<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jutawan Terus Meningkat, Bagaimana Nasib Kelas Menengah dan Bawah?</title><description>Jumlah jutawan di dunia tumbuh hampir 47 juta selama setahun terakhir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/22/20/2120148/jutawan-terus-meningkat-bagaimana-nasib-kelas-menengah-dan-bawah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/22/20/2120148/jutawan-terus-meningkat-bagaimana-nasib-kelas-menengah-dan-bawah"/><item><title>Jutawan Terus Meningkat, Bagaimana Nasib Kelas Menengah dan Bawah?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/22/20/2120148/jutawan-terus-meningkat-bagaimana-nasib-kelas-menengah-dan-bawah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/22/20/2120148/jutawan-terus-meningkat-bagaimana-nasib-kelas-menengah-dan-bawah</guid><pubDate>Selasa 22 Oktober 2019 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/22/20/2120148/jutawan-terus-meningkat-bagaimana-nasib-kelas-menengah-dan-bawah-bxE6BHhJJI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Orang Kaya (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/22/20/2120148/jutawan-terus-meningkat-bagaimana-nasib-kelas-menengah-dan-bawah-bxE6BHhJJI.jpg</image><title>Ilustrasi Orang Kaya (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Jumlah jutawan di dunia tumbuh hampir 47 juta selama setahun terakhir. Bahkan, studi terbaru mengatakan mereka sekarang memiliki hampir setengah dari kekayaan dunia.
Menurut Global Wealth Report dari Credit Suisse dilansir dari CNBC, Selasa (22/10/2019), jumlah total jutawan di dunia meningkat sebesar 1,1 juta dari pertengahan 2018 hingga pertengahan 2019. Hal ini terlepas dari perang dagang serta perlambatan pertumbuhan global dan pasar saham yang bergejolak.
Kini, 46,8 juta jutawan dunia memiliki harta gabungan senilai USD158,3 triliun. Harta tersebut setara dengan 44% dari total kekayaan dunia.
Baca juga: Kilas Balik, Begini Surat Bantuan untuk Orang Miskin Tahun 1947 
Amerika Serikat masih memimpin dunia dalam jumlah total jutawan dan pertumbuhan. Selama tahun lalu, AS menambah 675.000 jutawan baru, sehingga totalnya menjadi 18,6 juta. Jepang menambahkan 187.000 sehingga totalnya menjadi lebih dari 3 juta. China, yang ekonominya melambat karena ketegangan perdagangan, masih menambah 158.000 jutawan baru, sehingga totalnya menjadi 4,5 juta.
Australia menjadi negara dengan penurunan jumlah jutawan terbesar. Populasi jutawan di Negeri Kanguru ini turun sebesar 124.000 menjadi 1,2 juta saja. Namun, banyak dari penurunan itu disebabkan nilai tukar, apalagi jutawan diukur dalam dolar AS.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/09/03/58637/300212_medium.jpg&quot; alt=&quot;Potret Kemiskinan, Pemukiman Kumuh di Atas Rawa Sampah Plastik&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Meskipun AS lebih unggul dari China soal jutawan, China sekarang mengkudeta AS untuk pertama kalinya dalam jumlah 'kekayaan global.'
Semua sorotan kekayaan tersebut telah menjadi topik utama dalam pemilihan umum yang demokratis. Elizabeth Warren dan Bernie Sanders sama-sama mengusulkan pajak kekayaan saat mereka berkampanye untuk presiden.
Proposal mereka akan dikenakan pajak atas akumulasi aset dan tabungan, bukan hanya pendapatan. Setengah dari bagian bawah populasi dunia berjumlah kurang dari 1% dari kekayaan global. 90% terbawah dari populasi orang dewasa di dunia, sekitar 4,5 miliar orang dewasa, merupakan 18% dari kekayaan global.Namun, ketidaksetaraan mungkin menurun. 1% teratas mengendalikan  sekitar 47% kekayaan global pada tahun 2000 dibandingkan dengan 45% pada  tahun 2019. Pasalnya, kekayaan kelas menengah global telah meningkat.  Jumlah orang di dunia yang memiliki kekayaan di kisaran USD10.000 sampai  USD100.000 telah melihat pertumbuhan terbesar dari setiap segmen  kekayaan, naik tiga kali lipat sejak tahun 2000 menjadi 1,7 miliar  orang.
