<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta-Fakta Air Laut 'Menyusup' ke Monas, Air Tanah Tidak Bisa Lagi Digunakan</title><description>Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan pernyataan bahwa Jakarta terancam tenggelam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/470/2118717/fakta-fakta-air-laut-menyusup-ke-monas-air-tanah-tidak-bisa-lagi-digunakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/470/2118717/fakta-fakta-air-laut-menyusup-ke-monas-air-tanah-tidak-bisa-lagi-digunakan"/><item><title>Fakta-Fakta Air Laut 'Menyusup' ke Monas, Air Tanah Tidak Bisa Lagi Digunakan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/470/2118717/fakta-fakta-air-laut-menyusup-ke-monas-air-tanah-tidak-bisa-lagi-digunakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/19/470/2118717/fakta-fakta-air-laut-menyusup-ke-monas-air-tanah-tidak-bisa-lagi-digunakan</guid><pubDate>Sabtu 19 Oktober 2019 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Delia Citra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/18/470/2118717/fakta-fakta-air-laut-menyusup-ke-monas-air-tanah-tidak-bisa-lagi-digunakan-PoQLhpAXYX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Monas (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/18/470/2118717/fakta-fakta-air-laut-menyusup-ke-monas-air-tanah-tidak-bisa-lagi-digunakan-PoQLhpAXYX.jpg</image><title>Monas (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan pernyataan bahwa Jakarta terancam tenggelam. Bukti-bukti dan penyebab Jakarta tenggelam pun sudah dibuka.

Pernyataan tersebut dibuktikan dengan beberapa daerah di Jakarta Utara yang sudah mengalami penurunan tanah. Bahkan intrusi air laut sudah masuk ke Monas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Daftar Nama Jalan dan Kepanjangannya, yang Jomblo Jangan Baper
Berikut fakta-fakta seputar Jakarta Akan Tenggelam seperti dirangkum Okezone, Sabtu (19/10/2019):
&amp;nbsp;
 
1. Tanah Turun 40 Meter

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengajak seluruh masyarakat di DKI Jakarta untuk membatasi penggunaan air tanah. Karena pengambilan air tanah secara berlebihan di Jakarta, mengakibatkan turunnya muka air tanah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kota Lama Semarang Ditata Ulang, Netizen: Lebih Rapih
Menurut Jonan, jika dibiarkan Jakarta cepat atau lambat akan tenggelam. Bahkan, beberapa daerah di Jakarta Utara sudah mulai ada beberapa daerah yang terendam.

&amp;ldquo;Kalau menurut catatan penurunan muka air tanah mencapai 40 meter dari asalnya. Dalam jangka waktu 50 tahun atau 100 tahun,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.2. Jakarta Terancam Tenggelam, Tak Layak Jadi Tempat Tinggal?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan  mengatakan, sudah saatnya masyarakat mencari alternatif lain dalam  mendapatkan air bersih. Karena jika terus menerus digunakan Jakarta akan  menjadi kota yang tidak layak huni

&quot;Ini sangat penting. Kalau tidak Jakarta, mungkin tidak layak untuk  menjadi tempat tinggal. Karena ini kalau dibiarkan terus, mungkin  ekologi lingkungannya akan banyak terganggu,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
 
3. Tak Hanya Jakarta, Semarang hingga Bali juga Terancam Tenggelam

Penurunan permukaan tanah ternyata tidak hanya terjadi di Jakarta.  Beberapa daerah lain utamannya di kota besar juga mengalami masalah  penurunan permukaan air tanah.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) Rudy Sunendar mengatakan, beberapa kota besar yang mengalami  nasib sama seperti Jakarta adalah Surabaya hingga Semarang. Bahkan  khusus di Semarang, banjir rob sudah terjadi ketika musim penghujan  datang.

&amp;ldquo;Di luar Jakarta. Kota-kota besar yang ekstraksi Surabaya, Semarang  sudah terjadi. Kalau ke Stasiun Tawang sering tuh. Jalan sedikit utara  jalannya masih di situ perumahannya sudah di bawah,&amp;rdquo; ujarnya.

Selain kedua daerah tersebut, ada juga daerah Denpasar, Bali yang  mengalami penurunan permukaan tanah. Penurunan permukaan tanah di Bali  diakibatkan terlalu banyaknya penggunaan air tanah untuk kegiatan  pariwisata

 
4. Bukti Jakarta Tenggelam

Ancaman akan tenggelamnya Jakarta bukan hanya isapan jempol belaka.  Pasalnya, sudah ada bukti yang terjadi di Jakarta Utara yang mana  permukaan tanah mengalami penurunan setiap tahunnya.

