<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Air Laut Mulai 'Merembes' di Bawah Tanah Jakarta</title><description>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan pernyataan bahwa Jakarta terancam tenggelam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/20/470/2119122/fakta-air-laut-mulai-merembes-di-bawah-tanah-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/20/470/2119122/fakta-air-laut-mulai-merembes-di-bawah-tanah-jakarta"/><item><title>Fakta Air Laut Mulai 'Merembes' di Bawah Tanah Jakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/20/470/2119122/fakta-air-laut-mulai-merembes-di-bawah-tanah-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/20/470/2119122/fakta-air-laut-mulai-merembes-di-bawah-tanah-jakarta</guid><pubDate>Minggu 20 Oktober 2019 03:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/19/470/2119122/fakta-air-laut-mulai-merembes-di-bawah-tanah-jakarta-40dgLEoSa2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi air dan jalan (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/19/470/2119122/fakta-air-laut-mulai-merembes-di-bawah-tanah-jakarta-40dgLEoSa2.jpg</image><title>Ilustrasi air dan jalan (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  telah mengeluarkan pernyataan bahwa Jakarta terancam tenggelam.  Pernyataan tersebut dibuktikan dengan beberapa daerah di Jakarta Utara  yang sudah mengalami penurunan tanah, bahkan intrusi air laut yang sudah  masuk ke Monas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bahkan  mengatakan, penurunan muka air tanah mencapai 40 meter dari asalnya  dalam jangka waktu 50 tahun atau 100 tahun. Maka dari itu, masyarakat  perlu mencari alternatif lain dalam mendapatkan air bersih. Karena jika  terus menerus digunakan, Jakarta akan menjadi kota yang tidak layak  huni.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) Rudy Sunendar mengatakan, beberapa kota besar yang mengalami  nasib sama seperti Jakarta, seperti Surabaya hingga Semarang. Bahkan  khusus di Semarang, banjir rob sudah terjadi ketika musim penghujan  datang.

Beberapa daerah di Jakarta Utara bahkan sudah tergenang oleh air  laut. Khusus daerah yang persis berada dekat dengan laut, bahkan  genangan airnya beberapa kali sudah masuk ke dalam rumah warga. Kondisi  ini bisa saja akan terus meluas jika tidak adanya penanganan dan  pembatasan penggunaan air tanah.

Menurut Rudy, ada beberapa hal yang menyebabkan permukaan air tanah  mengalami penurunan, misalnya terlalu berlebihnya penggunaan air di  dalam tanah sehingga membuat permukaan tanah ikut tergerus dan turun.  Selain itu juga beban permukaan tanah yang terlalu berlebih akibat  dibangunnya banyak bangunan pencakar langit

Baca Selengkapnya: Fakta-Fakta Air Laut 'Menyusup' ke Monas, Air Tanah Tidak Bisa Lagi Digunakan</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  telah mengeluarkan pernyataan bahwa Jakarta terancam tenggelam.  Pernyataan tersebut dibuktikan dengan beberapa daerah di Jakarta Utara  yang sudah mengalami penurunan tanah, bahkan intrusi air laut yang sudah  masuk ke Monas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bahkan  mengatakan, penurunan muka air tanah mencapai 40 meter dari asalnya  dalam jangka waktu 50 tahun atau 100 tahun. Maka dari itu, masyarakat  perlu mencari alternatif lain dalam mendapatkan air bersih. Karena jika  terus menerus digunakan, Jakarta akan menjadi kota yang tidak layak  huni.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) Rudy Sunendar mengatakan, beberapa kota besar yang mengalami  nasib sama seperti Jakarta, seperti Surabaya hingga Semarang. Bahkan  khusus di Semarang, banjir rob sudah terjadi ketika musim penghujan  datang.

Beberapa daerah di Jakarta Utara bahkan sudah tergenang oleh air  laut. Khusus daerah yang persis berada dekat dengan laut, bahkan  genangan airnya beberapa kali sudah masuk ke dalam rumah warga. Kondisi  ini bisa saja akan terus meluas jika tidak adanya penanganan dan  pembatasan penggunaan air tanah.

Menurut Rudy, ada beberapa hal yang menyebabkan permukaan air tanah  mengalami penurunan, misalnya terlalu berlebihnya penggunaan air di  dalam tanah sehingga membuat permukaan tanah ikut tergerus dan turun.  Selain itu juga beban permukaan tanah yang terlalu berlebih akibat  dibangunnya banyak bangunan pencakar langit

Baca Selengkapnya: Fakta-Fakta Air Laut 'Menyusup' ke Monas, Air Tanah Tidak Bisa Lagi Digunakan</content:encoded></item></channel></rss>
