<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naik 4,7%, Laba Bersih BNI Rp12 Triliun pada Kuartal III-2019</title><description>BBNI mengantongi laba bersih sebesar sebesar Rp12 triliun hingga kuartal III-2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/23/278/2120895/naik-4-7-laba-bersih-bni-rp12-triliun-pada-kuartal-iii-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/23/278/2120895/naik-4-7-laba-bersih-bni-rp12-triliun-pada-kuartal-iii-2019"/><item><title>Naik 4,7%, Laba Bersih BNI Rp12 Triliun pada Kuartal III-2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/23/278/2120895/naik-4-7-laba-bersih-bni-rp12-triliun-pada-kuartal-iii-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/23/278/2120895/naik-4-7-laba-bersih-bni-rp12-triliun-pada-kuartal-iii-2019</guid><pubDate>Rabu 23 Oktober 2019 19:57 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/23/278/2120895/naik-4-7-laba-bersih-bni-rp12-triliun-pada-kuartal-iii-2019-WULP1hJ0EE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laporan Kinerja Bank BNI. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/23/278/2120895/naik-4-7-laba-bersih-bni-rp12-triliun-pada-kuartal-iii-2019-WULP1hJ0EE.jpg</image><title>Laporan Kinerja Bank BNI. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengantongi laba bersih sebesar sebesar Rp12 triliun hingga kuartal III-2019. Realiasi itu tumbuh 4,7% dari periode yang sama di tahun 2018.
Berdasarkan keterangan resmi BNI, Rabu (23/11/2019),  pertumbuhan laba bersih ditopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) menjadi Rp26,9 triliun. Serta pertumbuhan pendapatan nonbunga atau (fee based income/FBI) sebesar 13% year on year (yoy) menjadi Rp8,1 triliun.
Baca Juga: Direksi Dirombak, BNI Tunjuk Milenial Jadi Direktur Keuangan
Pertumbuhan pendanaan itu berasal dari pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 14,7% menjadi senilai Rp558,7 triliun hingga akhir September 2019. Sekaligus menandai stabilnya percepatan fungsi intermediasi ditengah kondisi perekonomian yang menantang.

Penyaluran kredit segmen korporasi tercatat tumbuh 18,1% dari periode yang sama tahun 2018 menjadi Rp 291,7 triliun. Terdistribusikan ke segmen korporasi swasta sebesar Rp181,1 triliun atau tumbuh 24,8% dibanding dan pada BUMN senilai Rp110,7 triliun atau tumbuh 8,6%.
Baca Juga: Anak Buah Sri Mulyani Diangkat Jadi Komisaris BNI
Selain segmen korporasi, segmen usaha kecil juga memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 19,2% dibandingkan kuartal III-2018 yang tercatat sebesar Rp75 triliun.
Penyaluran kredit BNI itu ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga  (DPK) sebesar 5,9% menjadi Rp581 triliun. Rasio dana murah (CASA) yang  mencapai 64,3% dari total DPK, utamanya disumbang pertumbuhan giro  sebesar 13% dan tabungan sebesar 7,5%.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non perfoarming  loan/NPL) BNI tercatat 1,8%, membaik dari periode yang sama tahun lalu  yang sebesar 2%. Credit cost juga menunjukkan perbaikan dengan turun  dari 1,4% pada kuartal III-2018 menjadi 1,3% pada kuartal III-2019,  sementara coverage ratio terus meningkat dari 152% di menjadi 159% pada  kuartal III-2019.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengantongi laba bersih sebesar sebesar Rp12 triliun hingga kuartal III-2019. Realiasi itu tumbuh 4,7% dari periode yang sama di tahun 2018.
Berdasarkan keterangan resmi BNI, Rabu (23/11/2019),  pertumbuhan laba bersih ditopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) menjadi Rp26,9 triliun. Serta pertumbuhan pendapatan nonbunga atau (fee based income/FBI) sebesar 13% year on year (yoy) menjadi Rp8,1 triliun.
Baca Juga: Direksi Dirombak, BNI Tunjuk Milenial Jadi Direktur Keuangan
Pertumbuhan pendanaan itu berasal dari pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 14,7% menjadi senilai Rp558,7 triliun hingga akhir September 2019. Sekaligus menandai stabilnya percepatan fungsi intermediasi ditengah kondisi perekonomian yang menantang.

Penyaluran kredit segmen korporasi tercatat tumbuh 18,1% dari periode yang sama tahun 2018 menjadi Rp 291,7 triliun. Terdistribusikan ke segmen korporasi swasta sebesar Rp181,1 triliun atau tumbuh 24,8% dibanding dan pada BUMN senilai Rp110,7 triliun atau tumbuh 8,6%.
Baca Juga: Anak Buah Sri Mulyani Diangkat Jadi Komisaris BNI
Selain segmen korporasi, segmen usaha kecil juga memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 19,2% dibandingkan kuartal III-2018 yang tercatat sebesar Rp75 triliun.
Penyaluran kredit BNI itu ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga  (DPK) sebesar 5,9% menjadi Rp581 triliun. Rasio dana murah (CASA) yang  mencapai 64,3% dari total DPK, utamanya disumbang pertumbuhan giro  sebesar 13% dan tabungan sebesar 7,5%.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non perfoarming  loan/NPL) BNI tercatat 1,8%, membaik dari periode yang sama tahun lalu  yang sebesar 2%. Credit cost juga menunjukkan perbaikan dengan turun  dari 1,4% pada kuartal III-2018 menjadi 1,3% pada kuartal III-2019,  sementara coverage ratio terus meningkat dari 152% di menjadi 159% pada  kuartal III-2019.</content:encoded></item></channel></rss>