Beberapa daerah di Jakarta Utara bahkan sudah tergenang oleh air  laut. Khusus daerah yang persis berada dekat dengan laut, bahkan  genangan airnnya beberapa kali sudah masuk ke dalam rumah warga.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) Rudy Sunendar mengatakan saat ini indikasi-indikasi bisa  tenggelamnnya Jakarta sudah mulai terlihat. Hanya saja dirinya tidak  bisa menyebutkan kapan waktu persisnya Jakarta akan tenggelam.5. Menteri Jonan: Air Laut Sudah Sampai Monas

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut  permasalahan lingkungan di kota Jakarta begitu kompleks. Setelah  dihadapkan dengan akan tenggelamnya Jakarta, kini ibu kota negara ini  juga dihadapkan dengan masalah intrusi air laut.

Asal tahu saja, intrusi air laut merupakan kondisi di mana masuknya  air laut ke pori-pori yang mencemarkan tanah. Hal ini menyebabkan air  tanah tidak bisa lagi digunakan karena sudah tercemar dengan air laut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan  mengatakan, saat ini intrusi air laut sudah mencapai Monas bagian utara.  Kondisi ini bisa saja akan terus meluas jika tidak adanya penanganan  dan pembatasan penggunaan air tanah.

&amp;ldquo;Intrusi air lautnya sudah sampai Monas area utara. Kalau dibiarkan  terus intrusi air lautnya makin parah. Ekologi lingkungannya makin  banyak,&amp;rdquo; ujarnya.

6. Ternyata Ini Biang Kerok yang Bisa Bikin Jakarta Tenggelam

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) Rudy Sunendar mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan  permukaan air tanah mengalami penurunan. Misalnya terlalu berlebihnya  penggunaan air di dalam tanah sehingga membuat permukaan tanah ikut  tergerus dan turun.

Bagaimana tidak, 50% penduduk bumi masih tergantung pada air tanah  untuk berbagai kebutuhan dasar . Sementara itu 70% air tanah  dipergunakan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih rumah tangga.

Selain itu, lanjut Rudy, faktor penurunan permukaan tanah juga  diakibatkan oleh beban permukaan tanah yang terlalu berlebih akibat  dibangunnya banyak bangunan pencakar langit. Dengan begitu beban  permukaan tanah semakin berat dan membebani lapisan di bawahnya.

Tak hanya itu, lanjut Rudy, penurunan permukaan tanah juga disebabkan  oleh adanya konsolidasi natural, atau terjadinya pemantapan tanah yang  bersifat natural. Sebagai salah satu contohnnya adalah adanya bagian  yang terbentuk dari endapan lengkungan pasir-pasir halus yang kemudian  mengeras.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan pernyataan bahwa Jakarta terancam tenggelam. Bukti-bukti dan penyebab Jakarta tenggelam pun sudah dibuka.

Pernyataan tersebut dibuktikan dengan beberapa daerah di Jakarta Utara yang sudah mengalami penurunan tanah. Bahkan intrusi air laut sudah masuk ke Monas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Daftar Nama Jalan dan Kepanjangannya, yang Jomblo Jangan Baper
Berikut fakta-fakta seputar Jakarta Akan Tenggelam seperti dirangkum Okezone, Sabtu (19/10/2019):
&amp;nbsp;
 
1. Tanah Turun 40 Meter

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengajak seluruh masyarakat di DKI Jakarta untuk membatasi penggunaan air tanah. Karena pengambilan air tanah secara berlebihan di Jakarta, mengakibatkan turunnya muka air tanah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kota Lama Semarang Ditata Ulang, Netizen: Lebih Rapih
Menurut Jonan, jika dibiarkan Jakarta cepat atau lambat akan tenggelam. Bahkan, beberapa daerah di Jakarta Utara sudah mulai ada beberapa daerah yang terendam.

