<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Terkini Proses Pemindahan Ibu Kota Baru, Rusuh di Penajam Jadi Tantangan</title><description>Pemindahan Ibu Kota Baru ke Kalimantan Timur dinilai sebuah rencana yang sudah dipikirkan dengan matang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/470/2118591/fakta-terkini-proses-pemindahan-ibu-kota-baru-rusuh-di-penajam-jadi-tantangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/470/2118591/fakta-terkini-proses-pemindahan-ibu-kota-baru-rusuh-di-penajam-jadi-tantangan"/><item><title>Fakta Terkini Proses Pemindahan Ibu Kota Baru, Rusuh di Penajam Jadi Tantangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/470/2118591/fakta-terkini-proses-pemindahan-ibu-kota-baru-rusuh-di-penajam-jadi-tantangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/470/2118591/fakta-terkini-proses-pemindahan-ibu-kota-baru-rusuh-di-penajam-jadi-tantangan</guid><pubDate>Sabtu 19 Oktober 2019 09:44 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/18/470/2118591/fakta-terkini-proses-pemindahan-ibu-kota-baru-rusuh-di-penajam-jadi-tantangan-aMJ2PcbL8o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ibu Kota Pindah ke Kaltim (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/18/470/2118591/fakta-terkini-proses-pemindahan-ibu-kota-baru-rusuh-di-penajam-jadi-tantangan-aMJ2PcbL8o.jpg</image><title>Ibu Kota Pindah ke Kaltim (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemindahan Ibu Kota Baru ke Kalimantan Timur dinilai sebuah rencana yang sudah dipikirkan dengan matang dan bukanlah rencana yang datang secara tiba-tiba. Bahkan sudah dilakukan kajian sejak tahun 2017.

Saat ini pemerintah pun sudah menunjuk McKinsey &amp;amp; Company untuk melakukan studi kelayakan terkait pemindahan ibu kota dari kota Jakarta menuju Kalimantan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bappenas Tampung Permintaan Warga Dayak Lahan 5 Ha Tiap Keluarga
Namun, sebelum mulai 'pindah-pindah', terjadi kerusuhan di Penajam Paser Utara dan permintaan warga Dayak.  Berikut Okezone merangkum, fakta-fakta terkini soal Pemindahan Ibu Kota Baru, Jakarta, Sabtu (19/10/2019):

1. Pemerintah Bayar McKinsey Rp25 Miliar untuk Studi Ibu Kota Baru

Unit konsultan manajemen Indonesia McKinsey &amp;amp; Company telah ditunjuk untuk melakukan studi kelayakan terkait pemindahan ibukota dari kota Jakarta menuju Kalimantan. Studi ini akan membahas mengenai masalah-masalah terkait pemindahan ibukota.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kerusuhan Penajam Tak Hambat Pembangunan Ibu Kota Baru
Hingga saat ini, pemindahan ibu kota telah memicu banyak pertanyaan termasuk bagaimana rencana itu akan dibiayai dan dampak lingkungannya. Pemerintah memperkirakan akan menelan biaya USD33 miliar untuk memindahkan ibu kota dan membangun kantor dan perumahan pemerintah.

Sementara menurut Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rudy Soeprihadi, McKinsey Indonesia akan mengambil studi awal pemerintah tentang masalah-masalah termasuk dampak sosial, budaya, lingkungan dan ekonomi.

&amp;ldquo;Mereka tidak akan mulai dari nol karena kami telah melakukan banyak penelitian. Mereka akan menentukan strategi ke depan itu sebabnya kami mencari konsultan kelas dunia,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;2. Kerusuhan Penajam Tak Hambat Pembangunan Ibu Kota Baru

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang  Brodjonegoro mengatakan, kerusuhan yang terjadi antarwarga di Kabupaten  Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tidak akan menghambat pembangunan  ibu kota baru.

Menurutnya, kerusuhan tersebut masih dalam batas yang bisa  dikendalikan. Penajam Paser Utara merupakan salah satu wilayah di  Kalimantan Timur yang bakal menjadi ibu kota baru. Wilayah lainnya  adalah Kabupaten Kutai Kartanegara.

