<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Fakta Airlangga Jadi Menko Perekonomian, Nomor 6 Pesan Sakti dari Darmin</title><description>Airlangga tetap melanjutkan kariernya sebagai menteri setelah masa jabatannya sebagai Menteri Perindustrian habis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121140/7-fakta-airlangga-jadi-menko-perekonomian-nomor-6-pesan-sakti-dari-darmin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121140/7-fakta-airlangga-jadi-menko-perekonomian-nomor-6-pesan-sakti-dari-darmin"/><item><title>7 Fakta Airlangga Jadi Menko Perekonomian, Nomor 6 Pesan Sakti dari Darmin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121140/7-fakta-airlangga-jadi-menko-perekonomian-nomor-6-pesan-sakti-dari-darmin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121140/7-fakta-airlangga-jadi-menko-perekonomian-nomor-6-pesan-sakti-dari-darmin</guid><pubDate>Kamis 24 Oktober 2019 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/24/320/2121140/7-fakta-airlangga-jadi-menko-perekonomian-nomor-6-pesan-sakti-dari-darmin-8FyaceLxjO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/24/320/2121140/7-fakta-airlangga-jadi-menko-perekonomian-nomor-6-pesan-sakti-dari-darmin-8FyaceLxjO.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam periode kedua pemerintahannya di Kabinet Indonesia Maju. Dengan demikian, Airlangga tetap melanjutkan kariernya sebagai menteri setelah masa jabatannya sebagai Menteri Perindustrian habis.
Sebelumnya, Presiden Jokowi telah memanggil Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan. Airlangga yang merupakan Ketua Umum Golkar ini mengatakan dirinya akan menjadi menteri yang membahas defisit neraca perdagangan hingga kawasan-kawasan ekonomi.
&quot;Maka itu diharapkan kawasan ini bisa memilih beberapa industri unggulan terkait dengan mengurangi defisit neraca perdagangan,&quot; ujar dia di Istana.
Baca Juga: Utang BUMN Numpuk, Erick Thohir: Yang Bahaya Itu Kalau Dikorupsi
Namun, apakah Airlangga mampu melanjutkan tren positifnya? Pasalnya. jabatan yang Dia emban sekarang pun berbeda dari Menperin. Berikut beberapa fakta seputar Airlangga yang berhasil dirangkum, Okezone, Kamis (24/10/2019).
1. Dapat ucapan selamat datang dari Darmin Nasution
Menko Perekonomian sebelumnya Darmin Nasution mengucapkan selamat datang kepada Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian teranyar.  &quot;Selamat datang di Kantor Menko Perekonomian. Namanya kantor Kemenko jangan dibandingkan dengan kantor kementerian teknis, memang seperti ini ruangannya, tapi dari sini sudah banyak sekali melahirkan langkah-langkah besar bagi negara ini,&quot; ucap Darmin dalam sambutannya kepada Airlangga di Gedung Kemenko Perekonomian.

 
2. Diminta tuntaskan persoalan neraca perdagangan
Saat dipanggil ke Istana oleh Presiden Jokowi, dirinya mengaku diminta untuk dicarikan produk yang bisa menyelesaikan persoalan neraca perdagangan. Tentu dari berbagai produk yang bisa menurunkan impor non migas.
&quot;Salah satunya, seperti terkait dengan substitusi impor. Bagaimana meningkatkan efisiensi dan peningkatan produksi dan implementasi biofuel dan juga bagaimana mengembangkan kawasan yang bisa menggenjot sektor tesktil dan yang lain,&quot; tutur Airlangga.
3. Kekayaannya mencapai Rp81,55 miliar
Mengutip LHKPN, kekayaan Airlangga per tanggal 31 Desember 2018  tercatat sebesar Rp81,55 miliar. Dirinya mempunyai 8 bidang tanah dan  bangunan dengan total nilai Rp71,84 miliar.
Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar ini mempunyai 5 jenis mobil. Di  mana, mobil Toyota Jeep LC 200 HDTP tahun 2014 senilai Rp1,9 miliar  menjadi alat transportasi termahalnya. Dirinya mempunyai harta bergerak  lainnya sebesar Rp573,5 juta. Airlangga juga mempunyai surat berharga  senilai Rp43,25 miliar. Sedangkan kas dan setara kas, dirinya memiliki  Rp6,05 miliar. Harta lainnya yang dimiliki sebesar Rp20,51 juta.
