita   bantu menyusun rangkaian tujuan wisatanya agar jadi lebih terarah dan   para wisatawan dapat menikmati wisata di Bali,&amp;rdquo; jelasnya.

Sebagai informasi,  Benoa menargetkan kunjungan kapal pesiar di tahun   2019 ini sebanyak 75 unit kapal, dan realisasi hingga Awal Oktober ini   sudah 55 unit kapal dengan total 1,4 juta Gross Tonage (GT), dan total   jumlah wisatawan 29.755 orang.

Adapun jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar sampai dengan triwulan   III tahun 2019 disejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo III mencapai   118 unit kapal atau 4,4 juta GT, tercapai 76% dari target sebanyak 155   unit,dan untuk total jumlah penumpang kapal pesiar di periode yang  sama  tercatat sebesar 80,586 penumpang.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kapal pesiar berukuran raksasa mendarat di Pulau Dewata Bali. Ada sekitar 1.856 turis asing asal eropa yang diangkut oleh kapal pesiar raksasa tersebut.

Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Doso Agung mengatakan, bersandarnya kapal pesiar raksasa ini tidak terlepas dari telah selesai revitalisask alur dan kolam Pelabuhan Benoa.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kabinet Baru Jokowi Jangan Lupakan Proyek Prioritas Sektor Pariwisata
Hasilnya kapal yang memiliki Length Overall (LOA) / panjang lebih dari 300 meter ini (Explores Dream) yang sebelumnya tidak bisa sandar dan hanya lego jangkar di luar pelabuhan, mulai Kamis dapat sandar di demaga Pelabuhan Benoa dengan aman.

&amp;ldquo;Sebelumnya kapal pesiar yang bisa sandar di Pelabuhan Benoa hanya Kapal Cruise MV. Insignia dengan bobot GT 30,277 dan MV. Azamara Quest dengan bobot yang sama terakhir pada  bulan Maret lalu,&amp;rdquo; katanya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (18/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Wisman Tinggi, Labuan Bajo hingga Mandalika Harus Terus Dikembangkan
Direktur Teknik Pelindo III Joko Noerhudha merampungkan pengerukan dan pendalaman alur dari sebelumnya hanya minus 9 Meter LWS (low water spring/rata-rata muka air laut) sehingga hanya bisa disandari oleh kapal dengan panjang dibawah 240 meter saja  kini sudah menjadi minus 12 Meter LWS.

&amp;ldquo;Alhamdulillah  sejak selesainya revitalisasi minat kunjungan kapal pesiar lebih tinggi ke Pelabuhan Benoa karena dari sisi keselamatan, keamanan dan kenyamanan kapal sudah terjamin,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;Selain itu turning basin atau area untuk berputar kapal juga  dilebarkan sehingga kapal yang memiliki radius putar lebih panjang dapat  melakukan manuver dengan aman dari 300 meter sekarang menjadi 420  meter. Serta lebar di kolam timur dari awal 150 meter sekarang telah  menjadi 200 meter, dan untuk kolam barat dari 150 meter menjadi 330  meter.

&amp;ldquo;Kita berharap bertambahnya jumlah kunjungan kapal pesiar dan turis  asing yang masuk lewat Pelabuhan Benoa, akan berkontribusi pada  perekonomian Bali dan nasional dan nama Bali bertambah harum di  mancanegara. Ini bagian dari program Pelindo III yang mendukung program  pemerintah yang dicanangkan Presiden Jokowi mentargetkan kunjungan  wisata asing sampai 20 juta orang,&amp;rdquo; jelas Joko.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, bersandarnya kapa pesiar  raksasa ini bisa meningkatkan jumlah wisatawan asing yang ke Bali.  Bagaimana tidak, kali ini  kapal yang bersandar merupakan kapal Explorer  Dream dengan panjang 268 meter dan bobot GT 75,338 serta membawa 1.856  penumpang.

&amp;ldquo;Dengan sandarnya kapal pesiar yang besar seperti ini di pelabuhan  Benoa, saya yakin  dapat meningkatkan citra pariwisata bali untuk lebih  banyak menarik turis mancanegara lewat kapal pesiar singgah di Bali,&amp;rdquo;  ujarnya.
&amp;nbsp;Menurut Koster dampak ekonomi penumpang kapal pesiar yang singgah   untuk berbelanja atau berwisata ini dapat langsung dirasakan oleh   masyarakat Bali.

&amp;ldquo;Nanti setiap ada kapal pesiar asing yang datang lagi, akan kita   bantu menyusun rangkaian tujuan wisatanya agar jadi lebih terarah dan   para wisatawan dapat menikmati wisata di Bali,&amp;rdquo; jelasnya.

Sebagai informasi,  Benoa menargetkan kunjungan kapal pesiar di tahun   2019 ini sebanyak 75 unit kapal, dan realisasi hingga Awal Oktober ini   sudah 55 unit kapal dengan total 1,4 juta Gross Tonage (GT), dan total   jumlah wisatawan 29.755 orang.

Adapun jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar sampai dengan triwulan   III tahun 2019 disejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo III mencapai   118 unit kapal atau 4,4 juta GT, tercapai 76% dari target sebanyak 155   unit,dan untuk total jumlah penumpang kapal pesiar di periode yang  sama  tercatat sebesar 80,586 penumpang.
</content:encoded></item></channel></rss>