&amp;ldquo;Kalau menurut catatan penurunan muka air tanah mencapai 40 meter dari asalnya. Dalam jangka waktu 50 tahun atau 100 tahun,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.2. Jakarta Terancam Tenggelam, Tak Layak Jadi Tempat Tinggal?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan  mengatakan, sudah saatnya masyarakat mencari alternatif lain dalam  mendapatkan air bersih. Karena jika terus menerus digunakan Jakarta akan  menjadi kota yang tidak layak huni

&quot;Ini sangat penting. Kalau tidak Jakarta, mungkin tidak layak untuk  menjadi tempat tinggal. Karena ini kalau dibiarkan terus, mungkin  ekologi lingkungannya akan banyak terganggu,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
 
3. Tak Hanya Jakarta, Semarang hingga Bali juga Terancam Tenggelam

Penurunan permukaan tanah ternyata tidak hanya terjadi di Jakarta.  Beberapa daerah lain utamannya di kota besar juga mengalami masalah  penurunan permukaan air tanah.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) Rudy Sunendar mengatakan, beberapa kota besar yang mengalami  nasib sama seperti Jakarta adalah Surabaya hingga Semarang. Bahkan  khusus di Semarang, banjir rob sudah terjadi ketika musim penghujan  datang.

&amp;ldquo;Di luar Jakarta. Kota-kota besar yang ekstraksi Surabaya, Semarang  sudah terjadi. Kalau ke Stasiun Tawang sering tuh. Jalan sedikit utara  jalannya masih di situ perumahannya sudah di bawah,&amp;rdquo; ujarnya.

Selain kedua daerah tersebut, ada juga daerah Denpasar, Bali yang  mengalami penurunan permukaan tanah. Penurunan permukaan tanah di Bali  diakibatkan terlalu banyaknya penggunaan air tanah untuk kegiatan  pariwisata

 
4. Bukti Jakarta Tenggelam

Ancaman akan tenggelamnya Jakarta bukan hanya isapan jempol belaka.  Pasalnya, sudah ada bukti yang terjadi di Jakarta Utara yang mana  permukaan tanah mengalami penurunan setiap tahunnya.

Beberapa daerah di Jakarta Utara bahkan sudah tergenang oleh air  laut. Khusus daerah yang persis berada dekat dengan laut, bahkan  genangan airnnya beberapa kali sudah masuk ke dalam rumah warga.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) Rudy Sunendar mengatakan saat ini indikasi-indikasi bisa  tenggelamnnya Jakarta sudah mulai terlihat. Hanya saja dirinya tidak  bisa menyebutkan kapan waktu persisnya Jakarta akan tenggelam.5. Menteri Jonan: Air Laut Sudah Sampai Monas

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut  permasalahan lingkungan di kota Jakarta begitu kompleks. Setelah  dihadapkan dengan akan tenggelamnya Jakarta, kini ibu kota negara ini  juga dihadapkan dengan masalah intrusi air laut.

Asal tahu saja, intrusi air laut merupakan kondisi di mana masuknya  air laut ke pori-pori yang mencemarkan tanah. Hal ini menyebabkan air  tanah tidak bisa lagi digunakan karena sudah tercemar dengan air laut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan  mengatakan, saat ini intrusi air laut sudah mencapai Monas bagian utara.  Kondisi ini bisa saja akan terus meluas jika tidak adanya penanganan  dan pembatasan penggunaan air tanah.

&amp;ldquo;Intrusi air lautnya sudah sampai Monas area utara. Kalau dibiarkan  terus intrusi air lautnya makin parah. Ekologi lingkungannya makin  banyak,&amp;rdquo; ujarnya.

6. Ternyata Ini Biang Kerok yang Bisa Bikin Jakarta Tenggelam

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) Rudy Sunendar mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan  permukaan air tanah mengalami penurunan. Misalnya terlalu berlebihnya  penggunaan air di dalam tanah sehingga membuat permukaan tanah ikut  tergerus dan turun.

Bagaimana tidak, 50% penduduk bumi masih tergantung pada air tanah  untuk berbagai kebutuhan dasar . Sementara itu 70% air tanah  dipergunakan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih rumah tangga.

Selain itu, lanjut Rudy, faktor penurunan permukaan tanah juga  diakibatkan oleh beban permukaan tanah yang terlalu berlebih akibat  dibangunnya banyak bangunan pencakar langit. Dengan begitu beban  permukaan tanah semakin berat dan membebani lapisan di bawahnya.

Tak hanya itu, lanjut Rudy, penurunan permukaan tanah juga disebabkan  oleh adanya konsolidasi natural, atau terjadinya pemantapan tanah yang  bersifat natural. Sebagai salah satu contohnnya adalah adanya bagian  yang terbentuk dari endapan lengkungan pasir-pasir halus yang kemudian  mengeras.</content:encoded></item></channel></rss>