Namun, dirinya masih mempunyai utang sebesar Rp64,54 miliar.
Baca Juga: Pasar Respons Positif Erick Thohir Jadi Menteri BUMN dan Komposisi Tim Ekonomi Kabinet Jokowi
4. Kuliah di dalam dan luar negeri
Dari pendidikannya, Airlangga Hartarto adalah lulusan Fakultas Teknik  Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1987. Dirinya mendapatkan  gelar MBA dari Monash University Australia tahun 1996 dan Master of  Management Technology (MMT) dari University of Melbourne, Australia,  tahun 1997.
Dia juga sempat terpilih menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/11/13/54274/274248_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkominfo dan Menperin Hadiri Peresmian Laboratorium X-Camp XL&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
5. Harus bisa meningkatkan kinerja di sektor perdagangan
Presiden Jokowi mengatakan Airlangga harus mampu menangani persoalan  defisit perdagangan dan transaksi berjalan yang selama ini menjadi  permasalahan bagi Indonesia. Dia ingin adanya peningkatan kinerja dalam  sektor perdagangan.
&quot;Sehingga diinginkan adanya peluang kinerja semakin meningkat untuk  menurunkan defisit perdagangan dan defisit transaksi berjalan,&quot; katanya.
Di sisi lain, Jokowi juga ingin Airlangga mampu menciptakan  industrialisasi yang berorientasikan ekspor. &quot;Juga pengembangan industri  yang bersifat subtitusi impor,&quot; ungkap Presiden Jokowi.
6. Diperingatkan oleh Menko Perekonomian Darmin soal inflasi
Darmin menjelaskan hal penting yang perlu dipahami Menko Perekonomian   adalah isu inflasi. Terlebih sektor pangan menjadi isu yang sensitif   bagi masyarakat Indonesia.
&amp;ldquo;Hal yang paling dibicarakan adalah sesuatu yang paling sering   berubah. Itu pangan. Isinya inflasi, lebih kurang, sehingga, jangan lupa   mengikuti itu. Jangan sampai ditanya inflasi berapa, kemudian  bingung,&amp;rdquo;  ujarnya kepada Airlangga di Gedung Kemenko Bidang  Perekonomian.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/04/53484/269956_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Buka New Zealand Tech Day 2018&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
7. Memboyong ajudan hingga supirnya
Berdasarkan sumber Okezone, memang Airlangga memboyong ajudan hingga   sopir ke Kemenko Perekonomian, sehingga ajudan hingga supir yang  bekerja  di Kemenko Perekonomian tak lagi melayani menteri yang kini  menjabat.
&quot;Maka barangkali ada bagusnya punya ajudan yang substansi. Supaya   kemudian bisa mengingatkan bukan hanya soal event, tapi   substansi-substansi yang jangan sampai terlewatkan,&amp;rdquo; tambah Darmin.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam periode kedua pemerintahannya di Kabinet Indonesia Maju. Dengan demikian, Airlangga tetap melanjutkan kariernya sebagai menteri setelah masa jabatannya sebagai Menteri Perindustrian habis.
Sebelumnya, Presiden Jokowi telah memanggil Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan. Airlangga yang merupakan Ketua Umum Golkar ini mengatakan dirinya akan menjadi menteri yang membahas defisit neraca perdagangan hingga kawasan-kawasan ekonomi.
&quot;Maka itu diharapkan kawasan ini bisa memilih beberapa industri unggulan terkait dengan mengurangi defisit neraca perdagangan,&quot; ujar dia di Istana.
Baca Juga: Utang BUMN Numpuk, Erick Thohir: Yang Bahaya Itu Kalau Dikorupsi
Namun, apakah Airlangga mampu melanjutkan tren positifnya? Pasalnya. jabatan yang Dia emban sekarang pun berbeda dari Menperin. Berikut beberapa fakta seputar Airlangga yang berhasil dirangkum, Okezone, Kamis (24/10/2019).
1. Dapat ucapan selamat datang dari Darmin Nasution
Menko Perekonomian sebelumnya Darmin Nasution mengucapkan selamat datang kepada Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian teranyar.  &quot;Selamat datang di Kantor Menko Perekonomian. Namanya kantor Kemenko jangan dibandingkan dengan kantor kementerian teknis, memang seperti ini ruangannya, tapi dari sini sudah banyak sekali melahirkan langkah-langkah besar bagi negara ini,&quot; ucap Darmin dalam sambutannya kepada Airlangga di Gedung Kemenko Perekonomian.

