<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Baru Harus Libatkan Pelaku Usaha dalam Kebijakannya</title><description>Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi dan Ma&amp;rsquo;ruf Amin, pengusaha ritel Indonesia menitipkan pesan kepada keduanya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2119078/menteri-baru-harus-libatkan-pelaku-usaha-dalam-kebijakannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2119078/menteri-baru-harus-libatkan-pelaku-usaha-dalam-kebijakannya"/><item><title>Menteri Baru Harus Libatkan Pelaku Usaha dalam Kebijakannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2119078/menteri-baru-harus-libatkan-pelaku-usaha-dalam-kebijakannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2119078/menteri-baru-harus-libatkan-pelaku-usaha-dalam-kebijakannya</guid><pubDate>Sabtu 19 Oktober 2019 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/19/320/2119078/menteri-baru-harus-libatkan-pelaku-usaha-dalam-kebijakannya-ECSXuMk1tX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ritel (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/19/320/2119078/menteri-baru-harus-libatkan-pelaku-usaha-dalam-kebijakannya-ECSXuMk1tX.jpg</image><title>Ritel (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma&amp;rsquo;ruf Amin, pengusaha ritel Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menitipkan pesan kepada keduanya. Utamanya dalam menentukan sosok Menteri yang akan membantu tugas Presiden dan Wakil Presiden selama lima tahun ke depan.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, dalam memilih sosok Menteri tentunya harus memahami visi misi dari Presiden dan Wakil Presidennya. Karena tanpa pemahaman itu, visi dan misi sebagus apapun yang di gagas oleh Presiden Joko Widodo akan percuma karena tidak bisa dijalankan dengan baik.

&amp;nbsp;Baca juga: Sempat Jadi Menkeu, Ini Cerita Bambang Brodjonegoro Selama 5 Tahun di Kabinet Kerja
Sebab menurutnya, dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2019 yang lalu, para pelaku usaha menyambut positif apa yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo untuk Indonesia selama lima tahun ke depan. Oleh karena itu, dirinya berharap Menteri yang dipilih nanti akan bisa memahami dan menjalankan visi misi dari Presiden Jokowi.
&amp;nbsp;
&quot;Tentunya pembantu presiden yang pertama kali substansinya di kala terpilih menjadi menteri itu perlu memahami mendalami bahkan menjalankan mengkonkretkan visi dan misi pak Presiden (Jokowi),&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (19/10/2019).

&amp;nbsp;Baca juga: Alasan Susi Pudjiastuti Tak Pakai Batik di Hari Terakhir Kerja Bikin para Menteri Ngakak
Kemudian yang kedua adalah, para Menteri yang nantinya ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo ini harus bisa memahami dan mempelajari situasi dan kondisi terkini. Sehingga, nantinya sosok Menteri ini tidak mengeluarkan kebijakan yang justru bisa membuat situasi semakin memburuk.

&quot;Perlu dipelajari lebih dahulu, mengevaluasi apa yang sudah dikeluarkan, dan apa yang belum berjalan berkaitan dengan Kementerian yang akan dipimpinnya. Untuk bagian yang tadi dalam rangka mencapai visi dan misi pak presiden. Jadi perlu ada evaluasi internal sebelum membuat rancangan atau roadmap kebijakan atau regulasi,&quot; jelasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Darmin Beberkan 4 Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK
Lalu kriteria yang ketiga, lanjutnya, menteri yang terpilih nanti harus bisa lebih banyak lagi melibatkan para pelaku usaha dalam membuat kebijakan. Sebab menurutnya, hanya para pelaku usaha lah yang mengetahui kondisi yang ada di lapangan.

Bahkan menurut Roy, meskipun sosok Menteri yang ditunjuk merupakan seorang profesional. Namun hal tersebut tidak cukup, karena biasannya Menteri profesional hanya ahli dan menguasai bidangnya saja.Sedangkan kementerian biasanya memiliki cakupan lini atau sektor yang  cukup luas di dalamnya. Sebagai salah satu contohnya, untuk Kementerian  Perindustrian, banyak sekali sektor yang ada didalamnya, dari mulai  manufaktur hingga industri baja.

&quot;Menteri yang baru melibatkan pelaku usaha dalam hal membuat roadmap  kementerian itu sendiri. Karena yang sangat mengerti market adalah  pelaku usaha terlepas Menterinya apakah profesional tapi profesionalnya  seorang menteri kan hanya di bidangnya saja,&quot; jelasnya.

Mengenai apakah nantinya sosok Menteri dari profesional ataupun  parpol, Roy menyerahkan seluruhnya kepada Presiden Jokowi. Karena  menurutnya, baik profesional maupun parpol asalkan bisa menjalankan tiga  poin tersebut bagi para pelaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.

&quot;Iya minimal tiga ini yang tadi itu visi misi, evaluasi membuat  roadmap dulu dan lain sebagainya dan ketiga mengajak mengikut sertakan  para pelaku usaha,&quot; jelasnya.

Asal tahu saja, Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan  Maaruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober 2019 siang. Presiden Joko  Widodo membuka opsi untuk langsung mengumumkan jabatan Menteri yang akan  masuk dalam Kabinet Kerja jilid II pada sore harinya.