&quot;Itu mungkin luapan emosi, tapi kami juga akan memperhatikan budaya  dan kebiasaan masyarakat lokal sehingga proses pemindahan ibu kota tidak  akan terjadi hambatan,&quot; ujar Bambang saat ditemui di Kantor Bappenas,  Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Dia menyatakan, kerusuhan yang terjadi di Penajam Paser Utara  tersebut merupakan masalah kriminal biasa yang bisa terjadi di kota-kota  lainnya. Namun, tindakan kriminal itu memicu emosi warga sehingga  terjadilah kerusuhan.

&amp;nbsp;

3. Bappenas Tampung Permintaan Warga Dayak Lahan 5 Ha Tiap Keluarga

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang   Brodjonegoro mengatakan, pihaknya menampung permintaan warga Dayak   terkait pemberian lahan seluas 5 hektare (ha) setiap kepala keluarga   (KK).

Lantaran, persoalan lahan menjadi wewenang Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN).

&quot;Tentunya nanti akan kami sampaikan kementerian ATR/BPN untuk melihat   akomodasi dari permintaan tersebut,&quot; ujar Bambang ditemui di Kantor   Bappenas, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Lahan seluas 5 hektare merupakan salah satu dari beberapa permintaan   warga Dayak. Di antaranya ada permintaan 10 hektare untuk dijadikan   hutan adat di setiap desa. Hal ini sebagai tuntutan untuk peningkatan   kesejahteraan masyarakat Dayak.
&amp;nbsp;4. Proses Jokowi Putuskan Ibu Kota Pindah

Rencana pemindahan ibu kota negara, dari Jakarta ke wilayah antara    Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Kabupaten Paser Penajam Utara,    Provinsi Kalimantan Timur, bukanlah sebuah rencana yang &amp;lsquo;ujug-ujug&amp;rsquo; atau    tiba-tiba.

Tetapi sudah dilakukan kajian sejak tahun 2017. Demikian disampaikan    oleh Ketua Tim Komunikasi Ibu kota Negara (IKN)/Sekretaris Menteri    PPN/Bappenas Himawan Hariyoga Djojokusumo.

Himawan menjelaskan, dalam melakukan kajian, Kementerian Perencanaan    Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional    (Bappenas) tidak sendirian. Tapi bekerja sama dengan Kementerian PUPR,    Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK, Badan Geologi, Kementerian ESDM,    dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

5. Jokowi Ingin Berkantor di Ibu Kota Baru pada 2024

Ketua Tim Komunikasi Ibu kota Negara (IKN)/Sekretaris Menteri    PPN/Bappenas Himawan Hariyoga Djojokusumo mengatakan, ada tujuh kriteria    penentuan lokasi ibu kota negara, yaitu: lokasi strategis, tersedia    lahan luas, bebas bencana, tersedia sumber daya air, dekat dengan kota    excisting yang sudah berkembang, potensi konflik sosial rendah; dan    memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan.

Berdasarkan kriteria tersebut, lalu tersaring tiga lokasi di luar    Jawa yang aman dan bebas terhadap risiko bencana gempa bumi, gunung    berapi dan tsunami.

&amp;ldquo;Kalimantan relatif rendah risikonya. Kalau Sumatra masih bagian    barat, tidak di tengah Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Himawan seperti dilansir    setkab, Jakarta.
6. Konsesi Lahan Sukanto Tanoto Segera Dicabut

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah mengurus     pengambilalihan kembali lahan konsesi Hak Tanaman Industri (HTI) yang     dimiliki oleh Sukanto Tanoto. Pasalnya tanah tersebut nantinya akan     digunakan sebagai lokasi pembangunan ibu kota baru.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar     mengatakan, pengambilalihan lahan ini akan dilakukan secepatnya. Namun     menurutnya, pengambilalihan harus berdasarkan mekanisme dan aturan  yang    berlaku.

&quot;Nanti ada mekanisme perizinannya. Pokoknya secepatnya,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta,
&amp;nbsp;
 
7. Sri Mulyani Bakal Temui UEA, Sang Investor Ibu Kota Baru

Niat investor Uni Emirat Arab (UEA) untuk ikut investasi pemindahan     ibu kota baru semakin serius. Bahkan dalam waktu dekat, pihak investor     UEA akan bertemu langsung dengan perwakilan pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan     mengatakan, pekan depan pihak UEA akan bertemu dengan Menteri Keuangan     Sri Mulyani Indrawati. Pertemuan tersebut untuk membahas bagiaman  skema    yang tepat untuk diterapkan.

