<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivitas Menteri Susi di Akhir Jabatannya, Tenggelamkan Kapal hingga Melawak</title><description>Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti pun menyampaikan ucapan pamitnya di kementeriannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/20/320/2119108/aktivitas-menteri-susi-di-akhir-jabatannya-tenggelamkan-kapal-hingga-melawak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/20/320/2119108/aktivitas-menteri-susi-di-akhir-jabatannya-tenggelamkan-kapal-hingga-melawak"/><item><title>Aktivitas Menteri Susi di Akhir Jabatannya, Tenggelamkan Kapal hingga Melawak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/20/320/2119108/aktivitas-menteri-susi-di-akhir-jabatannya-tenggelamkan-kapal-hingga-melawak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/20/320/2119108/aktivitas-menteri-susi-di-akhir-jabatannya-tenggelamkan-kapal-hingga-melawak</guid><pubDate>Minggu 20 Oktober 2019 08:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/19/320/2119108/aktivitas-menteri-susi-di-akhir-jabatannya-tenggelamkan-kapal-hingga-melawak-xmyou7koWX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Susi Pudjiastuti (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/19/320/2119108/aktivitas-menteri-susi-di-akhir-jabatannya-tenggelamkan-kapal-hingga-melawak-xmyou7koWX.jpg</image><title>Susi Pudjiastuti (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla akan segera berakhir. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti pun menyampaikan ucapan pamitnya di kementeriannya.

Selama lima tahun masa jabatannya, ia mengaku telah melalui perjalanan yang tidak mudah. Meski begitu telah banyak aksi dan prestasi yang dilakukan menteri yang satu ini. Berikut fakta-fakta mengenai aksi terakhir menteri Susi seperti dirangkum Okezone, Minggu (20/10/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sederet Prestasi Susi Pudjiastuti, Menteri dengan Tingkat Kepuasan Tertinggi 91,9%

 
1.  Tenggelamkan 42 Kapal Terakhir
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali memusnahkan Kapal Ikan Asing (KIA) bulan ini. Sebanyak 21 kapal ditenggelamkan di Kalimantan Barat yang terbagi menjadi dua wilayah.

Sementara 18 KIA ditenggelamkan di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah hari Minggu 6 Oktober 2019 dan 3 KIA sudah ditenggelamkan di perairan Paloh, Kabupaten Sambas, beberapa hari lalu.

KIA lainnya pun akan ditenggelamkan juga di Belawan, Batam, Natuna, Nunukan, Merauke dan Toli-toli. Satgas 115 akan menenggelamkan sebanyak 9 kapal di Natuna, 6 kapal di Batam, serta 6 kapal di Belawan. Maka total keseluruhan terdapat 42 kapal.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jabatan Segera Berakhir, Menteri Susi Harap Kebijakan Penenggelaman Kapal Terus Dilakukan
 
2. Ekspor 15.000 Kg Gurita ke Jepang
Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) mengekspor gurita ke Jepang menindaklanjuti realisasi kerja sama dengan perusahaan Jepang Nomura Trading Co.,LTD. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti bersama dengan Perum Perindo pun melakukan pelepasan ekspor tersebut.

Komoditas ekspor sebanyak 15.000 kg Gurita (Callistoctopus Ornatus) merupakan bahan baku dari perairan Natuna dan sekitarnya, dilakukan dari Unit Pengolahan Ikan (UPI) Selat Lampa, Natuna yang dikelola Perum Perindo.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Susi Posting Video PM Modi Bersih-Bersih Pantai dari Sampah
 
3. Ajukan Pembebasan Tarif Ekspor
Saat ini, tarif ekspor ikan dari Indonesia menuju Eropa adalah sebesar 20%. Tarif ini lebih besar dari negara-negara pesaing Indonesia lainnya seperti Vietnam. Hal tersebut dinilai tidak adil mengingat Vietnam mendapatkan ikannya dari hasil mencuri di perairan Indonesia.

Menurut Menteri Susi, Indonesia menginginkan agar Uni Eropa juga bisa membebaskan tarif impor ikan asal Indonesia seperti perlakuan Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia. &quot;Saya bilang nanti kita ancam Uni Eropa kalau tidak mau turunkan tarif. Masak negara yang curi ikan dapat 0%, Indonesia yang ikannya dicuri bayar 20%,&quot; ujarnya.

4. Tetapkan Teluk Benoa Sebagai Kawasan Konservasi Maritim
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan Teluk Benoa  di Perairan Provinsi Bali sebagai Kawasan Konservasi Maritim (KKM)  bulan ini. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan  Perikanan Nomor: 46/KEPMEN-KP/2019.

Penetapan KKM Teluk Benoa sebagai bentuk tindak lanjut Surat Gubernur  Bali kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Perihal Usulan Penetapan  Kawasan Konservasi Maritim (KKM) Teluk Benoa. Dengan ditetapkan sebagai  Kawasan Konservasi Maritim, Teluk Benoa akan dikelola sebagai Daerah  Perlindungan Budaya Maritim yang akan mendukung sektor andalan  Pariwisata Bali.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Alasan Susi Pudjiastuti Tak Pakai Batik di Hari Terakhir Kerja Bikin para Menteri Ngakak

 
5. Tetap 'Melawak' di Hari Terakhir Kerja
Pada momentum silahturahmi hari terakhir kerja Kabinet Kerja I,  dirinya pun melakukan hal yang jarang dilakukan selevel menteri. Dalam  video yang diunggah melalui akun Instagram resmi miliknya, ia menuliskan  bahwa dalam bekerja, para menteri pun kerap kali bercanda satu sama  lain.

