<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jack Ma soal Filantropi di China: Baru Saja Dimulai   </title><description>Pendiri Alibaba Group Jack Ma mengharapkan China memiliki ratusan ribu pebisnis dengan yayasan amal mereka sendiri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/21/320/2119727/jack-ma-soal-filantropi-di-china-baru-saja-dimulai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/21/320/2119727/jack-ma-soal-filantropi-di-china-baru-saja-dimulai"/><item><title>Jack Ma soal Filantropi di China: Baru Saja Dimulai   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/21/320/2119727/jack-ma-soal-filantropi-di-china-baru-saja-dimulai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/21/320/2119727/jack-ma-soal-filantropi-di-china-baru-saja-dimulai</guid><pubDate>Senin 21 Oktober 2019 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/21/320/2119727/jack-ma-soal-filantropi-di-china-baru-saja-dimulai-GMOSCA198f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jack Ma soal Filantropi (Foto: Forbes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/21/320/2119727/jack-ma-soal-filantropi-di-china-baru-saja-dimulai-GMOSCA198f.jpg</image><title>Jack Ma soal Filantropi (Foto: Forbes)</title></images><description>JAKARTA - Pendiri Alibaba Group Jack Ma mengharapkan China memiliki ratusan ribu pebisnis dengan yayasan amal mereka sendiri di masa depan. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Konferensi CEO Forbes di Singapura.

&quot;Banyak negara memiliki sejarah panjang dalam menciptakan yayasan filantropi, tetapi China baru saja dimulai,&quot; katanya saat berdialog dengan Ketua dan Pemimpin Redaksi Forbes Steve Forbes
&amp;nbsp;Baca Juga: Jack Ma Sebut Bakal Ditolak jika Melamar Kerja di Alibaba Saat Ini
Melansir Forbes, Jakarta, Senin (21/10/2019), Jack Ma berbicara setelah menerima Penghargaan Lifetime Achievement Malcolm S. Forbes. Penghargaan ini mengakui pencapaian seumur hidup dan merupakan perayaan kesuksesan bisnis global yang dianugerahkan kepada individu yang mewujudkan dan mencontohkan cita-cita kewirausahaan yang diperjuangkan oleh Forbes.

Dia telah mengundurkan diri sebagai pimpinan dari raksasa e-commerce pada bulan September, meskipun dia akan tetap menjadi anggota seumur hidup di Alibaba Partnership. Jack Ma mengatakan dia pertama kali mulai mempersiapkan kehidupannya hampir satu dekade yang lalu.
&amp;nbsp;Baca Juga: Penuh Emosional, Jack Ma Kenang 20 Tahun Alibaba dari Apartemen Lamanya
Sejak itu pula ia telah mengikuti secara dekat lembaga-lembaga filantropi termasuk Yayasan Rockefeller dan Yayasan Bill &amp;amp; Melinda Gates. Pengusaha itu ingat bagaimana ia membahas adegan filantropis China yang baru lahir dengan Bill Gates dan Warren Buffett ketika mereka mengunjungi China pada saat itu.

Jack Ma pun terus berkomunikasi tentang berbagai masalah mulai dari perubahan iklim hingga proyek perawatan kesehatan di Afrika. Ia mengatakan, telah mempelajari banyak yayasan lain dalam beberapa tahun terakhir dengan tujuan membangun sistem untuk pemberian filantropi di China melalui yayasannya yang didirikan pada tahun 2014.
&amp;nbsp;
Dia mengaku sangat tertarik dengan Afrika. Dia mengatakan akan  melakukan perjalanan ke Afrika bulan depan untuk memberikan Penghargaan  Pengusaha Alibaba, serta membantu memberdayakan kaum muda di wilayah  tersebut. Dia mengatakan dalam menjadikan Afrika berkembang lebih lanjut  diperlukan tiga hal.

Di antaranya, yaitu e-government untuk membuat pemerintah lebih  transparan, lalu pengusaha untuk menjadikan mereka pahlawan. Kemudian,  pendidikan untuk membuat orang tahu apa yang mereka inginkan dan tidak  mereka inginkan.
&amp;nbsp;
Tahun lalu, Ma juga meluncurkan kontes wirausaha di wilayah tersebut,  yaitu The Africa Netpreneur Prize Initiative. Ini memberikan total USD1  juta setiap tahun untuk pengusaha di semua industri, terbuka bagi siapa  saja di 54 negara Afrika untuk mendaftar.


