<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Driver Ojol Tolak Nadiem Makarim Jadi Menteri, Ini Tanggapan Gojek</title><description>Perusahaan aplikator transportasi online, Gojek, menanggapi penolakan pengemudi ojek online (ojol).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/22/320/2120043/driver-ojol-tolak-nadiem-makarim-jadi-menteri-ini-tanggapan-gojek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/22/320/2120043/driver-ojol-tolak-nadiem-makarim-jadi-menteri-ini-tanggapan-gojek"/><item><title>Driver Ojol Tolak Nadiem Makarim Jadi Menteri, Ini Tanggapan Gojek</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/22/320/2120043/driver-ojol-tolak-nadiem-makarim-jadi-menteri-ini-tanggapan-gojek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/22/320/2120043/driver-ojol-tolak-nadiem-makarim-jadi-menteri-ini-tanggapan-gojek</guid><pubDate>Selasa 22 Oktober 2019 10:40 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/22/320/2120043/driver-ojol-tolak-nadiem-makarim-jadi-menteri-ini-tanggapan-gojek-u7ffaaKxr2.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Nadiem Makarim. (Foto: Okezone.com/Taufik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/22/320/2120043/driver-ojol-tolak-nadiem-makarim-jadi-menteri-ini-tanggapan-gojek-u7ffaaKxr2.jpeg</image><title>Nadiem Makarim. (Foto: Okezone.com/Taufik)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan aplikator transportasi online, Gojek, menanggapi penolakan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), terkait Pendiri Gojek Nadiem Makarim menjadi menteri di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
VP Corporate Affairs Gojek Michael Reza Say menyatakan, pihak Gojek mendukung keputusan Nadiem untuk menjadi menteri. Hal itu disebut menjadi kabar yang membanggakan bagi Gojek.
Baca Juga: Sri Mulyani Dipanggil Jokowi, Jadi Menkeu Lagi?
&amp;ldquo;Kami gembira dan bangga bahwa Nadiem telah dipanggil oleh Presiden untuk menjadi salah satu anggota kabinet yang baru,&quot; ujar Michael dalam keterangan resminya, Selasa (22/10/2019).
Menurutnya, sambutan baik itu tidak hanya dari Gojek, tapi juga dari para mitra pengemudi (driver) Gojek. Bahkan, masyarakat pun mendukung keputusan Nadiem tersebut.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2015/04/23/19402/121480_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Kami juga senang telah menerima berbagai dukungan dari mayoritas mitra driver yang disampaikan di sosial media serta pesan-pesan dukungan masyarakat pada umumnya,&quot; lanjutnya.
Michael menyatakan, pada dasarnya Gojek selalu terbuka menerima setiap masukkan dari mitra driver. Aspirasi mitra pun dapat disampaikan melalui forum komunikasi rutin yang disediakan.&quot;Gojek juga telah menyediakan forum komunikasi rutin di semua area operasional kami,&quot; katanya.
Sebelumnya, Ketua Presidium Nasional Garda Igun Wicaksono menyatakan,  pihaknya menolak keputusan Nadiem untuk masuk dalam Kabinet Kerja Jilid  II. Alasannya, kesejahteraan mitra ojol Gojek masih minim, maka tidak  tepat jika Nadiem menjadi menteri yang artinya bertanggung jawab  menyejahterakan masyarakat Indonesia secara luas.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2015/04/23/19402/121481_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Untung besar bagi korporasinya namun bagi kami belum sejahtera. Kami  tidak harapkan untung besar namun pendapatan harusnya sesuai kerja kami  di lapangan, itu dasar kami menolak,&quot; kata Igun kepada Okezone.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan aplikator transportasi online, Gojek, menanggapi penolakan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), terkait Pendiri Gojek Nadiem Makarim menjadi menteri di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
VP Corporate Affairs Gojek Michael Reza Say menyatakan, pihak Gojek mendukung keputusan Nadiem untuk menjadi menteri. Hal itu disebut menjadi kabar yang membanggakan bagi Gojek.
Baca Juga: Sri Mulyani Dipanggil Jokowi, Jadi Menkeu Lagi?
&amp;ldquo;Kami gembira dan bangga bahwa Nadiem telah dipanggil oleh Presiden untuk menjadi salah satu anggota kabinet yang baru,&quot; ujar Michael dalam keterangan resminya, Selasa (22/10/2019).
Menurutnya, sambutan baik itu tidak hanya dari Gojek, tapi juga dari para mitra pengemudi (driver) Gojek. Bahkan, masyarakat pun mendukung keputusan Nadiem tersebut.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2015/04/23/19402/121480_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Kami juga senang telah menerima berbagai dukungan dari mayoritas mitra driver yang disampaikan di sosial media serta pesan-pesan dukungan masyarakat pada umumnya,&quot; lanjutnya.
Michael menyatakan, pada dasarnya Gojek selalu terbuka menerima setiap masukkan dari mitra driver. Aspirasi mitra pun dapat disampaikan melalui forum komunikasi rutin yang disediakan.&quot;Gojek juga telah menyediakan forum komunikasi rutin di semua area operasional kami,&quot; katanya.
Sebelumnya, Ketua Presidium Nasional Garda Igun Wicaksono menyatakan,  pihaknya menolak keputusan Nadiem untuk masuk dalam Kabinet Kerja Jilid  II. Alasannya, kesejahteraan mitra ojol Gojek masih minim, maka tidak  tepat jika Nadiem menjadi menteri yang artinya bertanggung jawab  menyejahterakan masyarakat Indonesia secara luas.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2015/04/23/19402/121481_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Untung besar bagi korporasinya namun bagi kami belum sejahtera. Kami  tidak harapkan untung besar namun pendapatan harusnya sesuai kerja kami  di lapangan, itu dasar kami menolak,&quot; kata Igun kepada Okezone.</content:encoded></item></channel></rss>