Dibalut sackdress berwarna shocking pink serta syal bermotif bunga  dan warna senada, Menteri Susi pun bergaya bak foto model. Hal itu  sontak mengundang tawa dan tepuk tangan meriah dari para menteri dan  jajarannya.

Bahkan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf melalui akun  Instagram resmi miliknya pun menuliskan bahwa candaan menteri Susi  selalu menghangatkan suasana kabinet.</description><content:encoded>JAKARTA - Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla akan segera berakhir. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti pun menyampaikan ucapan pamitnya di kementeriannya.

Selama lima tahun masa jabatannya, ia mengaku telah melalui perjalanan yang tidak mudah. Meski begitu telah banyak aksi dan prestasi yang dilakukan menteri yang satu ini. Berikut fakta-fakta mengenai aksi terakhir menteri Susi seperti dirangkum Okezone, Minggu (20/10/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sederet Prestasi Susi Pudjiastuti, Menteri dengan Tingkat Kepuasan Tertinggi 91,9%

 
1.  Tenggelamkan 42 Kapal Terakhir
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali memusnahkan Kapal Ikan Asing (KIA) bulan ini. Sebanyak 21 kapal ditenggelamkan di Kalimantan Barat yang terbagi menjadi dua wilayah.

Sementara 18 KIA ditenggelamkan di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah hari Minggu 6 Oktober 2019 dan 3 KIA sudah ditenggelamkan di perairan Paloh, Kabupaten Sambas, beberapa hari lalu.

KIA lainnya pun akan ditenggelamkan juga di Belawan, Batam, Natuna, Nunukan, Merauke dan Toli-toli. Satgas 115 akan menenggelamkan sebanyak 9 kapal di Natuna, 6 kapal di Batam, serta 6 kapal di Belawan. Maka total keseluruhan terdapat 42 kapal.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jabatan Segera Berakhir, Menteri Susi Harap Kebijakan Penenggelaman Kapal Terus Dilakukan
 
2. Ekspor 15.000 Kg Gurita ke Jepang
Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) mengekspor gurita ke Jepang menindaklanjuti realisasi kerja sama dengan perusahaan Jepang Nomura Trading Co.,LTD. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti bersama dengan Perum Perindo pun melakukan pelepasan ekspor tersebut.

Komoditas ekspor sebanyak 15.000 kg Gurita (Callistoctopus Ornatus) merupakan bahan baku dari perairan Natuna dan sekitarnya, dilakukan dari Unit Pengolahan Ikan (UPI) Selat Lampa, Natuna yang dikelola Perum Perindo.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Susi Posting Video PM Modi Bersih-Bersih Pantai dari Sampah
 
3. Ajukan Pembebasan Tarif Ekspor
Saat ini, tarif ekspor ikan dari Indonesia menuju Eropa adalah sebesar 20%. Tarif ini lebih besar dari negara-negara pesaing Indonesia lainnya seperti Vietnam. Hal tersebut dinilai tidak adil mengingat Vietnam mendapatkan ikannya dari hasil mencuri di perairan Indonesia.

Menurut Menteri Susi, Indonesia menginginkan agar Uni Eropa juga bisa membebaskan tarif impor ikan asal Indonesia seperti perlakuan Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia. &quot;Saya bilang nanti kita ancam Uni Eropa kalau tidak mau turunkan tarif. Masak negara yang curi ikan dapat 0%, Indonesia yang ikannya dicuri bayar 20%,&quot; ujarnya.

4. Tetapkan Teluk Benoa Sebagai Kawasan Konservasi Maritim
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan Teluk Benoa  di Perairan Provinsi Bali sebagai Kawasan Konservasi Maritim (KKM)  bulan ini. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan  Perikanan Nomor: 46/KEPMEN-KP/2019.

Penetapan KKM Teluk Benoa sebagai bentuk tindak lanjut Surat Gubernur  Bali kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Perihal Usulan Penetapan  Kawasan Konservasi Maritim (KKM) Teluk Benoa. Dengan ditetapkan sebagai  Kawasan Konservasi Maritim, Teluk Benoa akan dikelola sebagai Daerah  Perlindungan Budaya Maritim yang akan mendukung sektor andalan  Pariwisata Bali.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Alasan Susi Pudjiastuti Tak Pakai Batik di Hari Terakhir Kerja Bikin para Menteri Ngakak

 
5. Tetap 'Melawak' di Hari Terakhir Kerja
Pada momentum silahturahmi hari terakhir kerja Kabinet Kerja I,  dirinya pun melakukan hal yang jarang dilakukan selevel menteri. Dalam  video yang diunggah melalui akun Instagram resmi miliknya, ia menuliskan  bahwa dalam bekerja, para menteri pun kerap kali bercanda satu sama  lain.

Dibalut sackdress berwarna shocking pink serta syal bermotif bunga  dan warna senada, Menteri Susi pun bergaya bak foto model. Hal itu  sontak mengundang tawa dan tepuk tangan meriah dari para menteri dan  jajarannya.

Bahkan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf melalui akun  Instagram resmi miliknya pun menuliskan bahwa candaan menteri Susi  selalu menghangatkan suasana kabinet.</content:encoded></item></channel></rss>
