<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BRI Kantongi Laba Bersih Rp24,8 Triliun, Naik 10,34%</title><description>PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih Rp24,8 triliun hingga akhir kuartal III-2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/278/2121125/bri-kantongi-laba-bersih-rp24-8-triliun-naik-10-34</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/278/2121125/bri-kantongi-laba-bersih-rp24-8-triliun-naik-10-34"/><item><title>BRI Kantongi Laba Bersih Rp24,8 Triliun, Naik 10,34%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/278/2121125/bri-kantongi-laba-bersih-rp24-8-triliun-naik-10-34</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/278/2121125/bri-kantongi-laba-bersih-rp24-8-triliun-naik-10-34</guid><pubDate>Kamis 24 Oktober 2019 12:09 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/24/278/2121125/bri-kantongi-laba-bersih-rp24-8-triliun-naik-10-34-0HFDPlOjIf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bank BRI (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/24/278/2121125/bri-kantongi-laba-bersih-rp24-8-triliun-naik-10-34-0HFDPlOjIf.jpeg</image><title>Bank BRI (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih Rp24,8 triliun hingga akhir kuartal III-2019. Realisasi itu menunjukkan pertumbuhan laba sebesar 10,34% dari periode yang sama di tahun lalu.
Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan, pertumbuhan laba tersebut didukung penyaluran kredit yang mencapai Rp903,14 triliun atau mengalami pertumbuhan 11,65% dari akhir September 2018. Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun sebesar Rp959,24 triliun atau tumbuh 9,91% secara tahunan.
Baca Juga: Tumbuh Pesat, Pemegang Polis Asuransi Mikro BRI Bertambah 4 Juta dalam 9 Bulan
BRI mencatat porsi dana murah (CASA) terhadap total DPK sebesar 57,95% pada kuartal III-2019, meningkat dibandingkan kuartal III-2018 sebesar 56,46%. Giro tumbuh 21,77% menjadi Rp171,85 triliun dan tabungan tumbuh 9,20% menjadi Rp384,02 triliun. Adapun deposito mengalami pertumbuhan 6,16%  menjadi Rp403,37 triliun.
&quot;Pertumbuhan giro dan tabungan yang lebih tinggi dibandingkan deposito mampu mendongkrak dana murah (CASA) BRI,&quot; kata Sunarso dalam konferensi pers di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Kinerja BRI juga didorong pendapatan non bunga atau fee based income (FBI) yang hingga akhir September 2019 tumbuh 12,03% mencapai sebesar Rp9,74 triliun dibandingkan dengan akhir September 2018 yang sebesar Rp8,69 triliun.
Adapun untuk rasio Loan to Deposits Ratio (LDR) BRI tercatat sebesar 94,15%. Serta rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 21,89%.
&amp;ldquo;Angka LDR ini kami nilai sangat moderat dan CAR yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan Bank BRI di masa mendatang,&amp;rdquo; ujar Sunarso.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih Rp24,8 triliun hingga akhir kuartal III-2019. Realisasi itu menunjukkan pertumbuhan laba sebesar 10,34% dari periode yang sama di tahun lalu.
Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan, pertumbuhan laba tersebut didukung penyaluran kredit yang mencapai Rp903,14 triliun atau mengalami pertumbuhan 11,65% dari akhir September 2018. Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun sebesar Rp959,24 triliun atau tumbuh 9,91% secara tahunan.
Baca Juga: Tumbuh Pesat, Pemegang Polis Asuransi Mikro BRI Bertambah 4 Juta dalam 9 Bulan
BRI mencatat porsi dana murah (CASA) terhadap total DPK sebesar 57,95% pada kuartal III-2019, meningkat dibandingkan kuartal III-2018 sebesar 56,46%. Giro tumbuh 21,77% menjadi Rp171,85 triliun dan tabungan tumbuh 9,20% menjadi Rp384,02 triliun. Adapun deposito mengalami pertumbuhan 6,16%  menjadi Rp403,37 triliun.
&quot;Pertumbuhan giro dan tabungan yang lebih tinggi dibandingkan deposito mampu mendongkrak dana murah (CASA) BRI,&quot; kata Sunarso dalam konferensi pers di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Kinerja BRI juga didorong pendapatan non bunga atau fee based income (FBI) yang hingga akhir September 2019 tumbuh 12,03% mencapai sebesar Rp9,74 triliun dibandingkan dengan akhir September 2018 yang sebesar Rp8,69 triliun.
Adapun untuk rasio Loan to Deposits Ratio (LDR) BRI tercatat sebesar 94,15%. Serta rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 21,89%.
&amp;ldquo;Angka LDR ini kami nilai sangat moderat dan CAR yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan Bank BRI di masa mendatang,&amp;rdquo; ujar Sunarso.</content:encoded></item></channel></rss>
