<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Titipkan 2 Hal pada Mendag Baru, Apa Itu?</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat perdana dengan menteri Kabinet Indonesia Maju</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121208/presiden-jokowi-titipkan-2-hal-pada-mendag-baru-apa-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121208/presiden-jokowi-titipkan-2-hal-pada-mendag-baru-apa-itu"/><item><title>Presiden Jokowi Titipkan 2 Hal pada Mendag Baru, Apa Itu?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121208/presiden-jokowi-titipkan-2-hal-pada-mendag-baru-apa-itu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121208/presiden-jokowi-titipkan-2-hal-pada-mendag-baru-apa-itu</guid><pubDate>Kamis 24 Oktober 2019 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/24/320/2121208/presiden-jokowi-titipkan-2-hal-pada-mendag-baru-apa-itu-J9dWO1koFy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serah Terima Jabatan Menteri Perdagangan dari Enggartiasto ke Agus Suparmanto. (Foto: Okezone.com/Leony)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/24/320/2121208/presiden-jokowi-titipkan-2-hal-pada-mendag-baru-apa-itu-J9dWO1koFy.jpg</image><title>Serah Terima Jabatan Menteri Perdagangan dari Enggartiasto ke Agus Suparmanto. (Foto: Okezone.com/Leony)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat perdana dengan menteri Kabinet Indonesia Maju. Untuk sektor perdagangan dia menitipkan dua hal yakni ekspor dan impor.
Baca Juga: 12 Perjanjian Dagang Ditargetkan Rampung Tahun Depan
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, Presiden Jokowi mengarahkan bahwa harus meningkatkan ekspor dan meningkatkan perjanjian dengan negara-negara luar negeri yang bisa mendongkrak ekspor.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/22/59247/304376_medium.jpg&quot; alt=&quot;Istana Panggil Ketum PB Ikasi Agus Suparmanto&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Perjanjian itu kan kadang-kadang negara lain dengan komoditas yang sama mereka diuntungkan dengan perjanjian tersebut. Nah dengan kita, komoditas yang sama peluangnya lebih kecil. Justru inilah saya akan menyelesaikan beberapa perjanjian dengan luar negeri terutama yang berkaitan dengan meningkatkan produksi dalam negeri dengan ekspor,&quot; ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/10/2019).
Baca Juga: Bicara Perdagangan, Wapres JK: Tak Ada Negara yang Bisa Berdiri Sendiri
Kemudian mengenai impor, Agus mengatakan, Presiden mengarahkan untuk mengurangi impor yang bisa disubstitusi dengan barang yang ada di dalam negeri. Jadi tujuan impor mengisi kekosongan produksi dalam negeri.
&quot;Jadi kita harus substitusi barang-barang tersebut sehingga ada peningkatan neraca ekspor,&quot; tuturnya.Pada intinya, Agus menilai, le depannya Kementerian Perdagangan  fokusnya bisa meningkatkan nilai ekspor terutama produksi komoditas di  Indonesia yang ekspornya bagus tapi tidak punya peluang selama ini.
&quot;Misalnya produksi yang kita ekspor ke Amerika, tapi negara lain  dengan barang yang sama masuknya lebih baik. Artinya lebih murah,  dealnya dengan tarif dan sebagainya,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat perdana dengan menteri Kabinet Indonesia Maju. Untuk sektor perdagangan dia menitipkan dua hal yakni ekspor dan impor.
Baca Juga: 12 Perjanjian Dagang Ditargetkan Rampung Tahun Depan
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, Presiden Jokowi mengarahkan bahwa harus meningkatkan ekspor dan meningkatkan perjanjian dengan negara-negara luar negeri yang bisa mendongkrak ekspor.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/22/59247/304376_medium.jpg&quot; alt=&quot;Istana Panggil Ketum PB Ikasi Agus Suparmanto&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Perjanjian itu kan kadang-kadang negara lain dengan komoditas yang sama mereka diuntungkan dengan perjanjian tersebut. Nah dengan kita, komoditas yang sama peluangnya lebih kecil. Justru inilah saya akan menyelesaikan beberapa perjanjian dengan luar negeri terutama yang berkaitan dengan meningkatkan produksi dalam negeri dengan ekspor,&quot; ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/10/2019).
Baca Juga: Bicara Perdagangan, Wapres JK: Tak Ada Negara yang Bisa Berdiri Sendiri
Kemudian mengenai impor, Agus mengatakan, Presiden mengarahkan untuk mengurangi impor yang bisa disubstitusi dengan barang yang ada di dalam negeri. Jadi tujuan impor mengisi kekosongan produksi dalam negeri.
&quot;Jadi kita harus substitusi barang-barang tersebut sehingga ada peningkatan neraca ekspor,&quot; tuturnya.Pada intinya, Agus menilai, le depannya Kementerian Perdagangan  fokusnya bisa meningkatkan nilai ekspor terutama produksi komoditas di  Indonesia yang ekspornya bagus tapi tidak punya peluang selama ini.
&quot;Misalnya produksi yang kita ekspor ke Amerika, tapi negara lain  dengan barang yang sama masuknya lebih baik. Artinya lebih murah,  dealnya dengan tarif dan sebagainya,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