 
2. Diminta tuntaskan persoalan neraca perdagangan
Saat dipanggil ke Istana oleh Presiden Jokowi, dirinya mengaku diminta untuk dicarikan produk yang bisa menyelesaikan persoalan neraca perdagangan. Tentu dari berbagai produk yang bisa menurunkan impor non migas.
&quot;Salah satunya, seperti terkait dengan substitusi impor. Bagaimana meningkatkan efisiensi dan peningkatan produksi dan implementasi biofuel dan juga bagaimana mengembangkan kawasan yang bisa menggenjot sektor tesktil dan yang lain,&quot; tutur Airlangga.
3. Kekayaannya mencapai Rp81,55 miliar
Mengutip LHKPN, kekayaan Airlangga per tanggal 31 Desember 2018  tercatat sebesar Rp81,55 miliar. Dirinya mempunyai 8 bidang tanah dan  bangunan dengan total nilai Rp71,84 miliar.
Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar ini mempunyai 5 jenis mobil. Di  mana, mobil Toyota Jeep LC 200 HDTP tahun 2014 senilai Rp1,9 miliar  menjadi alat transportasi termahalnya. Dirinya mempunyai harta bergerak  lainnya sebesar Rp573,5 juta. Airlangga juga mempunyai surat berharga  senilai Rp43,25 miliar. Sedangkan kas dan setara kas, dirinya memiliki  Rp6,05 miliar. Harta lainnya yang dimiliki sebesar Rp20,51 juta.
Namun, dirinya masih mempunyai utang sebesar Rp64,54 miliar.
Baca Juga: Pasar Respons Positif Erick Thohir Jadi Menteri BUMN dan Komposisi Tim Ekonomi Kabinet Jokowi
4. Kuliah di dalam dan luar negeri
Dari pendidikannya, Airlangga Hartarto adalah lulusan Fakultas Teknik  Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1987. Dirinya mendapatkan  gelar MBA dari Monash University Australia tahun 1996 dan Master of  Management Technology (MMT) dari University of Melbourne, Australia,  tahun 1997.
Dia juga sempat terpilih menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/11/13/54274/274248_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkominfo dan Menperin Hadiri Peresmian Laboratorium X-Camp XL&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
5. Harus bisa meningkatkan kinerja di sektor perdagangan
Presiden Jokowi mengatakan Airlangga harus mampu menangani persoalan  defisit perdagangan dan transaksi berjalan yang selama ini menjadi  permasalahan bagi Indonesia. Dia ingin adanya peningkatan kinerja dalam  sektor perdagangan.
&quot;Sehingga diinginkan adanya peluang kinerja semakin meningkat untuk  menurunkan defisit perdagangan dan defisit transaksi berjalan,&quot; katanya.
Di sisi lain, Jokowi juga ingin Airlangga mampu menciptakan  industrialisasi yang berorientasikan ekspor. &quot;Juga pengembangan industri  yang bersifat subtitusi impor,&quot; ungkap Presiden Jokowi.
6. Diperingatkan oleh Menko Perekonomian Darmin soal inflasi
Darmin menjelaskan hal penting yang perlu dipahami Menko Perekonomian   adalah isu inflasi. Terlebih sektor pangan menjadi isu yang sensitif   bagi masyarakat Indonesia.
&amp;ldquo;Hal yang paling dibicarakan adalah sesuatu yang paling sering   berubah. Itu pangan. Isinya inflasi, lebih kurang, sehingga, jangan lupa   mengikuti itu. Jangan sampai ditanya inflasi berapa, kemudian  bingung,&amp;rdquo;  ujarnya kepada Airlangga di Gedung Kemenko Bidang  Perekonomian.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/04/53484/269956_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Buka New Zealand Tech Day 2018&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
7. Memboyong ajudan hingga supirnya
Berdasarkan sumber Okezone, memang Airlangga memboyong ajudan hingga   sopir ke Kemenko Perekonomian, sehingga ajudan hingga supir yang  bekerja  di Kemenko Perekonomian tak lagi melayani menteri yang kini  menjabat.
&quot;Maka barangkali ada bagusnya punya ajudan yang substansi. Supaya   kemudian bisa mengingatkan bukan hanya soal event, tapi   substansi-substansi yang jangan sampai terlewatkan,&amp;rdquo; tambah Darmin.</content:encoded></item></channel></rss>