&amp;ldquo;Bagus Jadi kita godok nanti sovereign wealth fund (SWF)-nya ini,     kemarin Presiden sudah kasih arahan. Nanti Bu Ani (Menteri Keuangan Sri     Mulyani Indrawati), besok Minggu depan itu akan datang timnya kemari,     nanti ketemu dengan tim kami. kemudian ketemu dengan Bu Ani, nanti   kita   finalisasi, Bu Ani nanti akan ke Abu Dhabi untuk finalisasi,&amp;rdquo;   ujarnya   saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang   Kemaritiman,   Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemindahan Ibu Kota Baru ke Kalimantan Timur dinilai sebuah rencana yang sudah dipikirkan dengan matang dan bukanlah rencana yang datang secara tiba-tiba. Bahkan sudah dilakukan kajian sejak tahun 2017.

Saat ini pemerintah pun sudah menunjuk McKinsey &amp;amp; Company untuk melakukan studi kelayakan terkait pemindahan ibu kota dari kota Jakarta menuju Kalimantan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bappenas Tampung Permintaan Warga Dayak Lahan 5 Ha Tiap Keluarga
Namun, sebelum mulai 'pindah-pindah', terjadi kerusuhan di Penajam Paser Utara dan permintaan warga Dayak.  Berikut Okezone merangkum, fakta-fakta terkini soal Pemindahan Ibu Kota Baru, Jakarta, Sabtu (19/10/2019):

1. Pemerintah Bayar McKinsey Rp25 Miliar untuk Studi Ibu Kota Baru

Unit konsultan manajemen Indonesia McKinsey &amp;amp; Company telah ditunjuk untuk melakukan studi kelayakan terkait pemindahan ibukota dari kota Jakarta menuju Kalimantan. Studi ini akan membahas mengenai masalah-masalah terkait pemindahan ibukota.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kerusuhan Penajam Tak Hambat Pembangunan Ibu Kota Baru
Hingga saat ini, pemindahan ibu kota telah memicu banyak pertanyaan termasuk bagaimana rencana itu akan dibiayai dan dampak lingkungannya. Pemerintah memperkirakan akan menelan biaya USD33 miliar untuk memindahkan ibu kota dan membangun kantor dan perumahan pemerintah.

Sementara menurut Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rudy Soeprihadi, McKinsey Indonesia akan mengambil studi awal pemerintah tentang masalah-masalah termasuk dampak sosial, budaya, lingkungan dan ekonomi.

&amp;ldquo;Mereka tidak akan mulai dari nol karena kami telah melakukan banyak penelitian. Mereka akan menentukan strategi ke depan itu sebabnya kami mencari konsultan kelas dunia,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;2. Kerusuhan Penajam Tak Hambat Pembangunan Ibu Kota Baru

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang  Brodjonegoro mengatakan, kerusuhan yang terjadi antarwarga di Kabupaten  Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tidak akan menghambat pembangunan  ibu kota baru.

Menurutnya, kerusuhan tersebut masih dalam batas yang bisa  dikendalikan. Penajam Paser Utara merupakan salah satu wilayah di  Kalimantan Timur yang bakal menjadi ibu kota baru. Wilayah lainnya  adalah Kabupaten Kutai Kartanegara.

&quot;Itu mungkin luapan emosi, tapi kami juga akan memperhatikan budaya  dan kebiasaan masyarakat lokal sehingga proses pemindahan ibu kota tidak  akan terjadi hambatan,&quot; ujar Bambang saat ditemui di Kantor Bappenas,  Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Dia menyatakan, kerusuhan yang terjadi di Penajam Paser Utara  tersebut merupakan masalah kriminal biasa yang bisa terjadi di kota-kota  lainnya. Namun, tindakan kriminal itu memicu emosi warga sehingga  terjadilah kerusuhan.

&amp;nbsp;

3. Bappenas Tampung Permintaan Warga Dayak Lahan 5 Ha Tiap Keluarga

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang   Brodjonegoro mengatakan, pihaknya menampung permintaan warga Dayak   terkait pemberian lahan seluas 5 hektare (ha) setiap kepala keluarga   (KK).