Menurutnya, kewirausahaan di Afrika sangat berbeda karena sebagian  besar pengusaha di negara lain. &quot;Orang-orang di Afrika ini, mereka ingin  mengubah Afrika. Mereka ingin mengubah hidup mereka,&quot; kata Jack Ma.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pendiri Alibaba Group Jack Ma mengharapkan China memiliki ratusan ribu pebisnis dengan yayasan amal mereka sendiri di masa depan. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Konferensi CEO Forbes di Singapura.

&quot;Banyak negara memiliki sejarah panjang dalam menciptakan yayasan filantropi, tetapi China baru saja dimulai,&quot; katanya saat berdialog dengan Ketua dan Pemimpin Redaksi Forbes Steve Forbes
&amp;nbsp;Baca Juga: Jack Ma Sebut Bakal Ditolak jika Melamar Kerja di Alibaba Saat Ini
Melansir Forbes, Jakarta, Senin (21/10/2019), Jack Ma berbicara setelah menerima Penghargaan Lifetime Achievement Malcolm S. Forbes. Penghargaan ini mengakui pencapaian seumur hidup dan merupakan perayaan kesuksesan bisnis global yang dianugerahkan kepada individu yang mewujudkan dan mencontohkan cita-cita kewirausahaan yang diperjuangkan oleh Forbes.

Dia telah mengundurkan diri sebagai pimpinan dari raksasa e-commerce pada bulan September, meskipun dia akan tetap menjadi anggota seumur hidup di Alibaba Partnership. Jack Ma mengatakan dia pertama kali mulai mempersiapkan kehidupannya hampir satu dekade yang lalu.
&amp;nbsp;Baca Juga: Penuh Emosional, Jack Ma Kenang 20 Tahun Alibaba dari Apartemen Lamanya
Sejak itu pula ia telah mengikuti secara dekat lembaga-lembaga filantropi termasuk Yayasan Rockefeller dan Yayasan Bill &amp;amp; Melinda Gates. Pengusaha itu ingat bagaimana ia membahas adegan filantropis China yang baru lahir dengan Bill Gates dan Warren Buffett ketika mereka mengunjungi China pada saat itu.

Jack Ma pun terus berkomunikasi tentang berbagai masalah mulai dari perubahan iklim hingga proyek perawatan kesehatan di Afrika. Ia mengatakan, telah mempelajari banyak yayasan lain dalam beberapa tahun terakhir dengan tujuan membangun sistem untuk pemberian filantropi di China melalui yayasannya yang didirikan pada tahun 2014.
&amp;nbsp;
Dia mengaku sangat tertarik dengan Afrika. Dia mengatakan akan  melakukan perjalanan ke Afrika bulan depan untuk memberikan Penghargaan  Pengusaha Alibaba, serta membantu memberdayakan kaum muda di wilayah  tersebut. Dia mengatakan dalam menjadikan Afrika berkembang lebih lanjut  diperlukan tiga hal.

Di antaranya, yaitu e-government untuk membuat pemerintah lebih  transparan, lalu pengusaha untuk menjadikan mereka pahlawan. Kemudian,  pendidikan untuk membuat orang tahu apa yang mereka inginkan dan tidak  mereka inginkan.
&amp;nbsp;
Tahun lalu, Ma juga meluncurkan kontes wirausaha di wilayah tersebut,  yaitu The Africa Netpreneur Prize Initiative. Ini memberikan total USD1  juta setiap tahun untuk pengusaha di semua industri, terbuka bagi siapa  saja di 54 negara Afrika untuk mendaftar.


Menurutnya, kewirausahaan di Afrika sangat berbeda karena sebagian  besar pengusaha di negara lain. &quot;Orang-orang di Afrika ini, mereka ingin  mengubah Afrika. Mereka ingin mengubah hidup mereka,&quot; kata Jack Ma.

</content:encoded></item></channel></rss>