Lewat pesan whatsapp, beredar sejumlah nama yang akan mengisi jabatan  Menteri Kabinet kerja jilid II. Misalnya nama Menteri Keuangan Sri  Mulyani Indrawati yang akan menjadi Menteri Koordinator bidang  Perekonomian hingga Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar  Panjaitan. Lalu ada nama Rini Soemarno yang bergeser dari Menteri BUMN  menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN). Lalu ada Menteri  Luar Negeri Retno Marsudirin

Ada jug nama Airlangga Hartarto yang akan kembali menjabat sebagai  Menteri Perindustrian. Kemudian ada Menteri Ketenagakerjaa Hanif  Dhakiri. Ada juga nama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang akan  dipertahankan. Ada Andi Amran Sulaiman yang bergeser posisi menjadi  Menteri ATR sementara posisi Sofyan Djalil geser dari Menteri ATR  menjadi Menteri Pendidikan Tinggi.</description><content:encoded>JAKARTA - Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma&amp;rsquo;ruf Amin, pengusaha ritel Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menitipkan pesan kepada keduanya. Utamanya dalam menentukan sosok Menteri yang akan membantu tugas Presiden dan Wakil Presiden selama lima tahun ke depan.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, dalam memilih sosok Menteri tentunya harus memahami visi misi dari Presiden dan Wakil Presidennya. Karena tanpa pemahaman itu, visi dan misi sebagus apapun yang di gagas oleh Presiden Joko Widodo akan percuma karena tidak bisa dijalankan dengan baik.

&amp;nbsp;Baca juga: Sempat Jadi Menkeu, Ini Cerita Bambang Brodjonegoro Selama 5 Tahun di Kabinet Kerja
Sebab menurutnya, dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2019 yang lalu, para pelaku usaha menyambut positif apa yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo untuk Indonesia selama lima tahun ke depan. Oleh karena itu, dirinya berharap Menteri yang dipilih nanti akan bisa memahami dan menjalankan visi misi dari Presiden Jokowi.
&amp;nbsp;
&quot;Tentunya pembantu presiden yang pertama kali substansinya di kala terpilih menjadi menteri itu perlu memahami mendalami bahkan menjalankan mengkonkretkan visi dan misi pak Presiden (Jokowi),&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (19/10/2019).

&amp;nbsp;Baca juga: Alasan Susi Pudjiastuti Tak Pakai Batik di Hari Terakhir Kerja Bikin para Menteri Ngakak
Kemudian yang kedua adalah, para Menteri yang nantinya ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo ini harus bisa memahami dan mempelajari situasi dan kondisi terkini. Sehingga, nantinya sosok Menteri ini tidak mengeluarkan kebijakan yang justru bisa membuat situasi semakin memburuk.

&quot;Perlu dipelajari lebih dahulu, mengevaluasi apa yang sudah dikeluarkan, dan apa yang belum berjalan berkaitan dengan Kementerian yang akan dipimpinnya. Untuk bagian yang tadi dalam rangka mencapai visi dan misi pak presiden. Jadi perlu ada evaluasi internal sebelum membuat rancangan atau roadmap kebijakan atau regulasi,&quot; jelasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Darmin Beberkan 4 Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK
Lalu kriteria yang ketiga, lanjutnya, menteri yang terpilih nanti harus bisa lebih banyak lagi melibatkan para pelaku usaha dalam membuat kebijakan. Sebab menurutnya, hanya para pelaku usaha lah yang mengetahui kondisi yang ada di lapangan.

Bahkan menurut Roy, meskipun sosok Menteri yang ditunjuk merupakan seorang profesional. Namun hal tersebut tidak cukup, karena biasannya Menteri profesional hanya ahli dan menguasai bidangnya saja.Sedangkan kementerian biasanya memiliki cakupan lini atau sektor yang  cukup luas di dalamnya. Sebagai salah satu contohnya, untuk Kementerian  Perindustrian, banyak sekali sektor yang ada didalamnya, dari mulai  manufaktur hingga industri baja.

&quot;Menteri yang baru melibatkan pelaku usaha dalam hal membuat roadmap  kementerian itu sendiri. Karena yang sangat mengerti market adalah  pelaku usaha terlepas Menterinya apakah profesional tapi profesionalnya  seorang menteri kan hanya di bidangnya saja,&quot; jelasnya.

Mengenai apakah nantinya sosok Menteri dari profesional ataupun  parpol, Roy menyerahkan seluruhnya kepada Presiden Jokowi. Karena  menurutnya, baik profesional maupun parpol asalkan bisa menjalankan tiga  poin tersebut bagi para pelaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.

&quot;Iya minimal tiga ini yang tadi itu visi misi, evaluasi membuat  roadmap dulu dan lain sebagainya dan ketiga mengajak mengikut sertakan  para pelaku usaha,&quot; jelasnya.

Asal tahu saja, Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan  Maaruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober 2019 siang. Presiden Joko  Widodo membuka opsi untuk langsung mengumumkan jabatan Menteri yang akan  masuk dalam Kabinet Kerja jilid II pada sore harinya.

Lewat pesan whatsapp, beredar sejumlah nama yang akan mengisi jabatan  Menteri Kabinet kerja jilid II. Misalnya nama Menteri Keuangan Sri  Mulyani Indrawati yang akan menjadi Menteri Koordinator bidang  Perekonomian hingga Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar  Panjaitan. Lalu ada nama Rini Soemarno yang bergeser dari Menteri BUMN  menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN). Lalu ada Menteri  Luar Negeri Retno Marsudirin

Ada jug nama Airlangga Hartarto yang akan kembali menjabat sebagai  Menteri Perindustrian. Kemudian ada Menteri Ketenagakerjaa Hanif  Dhakiri. Ada juga nama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang akan  dipertahankan. Ada Andi Amran Sulaiman yang bergeser posisi menjadi  Menteri ATR sementara posisi Sofyan Djalil geser dari Menteri ATR  menjadi Menteri Pendidikan Tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