Lantaran, persoalan lahan menjadi wewenang Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN).

&quot;Tentunya nanti akan kami sampaikan kementerian ATR/BPN untuk melihat   akomodasi dari permintaan tersebut,&quot; ujar Bambang ditemui di Kantor   Bappenas, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Lahan seluas 5 hektare merupakan salah satu dari beberapa permintaan   warga Dayak. Di antaranya ada permintaan 10 hektare untuk dijadikan   hutan adat di setiap desa. Hal ini sebagai tuntutan untuk peningkatan   kesejahteraan masyarakat Dayak.
&amp;nbsp;4. Proses Jokowi Putuskan Ibu Kota Pindah

Rencana pemindahan ibu kota negara, dari Jakarta ke wilayah antara    Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Kabupaten Paser Penajam Utara,    Provinsi Kalimantan Timur, bukanlah sebuah rencana yang &amp;lsquo;ujug-ujug&amp;rsquo; atau    tiba-tiba.

Tetapi sudah dilakukan kajian sejak tahun 2017. Demikian disampaikan    oleh Ketua Tim Komunikasi Ibu kota Negara (IKN)/Sekretaris Menteri    PPN/Bappenas Himawan Hariyoga Djojokusumo.

Himawan menjelaskan, dalam melakukan kajian, Kementerian Perencanaan    Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional    (Bappenas) tidak sendirian. Tapi bekerja sama dengan Kementerian PUPR,    Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK, Badan Geologi, Kementerian ESDM,    dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

5. Jokowi Ingin Berkantor di Ibu Kota Baru pada 2024

Ketua Tim Komunikasi Ibu kota Negara (IKN)/Sekretaris Menteri    PPN/Bappenas Himawan Hariyoga Djojokusumo mengatakan, ada tujuh kriteria    penentuan lokasi ibu kota negara, yaitu: lokasi strategis, tersedia    lahan luas, bebas bencana, tersedia sumber daya air, dekat dengan kota    excisting yang sudah berkembang, potensi konflik sosial rendah; dan    memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan.

Berdasarkan kriteria tersebut, lalu tersaring tiga lokasi di luar    Jawa yang aman dan bebas terhadap risiko bencana gempa bumi, gunung    berapi dan tsunami.

&amp;ldquo;Kalimantan relatif rendah risikonya. Kalau Sumatra masih bagian    barat, tidak di tengah Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Himawan seperti dilansir    setkab, Jakarta.
6. Konsesi Lahan Sukanto Tanoto Segera Dicabut

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah mengurus     pengambilalihan kembali lahan konsesi Hak Tanaman Industri (HTI) yang     dimiliki oleh Sukanto Tanoto. Pasalnya tanah tersebut nantinya akan     digunakan sebagai lokasi pembangunan ibu kota baru.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar     mengatakan, pengambilalihan lahan ini akan dilakukan secepatnya. Namun     menurutnya, pengambilalihan harus berdasarkan mekanisme dan aturan  yang    berlaku.

&quot;Nanti ada mekanisme perizinannya. Pokoknya secepatnya,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta,
&amp;nbsp;
 
7. Sri Mulyani Bakal Temui UEA, Sang Investor Ibu Kota Baru

Niat investor Uni Emirat Arab (UEA) untuk ikut investasi pemindahan     ibu kota baru semakin serius. Bahkan dalam waktu dekat, pihak investor     UEA akan bertemu langsung dengan perwakilan pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan     mengatakan, pekan depan pihak UEA akan bertemu dengan Menteri Keuangan     Sri Mulyani Indrawati. Pertemuan tersebut untuk membahas bagiaman  skema    yang tepat untuk diterapkan.

&amp;ldquo;Bagus Jadi kita godok nanti sovereign wealth fund (SWF)-nya ini,     kemarin Presiden sudah kasih arahan. Nanti Bu Ani (Menteri Keuangan Sri     Mulyani Indrawati), besok Minggu depan itu akan datang timnya kemari,     nanti ketemu dengan tim kami. kemudian ketemu dengan Bu Ani, nanti   kita   finalisasi, Bu Ani nanti akan ke Abu Dhabi untuk finalisasi,&amp;rdquo;   ujarnya   saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang   Kemaritiman,   Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
