<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Driver Ojol Tolak Nadiem Jadi Menteri Kabinet Kerja Jilid II, Alasannya?</title><description>Garda menolak keputusan Pendiri Gojek Nadiem Makarim untuk masuk dalam jajaran menteri Kabinet Kerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/22/320/2120025/driver-ojol-tolak-nadiem-jadi-menteri-kabinet-kerja-jilid-ii-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/22/320/2120025/driver-ojol-tolak-nadiem-jadi-menteri-kabinet-kerja-jilid-ii-alasannya"/><item><title>Driver Ojol Tolak Nadiem Jadi Menteri Kabinet Kerja Jilid II, Alasannya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/22/320/2120025/driver-ojol-tolak-nadiem-jadi-menteri-kabinet-kerja-jilid-ii-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/22/320/2120025/driver-ojol-tolak-nadiem-jadi-menteri-kabinet-kerja-jilid-ii-alasannya</guid><pubDate>Selasa 22 Oktober 2019 10:01 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/22/320/2120025/driver-ojol-tolak-nadiem-jadi-menteri-kabinet-kerja-jilid-ii-alasannya-7y5gOMuD0i.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Nadiem Makarim. (Foto: Okezone.com/Taufik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/22/320/2120025/driver-ojol-tolak-nadiem-jadi-menteri-kabinet-kerja-jilid-ii-alasannya-7y5gOMuD0i.jpeg</image><title>Nadiem Makarim. (Foto: Okezone.com/Taufik)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) menolak keputusan Pendiri Gojek Nadiem Makarim untuk masuk dalam jajaran menteri Kabinet Kerja Jilid II. Bahkan, Garda akan menyampaikan aspirasinya tersebut dalam aksi demonstrasi.
Ketua Presidium Nasional Garda Igun Wicaksono menjelaskan, ada dua alasan pihaknya menolak Nadiem menjadi menteri. Pertama, meskipun Nadiem sudah melepas jabatannya sebagai CEO Gojek, namun tetap saja masih tercatat sebagai pemilik bisnis. Artinya, Nadiem menikmati hasil dari Gojek.
Baca Juga: Sri Mulyani Dipanggil Jokowi, Jadi Menkeu Lagi?
&quot;Karena Nadiem sebagai pendiri Gojek sekaligus pemilik bisnis Gojek walaupun secara struktural melepas jabatan-jabatannya di struktur manajemen Gojek, namun dia pemilik bisnisnya,&quot; kata Igun kepada Okezone, Selasa (22/10/2019).
Alasan kedua, lanjutnya, nama Nadiem dinilai menjadi besar karena mitra-mitra ojolnya. Padahal, mitra ini belum sejahtera karena pendapatan, seperti bonus masih sering terpotong. Menurutnya, selama ini Gojek terus berkembang dan hasilnya lebih banyak dinikmati oleh korporasi.

&quot;Di sisi lain, para driver merasa sulit karena pendapatannya tergerus,&quot; ungkapnya.
Igun mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak bisa hanya melihat besarnya startup dari status decacorn-nya (nilai valuasi USD10 miliar) saja. Namun, harus mengkaji lebih dalam karena di belakangnya ada mitra ojol yang belum sejahtera.Menurutnya, kualifikasi mensejahterahkan mitra belum bisa dilakukan  Nadiem, maka dalam lingkup mensejahterahkan masyarakat Indonesia sebagai  bagian dari tugas menteri, merupakan hal yang akan sulit dilakukan.
&quot;Untung besar bagi korporasinya namun bagi kami belum sejahtera. Kami  tidak harapkan untung besar namun pendapatan harusnya sesuai kerja kami  di lapangan, itu dasar kami menolak,&quot; jelas Igun.
Baca Juga: Senyum Sumringah Bos GoJek Nadiem Makarim di Istana, Jadi Menteri?
Igun memastikan akan melakukan aksi demonstrasi untuk menyampaikan  penolakan tersebut. Aksi ini tidak hanya diikuti oleh pengemudi ojol  dari Gojek saja, namun juga berbagai mitra ojol aplikator lainnya.  Menurutnya, hal itu sebagai wujud solidaritas dari para pengemudi ojol.
Meski demikian, dirinya belum bisa menyebutkan waktu pasti dari  pelaksanaan demo, lantaran masih dilakukan pembahasan secara internal.
&quot;Untuk waktu pelaksanaan aksi, kami sedang diskusikan terlebih dahulu  dengan ketua-ketua kami di berbagai daerah, masih menunggu kesiapan  aliansi-aliansi kami dari seluruh Indonesia,&quot; katanya.

