<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Bersedia Jadi Menteri, Ini Profil Pendiri Gojek Nadiem Makarim   </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Nadiem Makarim ke Istana Kepresidenan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/21/320/2119636/bersedia-jadi-menteri-ini-profil-pendiri-gojek-nadiem-makarim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/21/320/2119636/bersedia-jadi-menteri-ini-profil-pendiri-gojek-nadiem-makarim"/><item><title>   Bersedia Jadi Menteri, Ini Profil Pendiri Gojek Nadiem Makarim   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/21/320/2119636/bersedia-jadi-menteri-ini-profil-pendiri-gojek-nadiem-makarim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/21/320/2119636/bersedia-jadi-menteri-ini-profil-pendiri-gojek-nadiem-makarim</guid><pubDate>Senin 21 Oktober 2019 12:46 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/21/320/2119636/bersedia-jadi-menteri-ini-profil-pendiri-gojek-nadiem-makarim-d2aY9zk8op.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Senyum Nadiem Makarim di Istana (Foto: Okezone.com/Fakhri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/21/320/2119636/bersedia-jadi-menteri-ini-profil-pendiri-gojek-nadiem-makarim-d2aY9zk8op.jpg</image><title>Senyum Nadiem Makarim di Istana (Foto: Okezone.com/Fakhri)</title></images><description>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Nadiem Makarim ke Istana Kepresidenan. Nadiem secara terang-terangan bersedia jadi Menteri Kabinet Kerja Jilid II.

Bahkan, Nadiem Makarim memastikan sudah tidak memiliki jabatan di perusahaan transportasi daring GoJek, perusahaan yang dia dirikan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bertemu Jokowi, Nadiem: Saya Bersedia Jadi Menteri
Mundurnya Nadiem karena dirinya menerima tawaran Presiden Jokowi untuk mengisi salah satu kursi Menteri di Kabinet Kerja Jilid II.

Berikut profil lengkap Nadiem Makarim yang dikutip Okezone dari berbagai sumber, Jakarta, Senin (21/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jadi Menteri, Nadiem Makarim Mundur dari Gojek
Pria yang lahir di Singapura pada 4 April 1984 itu diyakini akan menduduki kursi pemerintahan.

Pria lulusan Brown University dan meraih gelar MBA di Harvard University itu ternyata pernah bersekolah di Jakarta dan Singapura saat duduk dibangku sekolah menengah.
&amp;nbsp;Nadiem memulai kariernya di McKinsey &amp;amp; Company sebagai konsultan  manajemen di Jakarta. Kemudian pada 2010 Nadiem menciptakan perusahaan  decacorn yang dikenal dengan nama Gojek. Saat ini, Gojek telah berubah  menjadi super app yang menyediakan lebih dari 20 layanan.

Selain itu, pada 2016 Nadiem menerima penghargaan The Straits Times  Asian of the Year dan merupakan orang Indonesia pertama yang menerima  penghargaan tersebut sejak ertama kali didirikan pada 2012.

Tak hanya itu, Nadiem juga berhasil masuk ke daftar inovator tahunan  Bloomberg 50 pada 2018. Bloomberg menilai bahwa tidak ada platform  teknologi lain (aplikasi) yang mengubah kehidupan orang Indonesia  secepat dan seintegrasikan Gojek.
&amp;nbsp;Track Record Nadiem memang tidak bisa diragukan, pada Mei 2019,   Nadiem disebut-sebut menjadi tokoh termuda dari Asia yang menerima   Nikkei Asia Prize ke 24 untuk inovasi ekonomi dan bisnis. Nadiem juga   menggandakan hadiah tersebut menjadi Rp860 juta dan menyumbangkan jumlah   tersebut sebagai beasiswa pendidikan untuk anak-anak pengemudi Gojek.

Pada 2017, Gojek juga berhasil masuk ke 50 Perusahaan Teratas Fortune   yang Mengubah Dunia dan mendapat peringkat ke 17 di seluruh dunia.

Pada 2019, Gojek sekali lagi berhasil masuk ke 50 Perusahaan Top   Fortune yang Mengubah Dunia, dan merupakan satu-satunya perusahaan Asia   Tenggara yang dimasukkan dua kali dalam daftar - tahun ini melonjak ke   peringkat 11 dari 52 perusahaan global.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Nadiem Makarim ke Istana Kepresidenan. Nadiem secara terang-terangan bersedia jadi Menteri Kabinet Kerja Jilid II.

Bahkan, Nadiem Makarim memastikan sudah tidak memiliki jabatan di perusahaan transportasi daring GoJek, perusahaan yang dia dirikan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bertemu Jokowi, Nadiem: Saya Bersedia Jadi Menteri
Mundurnya Nadiem karena dirinya menerima tawaran Presiden Jokowi untuk mengisi salah satu kursi Menteri di Kabinet Kerja Jilid II.

Berikut profil lengkap Nadiem Makarim yang dikutip Okezone dari berbagai sumber, Jakarta, Senin (21/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jadi Menteri, Nadiem Makarim Mundur dari Gojek
Pria yang lahir di Singapura pada 4 April 1984 itu diyakini akan menduduki kursi pemerintahan.

Pria lulusan Brown University dan meraih gelar MBA di Harvard University itu ternyata pernah bersekolah di Jakarta dan Singapura saat duduk dibangku sekolah menengah.
&amp;nbsp;Nadiem memulai kariernya di McKinsey &amp;amp; Company sebagai konsultan  manajemen di Jakarta. Kemudian pada 2010 Nadiem menciptakan perusahaan  decacorn yang dikenal dengan nama Gojek. Saat ini, Gojek telah berubah  menjadi super app yang menyediakan lebih dari 20 layanan.

Selain itu, pada 2016 Nadiem menerima penghargaan The Straits Times  Asian of the Year dan merupakan orang Indonesia pertama yang menerima  penghargaan tersebut sejak ertama kali didirikan pada 2012.

Tak hanya itu, Nadiem juga berhasil masuk ke daftar inovator tahunan  Bloomberg 50 pada 2018. Bloomberg menilai bahwa tidak ada platform  teknologi lain (aplikasi) yang mengubah kehidupan orang Indonesia  secepat dan seintegrasikan Gojek.
&amp;nbsp;Track Record Nadiem memang tidak bisa diragukan, pada Mei 2019,   Nadiem disebut-sebut menjadi tokoh termuda dari Asia yang menerima   Nikkei Asia Prize ke 24 untuk inovasi ekonomi dan bisnis. Nadiem juga   menggandakan hadiah tersebut menjadi Rp860 juta dan menyumbangkan jumlah   tersebut sebagai beasiswa pendidikan untuk anak-anak pengemudi Gojek.

Pada 2017, Gojek juga berhasil masuk ke 50 Perusahaan Teratas Fortune   yang Mengubah Dunia dan mendapat peringkat ke 17 di seluruh dunia.

Pada 2019, Gojek sekali lagi berhasil masuk ke 50 Perusahaan Top   Fortune yang Mengubah Dunia, dan merupakan satu-satunya perusahaan Asia   Tenggara yang dimasukkan dua kali dalam daftar - tahun ini melonjak ke   peringkat 11 dari 52 perusahaan global.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
