<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Perubahan Jumlah Kementerian? Ini Plus dan Minusnya</title><description>Joko Widodo memberikan sinyal akan melakukan peleburan terhadap  beberapa Kementerian pada periode kepemimpinan yang kedua ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2119096/ada-perubahan-jumlah-kementerian-ini-plus-dan-minusnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2119096/ada-perubahan-jumlah-kementerian-ini-plus-dan-minusnya"/><item><title>Ada Perubahan Jumlah Kementerian? Ini Plus dan Minusnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2119096/ada-perubahan-jumlah-kementerian-ini-plus-dan-minusnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/320/2119096/ada-perubahan-jumlah-kementerian-ini-plus-dan-minusnya</guid><pubDate>Sabtu 19 Oktober 2019 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/19/320/2119096/ada-perubahan-jumlah-kementerian-ini-plus-dan-minusnya-mQXJZ5MW4w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/19/320/2119096/ada-perubahan-jumlah-kementerian-ini-plus-dan-minusnya-mQXJZ5MW4w.jpg</image><title>Jokowi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberikan sinyal akan melakukan peleburan terhadap beberapa Kementerian pada periode kepemimpinan yang kedua ini. Namun, Presiden Jokowi baru akan mengumumkan kementerian yang akan dilebur tersebut pada acara pelantikan Presiden esok hari usai pelantikan.

Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indoenesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, dengan pembentukan Kementerian baru atau peleburan lembaga baru diharapkan kinerja pemerintah bisa lebih efisien dan cepat lagi. Misalnya, dalam pembuatan keputusan, dengan peleburan ini diharapkan bisa lebih cepat karena tidak perlu lagi melibatkan banyak lembaga di dalamnya.
 
Baca juga:&amp;nbsp; Menteri Baru Harus Libatkan Pelaku Usaha dalam Kebijakannya
Menurutnya, pembuatan keputusan secara cepat ini sangat penting bagi perekonomian Indonesia ke depannya. Apalagi saat ini kondisi perekonomian global masih belum stabil dan diwarnai oleh banyaknya perang dagang antar negara.
&amp;nbsp;
Bahkan beberapa lembaga keuangan internasional pun melakukan revisi pada perekonomian global. Beberapa negara juga sudah terkena dampak dan mengalami resesi ekonomi karena perang dagang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Tahun Jokowi-JK, Menperin Beberkan Kinerja Industri Manufaktur
&quot;Tentunya kita berharap segala sesuatu itu supaya lebih akurat lebih efisien segala sesautau bisa lebih cepat dalam penyusunan dan pengambilan keputusan itu kan yang kita harapkan dengan situasi global yang tidak menentu dan cenderung resesi,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (19/10/2019).

Memang diakuinya, dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu ini diperlukan tim yang solid dan kuat. Untuk membentuk tim yang kuat diperlukan tiga aspek.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Alasan Susi Pudjiastuti Tak Pakai Batik di Hari Terakhir Kerja Bikin para Menteri Ngakak
Pertama adalah Kementerian dan Lembaga ini perlu cepat dalam beradaptasi. Maksudnya adalah, Kementerian dan Lembaga ini perlu cepat dalam menyesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini.
Kedua adalah efisien, maksudanya adalah Kementerian Lembaga yang  dibentuk nanti perlu membuat regulasi seramping mungkin. Dan terkahir  adalah produktif dan kongkrit, maksudnya adalah perlu adanya langkah  pasti dalam mengimplementasikan kebijkan yang sudah disusun oleh  Presiden Joko Widodo.

&quot;Kami dari pelaku usaha kementerian yang terbentuk itu yang sangat  adaptif perlu mengetahui situasi yang berkembang. Kemudian perubahan  perubahan yang terjadi. Efisien harus bisa menjadikan segalu sesutau  jangan sampai regulasi membuat tidak efisien. Dan yang ketiga kongkrit  atau profduktif. Kongkrit secara produktif bukan asbun saja,&quot; jelasnya.

Mengenai ada ucapan yang disebut banyak kepentingan politik  dibelakangnya, Roy mengaku tidak mengkhawatirkan hal tersebut. Karena  yang terpenting adalah dalam situasi global ini diperlukan suatu tim  yang kuat.

&quot;Perlu ada suatu kekuatan tim yang solid yang utuhapakah jadi gemuk  ataupun tidak gemuk karena koalasinya gemuk dibilang tidak saya tidak  mencampuri beban itu,&quot; ucapnya,

Lagipula lanjut Roy, wacana pembentukan dan peleburan Kementerian dan  Lembaga ini merupakan hak sepenuhnya Presiden Joko Widodo. Dirinya  meyakini, Presiden Jokowi sudah memiliki pertimbangan matang untuk  melebur Kemeterian Lembaga di periode kedua kepemimpinannya.