Sebelumnya, pada Senin 21 Oktober 2019, Nadiem Makarim datang ke  Istana Negara memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait  penyusunan Kabinet Kerja Jilid II. Dalam kesempatan tersebut, Nadiem  menyatakan bersedia untuk menjadi bagian dari jajaran menteri di  pemerintahan periode 2019-2024.
&quot;Saya bersedia, saya menerima. Mengenai posisi, spesifik nanti akan  diumumkan pak presiden, karena itu hak prerogatif presiden,&amp;rdquo; kata dia  usai bertemu Jokowi.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) menolak keputusan Pendiri Gojek Nadiem Makarim untuk masuk dalam jajaran menteri Kabinet Kerja Jilid II. Bahkan, Garda akan menyampaikan aspirasinya tersebut dalam aksi demonstrasi.
Ketua Presidium Nasional Garda Igun Wicaksono menjelaskan, ada dua alasan pihaknya menolak Nadiem menjadi menteri. Pertama, meskipun Nadiem sudah melepas jabatannya sebagai CEO Gojek, namun tetap saja masih tercatat sebagai pemilik bisnis. Artinya, Nadiem menikmati hasil dari Gojek.
Baca Juga: Sri Mulyani Dipanggil Jokowi, Jadi Menkeu Lagi?
&quot;Karena Nadiem sebagai pendiri Gojek sekaligus pemilik bisnis Gojek walaupun secara struktural melepas jabatan-jabatannya di struktur manajemen Gojek, namun dia pemilik bisnisnya,&quot; kata Igun kepada Okezone, Selasa (22/10/2019).
Alasan kedua, lanjutnya, nama Nadiem dinilai menjadi besar karena mitra-mitra ojolnya. Padahal, mitra ini belum sejahtera karena pendapatan, seperti bonus masih sering terpotong. Menurutnya, selama ini Gojek terus berkembang dan hasilnya lebih banyak dinikmati oleh korporasi.

&quot;Di sisi lain, para driver merasa sulit karena pendapatannya tergerus,&quot; ungkapnya.
Igun mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak bisa hanya melihat besarnya startup dari status decacorn-nya (nilai valuasi USD10 miliar) saja. Namun, harus mengkaji lebih dalam karena di belakangnya ada mitra ojol yang belum sejahtera.Menurutnya, kualifikasi mensejahterahkan mitra belum bisa dilakukan  Nadiem, maka dalam lingkup mensejahterahkan masyarakat Indonesia sebagai  bagian dari tugas menteri, merupakan hal yang akan sulit dilakukan.
&quot;Untung besar bagi korporasinya namun bagi kami belum sejahtera. Kami  tidak harapkan untung besar namun pendapatan harusnya sesuai kerja kami  di lapangan, itu dasar kami menolak,&quot; jelas Igun.
Baca Juga: Senyum Sumringah Bos GoJek Nadiem Makarim di Istana, Jadi Menteri?
Igun memastikan akan melakukan aksi demonstrasi untuk menyampaikan  penolakan tersebut. Aksi ini tidak hanya diikuti oleh pengemudi ojol  dari Gojek saja, namun juga berbagai mitra ojol aplikator lainnya.  Menurutnya, hal itu sebagai wujud solidaritas dari para pengemudi ojol.
Meski demikian, dirinya belum bisa menyebutkan waktu pasti dari  pelaksanaan demo, lantaran masih dilakukan pembahasan secara internal.
&quot;Untuk waktu pelaksanaan aksi, kami sedang diskusikan terlebih dahulu  dengan ketua-ketua kami di berbagai daerah, masih menunggu kesiapan  aliansi-aliansi kami dari seluruh Indonesia,&quot; katanya.

Sebelumnya, pada Senin 21 Oktober 2019, Nadiem Makarim datang ke  Istana Negara memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait  penyusunan Kabinet Kerja Jilid II. Dalam kesempatan tersebut, Nadiem  menyatakan bersedia untuk menjadi bagian dari jajaran menteri di  pemerintahan periode 2019-2024.
&quot;Saya bersedia, saya menerima. Mengenai posisi, spesifik nanti akan  diumumkan pak presiden, karena itu hak prerogatif presiden,&amp;rdquo; kata dia  usai bertemu Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