Baca juga: Ketimpangan RI Vs Brasil, Sri Mulyani: Di Sana Ada Neymar Pemain Bola Super Kaya 
Laporan itu mengatakan ketidaksetaraan telah menurun selama tiga  tahun terakhir dan diperkirakan akan melanjutkan tren penurunannya  karena semakin banyak populasi kelas menengah bawah dan kelas menengah  memperoleh keuntungan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/03/58637/300211_medium.jpg&quot; alt=&quot;Potret Kemiskinan, Pemukiman Kumuh di Atas Rawa Sampah Plastik&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa ketidaksetaraan  kekayaan sekarang berada dalam fase menurun, bukti yang ada menunjukkan  bahwa tahun 2016 lalu mungkin telah menjadi puncak untuk masa  mendatang,&quot; tulis laporan tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Jumlah jutawan di dunia tumbuh hampir 47 juta selama setahun terakhir. Bahkan, studi terbaru mengatakan mereka sekarang memiliki hampir setengah dari kekayaan dunia.
Menurut Global Wealth Report dari Credit Suisse dilansir dari CNBC, Selasa (22/10/2019), jumlah total jutawan di dunia meningkat sebesar 1,1 juta dari pertengahan 2018 hingga pertengahan 2019. Hal ini terlepas dari perang dagang serta perlambatan pertumbuhan global dan pasar saham yang bergejolak.
Kini, 46,8 juta jutawan dunia memiliki harta gabungan senilai USD158,3 triliun. Harta tersebut setara dengan 44% dari total kekayaan dunia.
Baca juga: Kilas Balik, Begini Surat Bantuan untuk Orang Miskin Tahun 1947 
Amerika Serikat masih memimpin dunia dalam jumlah total jutawan dan pertumbuhan. Selama tahun lalu, AS menambah 675.000 jutawan baru, sehingga totalnya menjadi 18,6 juta. Jepang menambahkan 187.000 sehingga totalnya menjadi lebih dari 3 juta. China, yang ekonominya melambat karena ketegangan perdagangan, masih menambah 158.000 jutawan baru, sehingga totalnya menjadi 4,5 juta.
Australia menjadi negara dengan penurunan jumlah jutawan terbesar. Populasi jutawan di Negeri Kanguru ini turun sebesar 124.000 menjadi 1,2 juta saja. Namun, banyak dari penurunan itu disebabkan nilai tukar, apalagi jutawan diukur dalam dolar AS.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/09/03/58637/300212_medium.jpg&quot; alt=&quot;Potret Kemiskinan, Pemukiman Kumuh di Atas Rawa Sampah Plastik&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Meskipun AS lebih unggul dari China soal jutawan, China sekarang mengkudeta AS untuk pertama kalinya dalam jumlah 'kekayaan global.'
Semua sorotan kekayaan tersebut telah menjadi topik utama dalam pemilihan umum yang demokratis. Elizabeth Warren dan Bernie Sanders sama-sama mengusulkan pajak kekayaan saat mereka berkampanye untuk presiden.
Proposal mereka akan dikenakan pajak atas akumulasi aset dan tabungan, bukan hanya pendapatan. Setengah dari bagian bawah populasi dunia berjumlah kurang dari 1% dari kekayaan global. 90% terbawah dari populasi orang dewasa di dunia, sekitar 4,5 miliar orang dewasa, merupakan 18% dari kekayaan global.Namun, ketidaksetaraan mungkin menurun. 1% teratas mengendalikan  sekitar 47% kekayaan global pada tahun 2000 dibandingkan dengan 45% pada  tahun 2019. Pasalnya, kekayaan kelas menengah global telah meningkat.  Jumlah orang di dunia yang memiliki kekayaan di kisaran USD10.000 sampai  USD100.000 telah melihat pertumbuhan terbesar dari setiap segmen  kekayaan, naik tiga kali lipat sejak tahun 2000 menjadi 1,7 miliar  orang.
Baca juga: Ketimpangan RI Vs Brasil, Sri Mulyani: Di Sana Ada Neymar Pemain Bola Super Kaya 
Laporan itu mengatakan ketidaksetaraan telah menurun selama tiga  tahun terakhir dan diperkirakan akan melanjutkan tren penurunannya  karena semakin banyak populasi kelas menengah bawah dan kelas menengah  memperoleh keuntungan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/03/58637/300211_medium.jpg&quot; alt=&quot;Potret Kemiskinan, Pemukiman Kumuh di Atas Rawa Sampah Plastik&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa ketidaksetaraan  kekayaan sekarang berada dalam fase menurun, bukti yang ada menunjukkan  bahwa tahun 2016 lalu mungkin telah menjadi puncak untuk masa  mendatang,&quot; tulis laporan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
