<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Jadi Kepala BKPM, Apa Jurus Bahlil Lahadalia Tingkatkan Investasi di RI?</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/23/320/2120648/jadi-kepala-bkpm-apa-jurus-bahlil-lahadalia-tingkatkan-investasi-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/23/320/2120648/jadi-kepala-bkpm-apa-jurus-bahlil-lahadalia-tingkatkan-investasi-di-ri"/><item><title>   Jadi Kepala BKPM, Apa Jurus Bahlil Lahadalia Tingkatkan Investasi di RI?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/23/320/2120648/jadi-kepala-bkpm-apa-jurus-bahlil-lahadalia-tingkatkan-investasi-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/23/320/2120648/jadi-kepala-bkpm-apa-jurus-bahlil-lahadalia-tingkatkan-investasi-di-ri</guid><pubDate>Rabu 23 Oktober 2019 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/23/320/2120648/jadi-kepala-bkpm-apa-jurus-bahlil-lahadalia-tingkatkan-investasi-di-ri-h7vQEdPBX7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil Jadi Menteri Investasi/Kepala BKPM (Foto: Okezone.com/Dede)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/23/320/2120648/jadi-kepala-bkpm-apa-jurus-bahlil-lahadalia-tingkatkan-investasi-di-ri-h7vQEdPBX7.jpg</image><title>Bahlil Jadi Menteri Investasi/Kepala BKPM (Foto: Okezone.com/Dede)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Kabinet Indonesia Maju. Dengan penunjukkan Bahlil, diharapkan investasi dapat meningkat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jatuh Bangun Bahlil Lahadalia, Sopir Angkot yang Bakal Jadi Menteri
Sebab, salah satu permasalahan Indonesia saat ini adalah investasi yang rendah yang kemudian menyebabkan pertumbuhan ekonomi rendah dan kemudian berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang juga rendah.

&quot;Rendahnya investasi disebabkan oleh masih banyaknya hambatan investasi di Indonesia yang perlu diurai satu persatu agar iklim investasi Indonesia dapat ditingkatkan,&quot; Ketua Umum Hipmi Mardani H Maming di Jakarta, Rabu (23/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bahlil Lahadalia: Jadi Menteri Bukan untuk Gaya-gayaan
Menurutnya, investasi di Indonesia memang menunjukkan tren peningkatan tapi angka peningkatannya rendah sehingga tidak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang maksimal sesuai target yaitu 6%.
&amp;nbsp;

Berdasarkan data Hipmi, investasi tahun 2014 sebesar Rp463,1 triliun,  2015 sebesar Rp519,5 triliun, 2016 sebesar Rp612,8 triliun, 2017  sebesar Rp692,8 triliun dan 2018 sebesar Rp721,3 triliun. Sementara pada  semester I-2019 mencapai Rp395 triliun atau hampir 50% dari target  investasi tahun 2019 ini sebesar Rp792,3 triliun.

&quot;Selain masalah investasi yang rendah, yang juga perlu untuk  diselesaikan adalah senjangnya antara rencana investasi yang telah  disetujui dengan investasi yang benar benar direalisasikan yang kalau  dibandingkan hanya sepertiga dari rencana investasi yang benar benar  berjalan,&quot; katanya.

Karena itu kata Mardani dibutuhkan berbagai macam terobosan dan  langkah eksekusi agar rencana investasi dapat berjalan baik di lapangan.  Hambatan investasi yang ada terentang luas, mulai dari persoalan  aturan, lahan, birokrasi, tenaga kerja dan lain-lain menjadikan rencana  investasi kadangkala tidak berjalan dilapangan.

&quot;Bahlil Lahadalia adalah pengusaha yang tumbuh dari bawah dan  memimpin organisasi pengusaha muda di Indonesia pasti memahami masalah  ini dengan baik sehingga mampu menguraikan dan menyusun langkah  terobosan untuk meningkatkan investasi di Indonesia,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Apalagi Bahlil Lahadalia adalah pengusaha yang selain memahami   kalkulasi bisnis, juga turun ke lapangan langsung mendampingi unit usaha   yang dikerjakannya. &quot;Hipmi akan menjadi mitra Pemerinatah untuk   menggalakkan dan mendorong investasi di Indonesia, dan akan   berkolaborasi dengan Mantan Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia terkait   agenda tersebut,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Hipmi akan mencanangkan tahun 2020 sebagai tahun   Investasi di Indoneisa dengan mendorong seluruh anggotanya untuk dapat   berinvestasi diseluruh sektor ekonomi yang digelutinya.

