<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi: Jangan Monoton, Perlu Dobrakan Inovasi</title><description>Presiden Jokowi mengatakan tak bisa hanya terjebak dalam rutinitas yang monoton</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/20/320/2119372/presiden-jokowi-jangan-monoton-perlu-dobrakan-inovasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/20/320/2119372/presiden-jokowi-jangan-monoton-perlu-dobrakan-inovasi"/><item><title>Presiden Jokowi: Jangan Monoton, Perlu Dobrakan Inovasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/20/320/2119372/presiden-jokowi-jangan-monoton-perlu-dobrakan-inovasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/20/320/2119372/presiden-jokowi-jangan-monoton-perlu-dobrakan-inovasi</guid><pubDate>Minggu 20 Oktober 2019 17:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/20/320/2119372/presiden-jokowi-jangan-monoton-perlu-dobrakan-inovasi-KS37rcBqQS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pelantikan Presiden Joko Widodo untuk 2019-2024. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/20/320/2119372/presiden-jokowi-jangan-monoton-perlu-dobrakan-inovasi-KS37rcBqQS.jpeg</image><title>Pelantikan Presiden Joko Widodo untuk 2019-2024. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju di tengah kondisi dunia yang dinamis, maka diperlukan pengembangan cara dan nilai yang baru. Tak bisa hanya terjebak dalam rutinitas yang monoton.
Baca Juga: Jokowi Minta Jabatan PNS Hanya Sampai Eselon 2
Menurutnya, inovasi merupakan hal penting untuk mendorong perubahan pada Indonesia sehingga menjadi lebih baik. Namun, dia menekankan, inovasi bukan hanya pengetahuan, melainkan adalah budaya.

Jokowi pun berkisah mengenai pengalamannya di tahun-tahun awal berada di Istana Negara dalam periode kepemimpinan 2014-2019. Di mana ketika protokol selalu meminta dirinya untuk berdiri di suatu titik yang sama setiap tahunnya dalam acara halalbihalal, dirinya pun meminta dilakukan perubahan.
Baca Juga: Mimpi Jokowi di 2045, RI Jadi Negara Maju dengan PDB USD7 Triliun
&quot;Cerita sedikit. tahun pertama saya di istana, saat mengundang masyarakat untuk halalbihalal, protokol meminta saya untuk berdiri di titik itu, saya ikut. Tahun kedua, halalbihalal lagi, protokol meminta saya berdiri di titik yang sama, di titik itu lagi,&quot; ujar Jokowi dalam Pidato Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, di Sidang MPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2019).Merespons hal tersebut, kala itu Jokowi yang ingin merubah posisi  langsung mengajak Menteri Sekretariat Negara Praktiono. &quot;Saya bilang ke  Mensesneg, 'Pak, ayo kita pindah lokasi. Kalau kita tidak pindah, akan  jadi kebiasaan. Itu akan dianggap sebagai aturan dan bahkan nantinya  akan dijadikan seperti undang-undang.' Jadi Ini yang namanya monoton dan  rutinitas,&quot; jelasnya.
Menurutnya, mendobrak rutinitas adalah satu hal yang penting dan  meningkatkan produktivitas adalah hal lain yang menjadi prioritas. Dia  menambahkan, jangan sampai bekerja hanya berorientasi kepada proses,  tetapi juga harus berorientasi pada hasil-hasil yang nyata.
&quot;Saya sering ingatkan ke para menteri, tugas kita bukan hanya membuat  dan melaksanakan kebijakan, tetapi adalah membuat masyarakat menikmati  pelayanan, menikmati hasil pembangunan,&quot; jelas Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju di tengah kondisi dunia yang dinamis, maka diperlukan pengembangan cara dan nilai yang baru. Tak bisa hanya terjebak dalam rutinitas yang monoton.
Baca Juga: Jokowi Minta Jabatan PNS Hanya Sampai Eselon 2
Menurutnya, inovasi merupakan hal penting untuk mendorong perubahan pada Indonesia sehingga menjadi lebih baik. Namun, dia menekankan, inovasi bukan hanya pengetahuan, melainkan adalah budaya.

Jokowi pun berkisah mengenai pengalamannya di tahun-tahun awal berada di Istana Negara dalam periode kepemimpinan 2014-2019. Di mana ketika protokol selalu meminta dirinya untuk berdiri di suatu titik yang sama setiap tahunnya dalam acara halalbihalal, dirinya pun meminta dilakukan perubahan.
Baca Juga: Mimpi Jokowi di 2045, RI Jadi Negara Maju dengan PDB USD7 Triliun
&quot;Cerita sedikit. tahun pertama saya di istana, saat mengundang masyarakat untuk halalbihalal, protokol meminta saya untuk berdiri di titik itu, saya ikut. Tahun kedua, halalbihalal lagi, protokol meminta saya berdiri di titik yang sama, di titik itu lagi,&quot; ujar Jokowi dalam Pidato Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, di Sidang MPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2019).Merespons hal tersebut, kala itu Jokowi yang ingin merubah posisi  langsung mengajak Menteri Sekretariat Negara Praktiono. &quot;Saya bilang ke  Mensesneg, 'Pak, ayo kita pindah lokasi. Kalau kita tidak pindah, akan  jadi kebiasaan. Itu akan dianggap sebagai aturan dan bahkan nantinya  akan dijadikan seperti undang-undang.' Jadi Ini yang namanya monoton dan  rutinitas,&quot; jelasnya.
Menurutnya, mendobrak rutinitas adalah satu hal yang penting dan  meningkatkan produktivitas adalah hal lain yang menjadi prioritas. Dia  menambahkan, jangan sampai bekerja hanya berorientasi kepada proses,  tetapi juga harus berorientasi pada hasil-hasil yang nyata.
&quot;Saya sering ingatkan ke para menteri, tugas kita bukan hanya membuat  dan melaksanakan kebijakan, tetapi adalah membuat masyarakat menikmati  pelayanan, menikmati hasil pembangunan,&quot; jelas Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