&quot;Kita serahkan sepenuhnya kepada Presiden (Jokowi) karena presiden  sangat paham mengenai yang terjadi selama ini. Dan apapun keputusannya  apakah penggabungan atau nomenklatur yang baru itu pasti sudah sesuai  dengan kajian pak Presiden kita menyerahkan kepada Presiden dan kita  menghormati keputusan yang diambil berkaitan dengan pembentukan  nomenklatur yang baru atau juga penggabungan Kementerian kami pelaku  usaha menyerahkan kebijakan Presiden,&quot; jelas Roy.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberikan sinyal akan melakukan peleburan terhadap beberapa Kementerian pada periode kepemimpinan yang kedua ini. Namun, Presiden Jokowi baru akan mengumumkan kementerian yang akan dilebur tersebut pada acara pelantikan Presiden esok hari usai pelantikan.

Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indoenesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, dengan pembentukan Kementerian baru atau peleburan lembaga baru diharapkan kinerja pemerintah bisa lebih efisien dan cepat lagi. Misalnya, dalam pembuatan keputusan, dengan peleburan ini diharapkan bisa lebih cepat karena tidak perlu lagi melibatkan banyak lembaga di dalamnya.
 
Baca juga:&amp;nbsp; Menteri Baru Harus Libatkan Pelaku Usaha dalam Kebijakannya
Menurutnya, pembuatan keputusan secara cepat ini sangat penting bagi perekonomian Indonesia ke depannya. Apalagi saat ini kondisi perekonomian global masih belum stabil dan diwarnai oleh banyaknya perang dagang antar negara.
&amp;nbsp;
Bahkan beberapa lembaga keuangan internasional pun melakukan revisi pada perekonomian global. Beberapa negara juga sudah terkena dampak dan mengalami resesi ekonomi karena perang dagang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Tahun Jokowi-JK, Menperin Beberkan Kinerja Industri Manufaktur
&quot;Tentunya kita berharap segala sesuatu itu supaya lebih akurat lebih efisien segala sesautau bisa lebih cepat dalam penyusunan dan pengambilan keputusan itu kan yang kita harapkan dengan situasi global yang tidak menentu dan cenderung resesi,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (19/10/2019).

Memang diakuinya, dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu ini diperlukan tim yang solid dan kuat. Untuk membentuk tim yang kuat diperlukan tiga aspek.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Alasan Susi Pudjiastuti Tak Pakai Batik di Hari Terakhir Kerja Bikin para Menteri Ngakak
Pertama adalah Kementerian dan Lembaga ini perlu cepat dalam beradaptasi. Maksudnya adalah, Kementerian dan Lembaga ini perlu cepat dalam menyesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini.
Kedua adalah efisien, maksudanya adalah Kementerian Lembaga yang  dibentuk nanti perlu membuat regulasi seramping mungkin. Dan terkahir  adalah produktif dan kongkrit, maksudnya adalah perlu adanya langkah  pasti dalam mengimplementasikan kebijkan yang sudah disusun oleh  Presiden Joko Widodo.

&quot;Kami dari pelaku usaha kementerian yang terbentuk itu yang sangat  adaptif perlu mengetahui situasi yang berkembang. Kemudian perubahan  perubahan yang terjadi. Efisien harus bisa menjadikan segalu sesutau  jangan sampai regulasi membuat tidak efisien. Dan yang ketiga kongkrit  atau profduktif. Kongkrit secara produktif bukan asbun saja,&quot; jelasnya.

Mengenai ada ucapan yang disebut banyak kepentingan politik  dibelakangnya, Roy mengaku tidak mengkhawatirkan hal tersebut. Karena  yang terpenting adalah dalam situasi global ini diperlukan suatu tim  yang kuat.

&quot;Perlu ada suatu kekuatan tim yang solid yang utuhapakah jadi gemuk  ataupun tidak gemuk karena koalasinya gemuk dibilang tidak saya tidak  mencampuri beban itu,&quot; ucapnya,

Lagipula lanjut Roy, wacana pembentukan dan peleburan Kementerian dan  Lembaga ini merupakan hak sepenuhnya Presiden Joko Widodo. Dirinya  meyakini, Presiden Jokowi sudah memiliki pertimbangan matang untuk  melebur Kemeterian Lembaga di periode kedua kepemimpinannya.

&quot;Kita serahkan sepenuhnya kepada Presiden (Jokowi) karena presiden  sangat paham mengenai yang terjadi selama ini. Dan apapun keputusannya  apakah penggabungan atau nomenklatur yang baru itu pasti sudah sesuai  dengan kajian pak Presiden kita menyerahkan kepada Presiden dan kita  menghormati keputusan yang diambil berkaitan dengan pembentukan  nomenklatur yang baru atau juga penggabungan Kementerian kami pelaku  usaha menyerahkan kebijakan Presiden,&quot; jelas Roy.</content:encoded></item></channel></rss>