Dengan kolaborasi dan kerja keras tersebut diharapkan agar Investasi   di Indonesia dapat meningkat yang akan mendorong tingkat pertumbuhan   ekonomi yang lebih tinggi dan pada ujungnya akan meningkatkan   kesejahteraan masyarakat Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Kabinet Indonesia Maju. Dengan penunjukkan Bahlil, diharapkan investasi dapat meningkat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jatuh Bangun Bahlil Lahadalia, Sopir Angkot yang Bakal Jadi Menteri
Sebab, salah satu permasalahan Indonesia saat ini adalah investasi yang rendah yang kemudian menyebabkan pertumbuhan ekonomi rendah dan kemudian berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang juga rendah.

&quot;Rendahnya investasi disebabkan oleh masih banyaknya hambatan investasi di Indonesia yang perlu diurai satu persatu agar iklim investasi Indonesia dapat ditingkatkan,&quot; Ketua Umum Hipmi Mardani H Maming di Jakarta, Rabu (23/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bahlil Lahadalia: Jadi Menteri Bukan untuk Gaya-gayaan
Menurutnya, investasi di Indonesia memang menunjukkan tren peningkatan tapi angka peningkatannya rendah sehingga tidak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang maksimal sesuai target yaitu 6%.
&amp;nbsp;

Berdasarkan data Hipmi, investasi tahun 2014 sebesar Rp463,1 triliun,  2015 sebesar Rp519,5 triliun, 2016 sebesar Rp612,8 triliun, 2017  sebesar Rp692,8 triliun dan 2018 sebesar Rp721,3 triliun. Sementara pada  semester I-2019 mencapai Rp395 triliun atau hampir 50% dari target  investasi tahun 2019 ini sebesar Rp792,3 triliun.

&quot;Selain masalah investasi yang rendah, yang juga perlu untuk  diselesaikan adalah senjangnya antara rencana investasi yang telah  disetujui dengan investasi yang benar benar direalisasikan yang kalau  dibandingkan hanya sepertiga dari rencana investasi yang benar benar  berjalan,&quot; katanya.

Karena itu kata Mardani dibutuhkan berbagai macam terobosan dan  langkah eksekusi agar rencana investasi dapat berjalan baik di lapangan.  Hambatan investasi yang ada terentang luas, mulai dari persoalan  aturan, lahan, birokrasi, tenaga kerja dan lain-lain menjadikan rencana  investasi kadangkala tidak berjalan dilapangan.

&quot;Bahlil Lahadalia adalah pengusaha yang tumbuh dari bawah dan  memimpin organisasi pengusaha muda di Indonesia pasti memahami masalah  ini dengan baik sehingga mampu menguraikan dan menyusun langkah  terobosan untuk meningkatkan investasi di Indonesia,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Apalagi Bahlil Lahadalia adalah pengusaha yang selain memahami   kalkulasi bisnis, juga turun ke lapangan langsung mendampingi unit usaha   yang dikerjakannya. &quot;Hipmi akan menjadi mitra Pemerinatah untuk   menggalakkan dan mendorong investasi di Indonesia, dan akan   berkolaborasi dengan Mantan Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia terkait   agenda tersebut,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Hipmi akan mencanangkan tahun 2020 sebagai tahun   Investasi di Indoneisa dengan mendorong seluruh anggotanya untuk dapat   berinvestasi diseluruh sektor ekonomi yang digelutinya.

Dengan kolaborasi dan kerja keras tersebut diharapkan agar Investasi   di Indonesia dapat meningkat yang akan mendorong tingkat pertumbuhan   ekonomi yang lebih tinggi dan pada ujungnya akan meningkatkan   kesejahteraan masyarakat Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
