<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Produksi Migas RI Capai 1,7 Juta Barel, 89% dari Target</title><description>Realisasi lifitng minyak dan gas bumi hingga kuartal III-2019 adalah sekitar 1,7 juta barel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121232/produksi-migas-ri-capai-1-7-juta-barel-89-dari-target</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121232/produksi-migas-ri-capai-1-7-juta-barel-89-dari-target"/><item><title>   Produksi Migas RI Capai 1,7 Juta Barel, 89% dari Target</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121232/produksi-migas-ri-capai-1-7-juta-barel-89-dari-target</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/24/320/2121232/produksi-migas-ri-capai-1-7-juta-barel-89-dari-target</guid><pubDate>Kamis 24 Oktober 2019 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/24/320/2121232/produksi-migas-ri-capai-1-7-juta-barel-89-dari-target-ksGjpTa2mv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produksi Migas Indonesia (Foto: Okezone.com/Giri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/24/320/2121232/produksi-migas-ri-capai-1-7-juta-barel-89-dari-target-ksGjpTa2mv.jpg</image><title>Produksi Migas Indonesia (Foto: Okezone.com/Giri)</title></images><description>JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifitng minyak dan gas bumi hingga kuartal III-2019 adalah sekitar 1,7 juta barel per hari atau barrel oil equivalent lifting per day (boepd).
&amp;nbsp;Baca Juga: Data Migas Dibuka, Kuwait Bakal Tingkatkan Investasi di RI
Angka ini baru sekitar 89% dari target lifiting migas yang tercantum dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yakni sebesar 2 juta barel per hari.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan dari jumlah lifitng hingga kuartal III-2019 ini, produksi siap jual alias lifting minyak mencapai 745 ribu bopd saja. Sedangkan lifting gas masih relatif stabil berada mencapai 1,05 juta boepd.
&amp;nbsp;Baca Juga: Lifting 5 Blok Pertamina Anjlok, Menteri Jonan Semprot Bos SKK Migas
&amp;ldquo;Kalau dilihat garis RUEN yang di 2017 ditetapkan, untuk minyak produksinya turun terus di garis tersebut,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (24/10/2019).
&amp;nbsp;Menurut Dwi, belum tercapainya lifting migas ini akan memengaruhi  penerimaan negara. Oleh karena itu, pihaknya akan mengerahkan berbagai  upaya untuk mengejar target lifiting yang ditetapkan oleh APBN.

&amp;ldquo;Hal ini (penerimaan negara) juga dipengaruhi Indonesia Crude Price  (ICP) yang sebesar USD60 per barel. Ini cukup jauh di bawah target  asumsi makro APBN yaitu USD70,&amp;rdquo; ucapnya

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee ArizOn Suardin mengatakan, dari  hasil lifting migas kuartal III 2019, menyumbangkan penerimaan negara  &amp;lrm;sebesar USD10,99 miliar. Sedangkan realisasi investasi hulu migas  mencapai USD8,4 miliar.

&amp;ldquo;Capaian penerimaan USD10,99 miliar year to date (ytd), insya Allah ini bisa jauh di atas ini sampai akhir tahun,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;Menurutnya, dari jumlah tersebut ada sekitar  10 produsen utama   minyak dan kondensat di Indonesia yaitu Mobil Cepu Limited, Chevron   Pacific Indonesia, Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu   Energi OSES, Petrochina International Jabung, Medco E&amp;amp;P Natuna,   Petronas Cari Gali, Pertamina Hulu Kalimantan Timur.

Sedangkan 10 produsen gas &amp;lrm;terbesar adalah BP Berau Ltd,   ConocoPhillips, PT Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, Eni Murara   Bakau, JOB Pertamina Medco Tomori Sulawesi Ltd, Petrochina International   Jabung, Medco E&amp;amp;P Natuna, Premier OilIndonesia, dan Kangean Energi   Indonesia.

&amp;ldquo;Kontribusi utama 10 KKKS, 84% jadi memang untuk yang besar-besar ini, sisanya 80 KKKS ini menguasai 16%,&amp;rdquo; ucapnya
</description><content:encoded>JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifitng minyak dan gas bumi hingga kuartal III-2019 adalah sekitar 1,7 juta barel per hari atau barrel oil equivalent lifting per day (boepd).
&amp;nbsp;Baca Juga: Data Migas Dibuka, Kuwait Bakal Tingkatkan Investasi di RI
Angka ini baru sekitar 89% dari target lifiting migas yang tercantum dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yakni sebesar 2 juta barel per hari.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan dari jumlah lifitng hingga kuartal III-2019 ini, produksi siap jual alias lifting minyak mencapai 745 ribu bopd saja. Sedangkan lifting gas masih relatif stabil berada mencapai 1,05 juta boepd.
&amp;nbsp;Baca Juga: Lifting 5 Blok Pertamina Anjlok, Menteri Jonan Semprot Bos SKK Migas
&amp;ldquo;Kalau dilihat garis RUEN yang di 2017 ditetapkan, untuk minyak produksinya turun terus di garis tersebut,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (24/10/2019).
&amp;nbsp;Menurut Dwi, belum tercapainya lifting migas ini akan memengaruhi  penerimaan negara. Oleh karena itu, pihaknya akan mengerahkan berbagai  upaya untuk mengejar target lifiting yang ditetapkan oleh APBN.

&amp;ldquo;Hal ini (penerimaan negara) juga dipengaruhi Indonesia Crude Price  (ICP) yang sebesar USD60 per barel. Ini cukup jauh di bawah target  asumsi makro APBN yaitu USD70,&amp;rdquo; ucapnya

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee ArizOn Suardin mengatakan, dari  hasil lifting migas kuartal III 2019, menyumbangkan penerimaan negara  &amp;lrm;sebesar USD10,99 miliar. Sedangkan realisasi investasi hulu migas  mencapai USD8,4 miliar.

&amp;ldquo;Capaian penerimaan USD10,99 miliar year to date (ytd), insya Allah ini bisa jauh di atas ini sampai akhir tahun,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;Menurutnya, dari jumlah tersebut ada sekitar  10 produsen utama   minyak dan kondensat di Indonesia yaitu Mobil Cepu Limited, Chevron   Pacific Indonesia, Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu   Energi OSES, Petrochina International Jabung, Medco E&amp;amp;P Natuna,   Petronas Cari Gali, Pertamina Hulu Kalimantan Timur.

Sedangkan 10 produsen gas &amp;lrm;terbesar adalah BP Berau Ltd,   ConocoPhillips, PT Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, Eni Murara   Bakau, JOB Pertamina Medco Tomori Sulawesi Ltd, Petrochina International   Jabung, Medco E&amp;amp;P Natuna, Premier OilIndonesia, dan Kangean Energi   Indonesia.

&amp;ldquo;Kontribusi utama 10 KKKS, 84% jadi memang untuk yang besar-besar ini, sisanya 80 KKKS ini menguasai 16%,&amp;rdquo; ucapnya
</content:encoded></item></channel></rss>
