<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   BKPM di Bawah Menko Luhut, Investasi di RI Bisa Meningkat?</title><description>Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman akan berubah nama menjadi Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121066/bkpm-di-bawah-menko-luhut-investasi-di-ri-bisa-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121066/bkpm-di-bawah-menko-luhut-investasi-di-ri-bisa-meningkat"/><item><title>   BKPM di Bawah Menko Luhut, Investasi di RI Bisa Meningkat?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121066/bkpm-di-bawah-menko-luhut-investasi-di-ri-bisa-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121066/bkpm-di-bawah-menko-luhut-investasi-di-ri-bisa-meningkat</guid><pubDate>Kamis 24 Oktober 2019 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/24/320/2121066/bkpm-di-bawah-menko-luhut-investasi-di-ri-bisa-meningkat-fusMdKc28B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/24/320/2121066/bkpm-di-bawah-menko-luhut-investasi-di-ri-bisa-meningkat-fusMdKc28B.jpg</image><title>Menko Luhut (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman akan berubah nama menjadi Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi pada Kabinet Indonesia Maju. Adapun yang akan mengisi posisi Menterinya adalah Luhut Binsar Panjaitan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sederet PR 19 Menteri Ekonomi, dari Lapangan Kerja hingga Investasi
Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan, perubahan nomenklatur ini adalah untuk meningkatkan koordinasi. Apalagi, BKPM sudah menjadi suatu lembaga setingkat Kementerian yang memerlukan ada lembaga yang mengawasi dan mengarahkannya.

&amp;ldquo;Saya kira penggabungan ini utamannya untuk meningkatkan koordinasi saja, sebagai konsekuensi perubahan nomenklatur di mana BKPM menjadi Kementerian. Karena sudah menjadi Kementerian pastinya harus ada di bawah satu koordinasi Kementerian,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (24/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Perubahan Nomenklatur: Kemenko Maritim dan Investasi, BKPM Diawasi Luhut
Menurut Pieter, meskipun tak begitu relevan antara Kemaritiman dengan Investasi, namun menurutnya tidak terlalu masalah dengan perubahan tersebut. Bahkan menurutnya, perubahan ini juga tidak terlalu berpengaruh tergadap investasi secara keseluruhan.

&amp;ldquo;Enggak masalah walaupun bukan pilihan terbaik,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/23/59249/304389_medium.jpg&quot; alt=&quot;Luhut Binsar Panjaitan Tiba di Istana Negara&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurut Pieter yang mempengaruhi dari investasi adalah lebih kepada  perbaikan pada hambatan-hambatan yang masih terjadi. Misalnya dengan  memperbaiki hambatan pada perizinan khususnya di daerah hingga masalah  pembebasan lahan.

&amp;ldquo;Peningkatan investasi sendiri lebih banyak ditentukan oleh sejauh  mana pemerintah mampu menyelesaikan semua hambatan-hambatan investasi  yang selama ini terjadi mulai dari masalah perizinan, ketenagakerjaan,  pembebasan lahan, hingga masalah inkonsistensi kebijakan yang sering  dilakukan pemerintah,&amp;rdquo; katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah memberikan tugas kepada Menteri  Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

&quot;Perlu terobosan-terobosan dalam rangka Indonesia menjadi poros  maritim dunia, juga Pak Luhut akan menangani hambatan investasi dan  merealisasikan investasi-investasi besar yang ada di bawah dia,&quot;  katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/23/59249/304392_medium.jpg&quot; alt=&quot;Luhut Binsar Panjaitan Tiba di Istana Negara&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman akan berubah nama menjadi Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi pada Kabinet Indonesia Maju. Adapun yang akan mengisi posisi Menterinya adalah Luhut Binsar Panjaitan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sederet PR 19 Menteri Ekonomi, dari Lapangan Kerja hingga Investasi
Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan, perubahan nomenklatur ini adalah untuk meningkatkan koordinasi. Apalagi, BKPM sudah menjadi suatu lembaga setingkat Kementerian yang memerlukan ada lembaga yang mengawasi dan mengarahkannya.

&amp;ldquo;Saya kira penggabungan ini utamannya untuk meningkatkan koordinasi saja, sebagai konsekuensi perubahan nomenklatur di mana BKPM menjadi Kementerian. Karena sudah menjadi Kementerian pastinya harus ada di bawah satu koordinasi Kementerian,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (24/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Perubahan Nomenklatur: Kemenko Maritim dan Investasi, BKPM Diawasi Luhut
Menurut Pieter, meskipun tak begitu relevan antara Kemaritiman dengan Investasi, namun menurutnya tidak terlalu masalah dengan perubahan tersebut. Bahkan menurutnya, perubahan ini juga tidak terlalu berpengaruh tergadap investasi secara keseluruhan.

&amp;ldquo;Enggak masalah walaupun bukan pilihan terbaik,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/23/59249/304389_medium.jpg&quot; alt=&quot;Luhut Binsar Panjaitan Tiba di Istana Negara&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurut Pieter yang mempengaruhi dari investasi adalah lebih kepada  perbaikan pada hambatan-hambatan yang masih terjadi. Misalnya dengan  memperbaiki hambatan pada perizinan khususnya di daerah hingga masalah  pembebasan lahan.

&amp;ldquo;Peningkatan investasi sendiri lebih banyak ditentukan oleh sejauh  mana pemerintah mampu menyelesaikan semua hambatan-hambatan investasi  yang selama ini terjadi mulai dari masalah perizinan, ketenagakerjaan,  pembebasan lahan, hingga masalah inkonsistensi kebijakan yang sering  dilakukan pemerintah,&amp;rdquo; katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah memberikan tugas kepada Menteri  Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

&quot;Perlu terobosan-terobosan dalam rangka Indonesia menjadi poros  maritim dunia, juga Pak Luhut akan menangani hambatan investasi dan  merealisasikan investasi-investasi besar yang ada di bawah dia,&quot;  katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/23/59249/304392_medium.jpg&quot; alt=&quot;Luhut Binsar Panjaitan Tiba di Istana Negara&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
