<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   PropertyGuru Batal IPO di Bursa Saham Australia</title><description>PropertyGuru Limited hari ini mengumumkan bahwa perusahaan memutuskan untuk tidak melanjutkan proses menjadi terdaftar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/23/278/2120877/propertyguru-batal-ipo-di-bursa-saham-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/23/278/2120877/propertyguru-batal-ipo-di-bursa-saham-australia"/><item><title>   PropertyGuru Batal IPO di Bursa Saham Australia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/23/278/2120877/propertyguru-batal-ipo-di-bursa-saham-australia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/23/278/2120877/propertyguru-batal-ipo-di-bursa-saham-australia</guid><pubDate>Rabu 23 Oktober 2019 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/23/278/2120877/propertyguru-batal-ipo-di-bursa-saham-australia-dJBIS9EJ6D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PropertyGuru Batal IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/23/278/2120877/propertyguru-batal-ipo-di-bursa-saham-australia-dJBIS9EJ6D.jpg</image><title>PropertyGuru Batal IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description> 
SINGAPURA - PropertyGuru Limited hari ini mengumumkan bahwa perusahaan memutuskan untuk tidak melanjutkan proses menjadi terdaftar atau penawaran saham Perdana (IPO)di Bursa Saham Australia (Australian Securities Exchange/ASX).
&amp;nbsp;Baca Juga: Incar Rp3,4 Triliun, PropertyGuru Bakal Melantai di Bursa Saham Australia
Ketidakpastian di pasar IPO saat ini menjadi alasan utama penarikan diri, meski telah mengalir dukungan kuat dari berbagai investor Australia dan dunia.

&quot;Terlepas dari kuatnya keterlibatan calon investor selama proses ini berlangsung, Dewan dan pemegang saham memutuskan untuk tidak melanjutkan penawaran yang diterima saat ini,&quot; kata Chairman Independen PropertyGuru Olivier Lim dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (23/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Aksi Demo Bikin Alibaba Tunda IPO di Bursa Hong Kong
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan secara seksama sentimen di pasar IPO. Dalam hal perusahaan membutuhkan dukungan pendanaan baru untuk memperluas bisnis. &quot;Kami memiliki basis pemegang saham yang berkomitmen untuk terus mendukung secara penuh dan akses yang terbuka ke pasar modal secara privat,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/07/08/57972/295794_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Perusahaan akan terus memperoleh dukungan penuh dari pemegang saham  saat ini. TPG dan KKR bertindak sebagai pemegang saham utama dengan  mewakili kepemilikan 58%.

Keduanya tidak akan menjual share melalui IPO dan secara suka rela  mempertahankan nilai aset mereka di PropertyGuru hingga Februari 2021  (voluntary escrow arrangements).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/02/06/55733/282488_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Chief Executive Officer PropertyGuru Hari V Krishnan menyampaikan,  selama beberapa tahun terakhir, perusahaan telah membangun bisnis serta  tim yang berkomitmen penuh untuk menghadirkan tranparansi dan efisiensi  di pasar properti di Asia Tenggara.

&quot;Tim kami tetap berpegang teguh untuk mencapai misi perusahaan. Hal  ini didasari oleh besarnya kesempatan yang tersedia untuk kami, serta  rekam jejak perusahaan dalam membangun pertumbuhan yang menguntungkan  dan berkelanjutan,&quot; katanya.
</description><content:encoded> 
SINGAPURA - PropertyGuru Limited hari ini mengumumkan bahwa perusahaan memutuskan untuk tidak melanjutkan proses menjadi terdaftar atau penawaran saham Perdana (IPO)di Bursa Saham Australia (Australian Securities Exchange/ASX).
&amp;nbsp;Baca Juga: Incar Rp3,4 Triliun, PropertyGuru Bakal Melantai di Bursa Saham Australia
Ketidakpastian di pasar IPO saat ini menjadi alasan utama penarikan diri, meski telah mengalir dukungan kuat dari berbagai investor Australia dan dunia.

&quot;Terlepas dari kuatnya keterlibatan calon investor selama proses ini berlangsung, Dewan dan pemegang saham memutuskan untuk tidak melanjutkan penawaran yang diterima saat ini,&quot; kata Chairman Independen PropertyGuru Olivier Lim dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (23/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Aksi Demo Bikin Alibaba Tunda IPO di Bursa Hong Kong
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan secara seksama sentimen di pasar IPO. Dalam hal perusahaan membutuhkan dukungan pendanaan baru untuk memperluas bisnis. &quot;Kami memiliki basis pemegang saham yang berkomitmen untuk terus mendukung secara penuh dan akses yang terbuka ke pasar modal secara privat,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/07/08/57972/295794_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Perusahaan akan terus memperoleh dukungan penuh dari pemegang saham  saat ini. TPG dan KKR bertindak sebagai pemegang saham utama dengan  mewakili kepemilikan 58%.

Keduanya tidak akan menjual share melalui IPO dan secara suka rela  mempertahankan nilai aset mereka di PropertyGuru hingga Februari 2021  (voluntary escrow arrangements).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/02/06/55733/282488_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Chief Executive Officer PropertyGuru Hari V Krishnan menyampaikan,  selama beberapa tahun terakhir, perusahaan telah membangun bisnis serta  tim yang berkomitmen penuh untuk menghadirkan tranparansi dan efisiensi  di pasar properti di Asia Tenggara.

&quot;Tim kami tetap berpegang teguh untuk mencapai misi perusahaan. Hal  ini didasari oleh besarnya kesempatan yang tersedia untuk kami, serta  rekam jejak perusahaan dalam membangun pertumbuhan yang menguntungkan  dan berkelanjutan,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
