<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Sebut Pentingnya Inovasi Pacu Inklusi Keuangan</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut Indonesia membutuhkan cara kreatif untuk meningkatkan inklusi keuangan yang rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/26/320/2122094/ojk-sebut-pentingnya-inovasi-pacu-inklusi-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/26/320/2122094/ojk-sebut-pentingnya-inovasi-pacu-inklusi-keuangan"/><item><title>OJK Sebut Pentingnya Inovasi Pacu Inklusi Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/26/320/2122094/ojk-sebut-pentingnya-inovasi-pacu-inklusi-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/26/320/2122094/ojk-sebut-pentingnya-inovasi-pacu-inklusi-keuangan</guid><pubDate>Sabtu 26 Oktober 2019 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/26/320/2122094/ojk-sebut-pentingnya-inovasi-pacu-inklusi-keuangan-m40brjrcd0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inklusi Keuangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/26/320/2122094/ojk-sebut-pentingnya-inovasi-pacu-inklusi-keuangan-m40brjrcd0.jpg</image><title>Inklusi Keuangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut Indonesia membutuhkan cara kreatif untuk meningkatkan inklusi keuangan yang rendah. Sebagai salah satu contohnya adalah pemanfaatan bank sampah hingga kebiasaan iuran di RT menjadi bagian peningkatan inklusi keuangan.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank 1A OJK Ariastiadi mengatakan, inklusi keuangan maupun literasi keuangan Indonesia tergolong rendah. Bank Dunia mencatat, tingkat inklusi atau porsi penduduk yang punya akses pada jasa dan layanan keuangan di Indonesia hanya 48,9 pada 2017.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menko Darmin: Masih Banyak Orang RI Simpan Uang di Lemari
Pada 2019, pemerintah menargetkan inklusi keuangan mencapai 75% pada 2019. Oleh kareannya dibutuhkan langkah inovasi untuk meningkatkan literasi keuangan tersebut meskipun diakuinnya tidak mudah mencapai target itu.

&amp;ldquo;Langkah inovatif di industri keuangan bagi kelompok masyarakat emerging consumer menjadi hal yang sangat dibutuhkan,&amp;rdquo; ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Literasi Keuangan Harus Diajarkan Sejak Dini
Sementara itu Chief of Partnership Distribution Officer dari Allianz  Life Indonesia Bianto Surodjo mengatakan, memang dinamika di lapangan  membutuhkan solusi kreatif untuk meningkatkan inklusi keuangan. Salah  satunya lewat pemanfaatan bank sampah.

Pemanfaatan itu tidak lepas dari fakta hingga 65 juta ton sampah yang  dihasilkan di Indonesia setiap hari, hanya 7% yang didaur ulang,  sementara 69% berakhir di tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Padahal,  sampah yang dihasilkan tersebut bisa memberikan nilai ekonomis, jika  dipilah dan dikelola dengan benar.

Salah satu yang bisa inovasi bank sampah yang bisa digunakan adalah  pada asuransi. Misalnya dengan menukarkan tabungan di bank sampah untuk  mendapatkan perlindungan asuransi.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut Indonesia membutuhkan cara kreatif untuk meningkatkan inklusi keuangan yang rendah. Sebagai salah satu contohnya adalah pemanfaatan bank sampah hingga kebiasaan iuran di RT menjadi bagian peningkatan inklusi keuangan.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank 1A OJK Ariastiadi mengatakan, inklusi keuangan maupun literasi keuangan Indonesia tergolong rendah. Bank Dunia mencatat, tingkat inklusi atau porsi penduduk yang punya akses pada jasa dan layanan keuangan di Indonesia hanya 48,9 pada 2017.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menko Darmin: Masih Banyak Orang RI Simpan Uang di Lemari
Pada 2019, pemerintah menargetkan inklusi keuangan mencapai 75% pada 2019. Oleh kareannya dibutuhkan langkah inovasi untuk meningkatkan literasi keuangan tersebut meskipun diakuinnya tidak mudah mencapai target itu.

&amp;ldquo;Langkah inovatif di industri keuangan bagi kelompok masyarakat emerging consumer menjadi hal yang sangat dibutuhkan,&amp;rdquo; ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Literasi Keuangan Harus Diajarkan Sejak Dini
Sementara itu Chief of Partnership Distribution Officer dari Allianz  Life Indonesia Bianto Surodjo mengatakan, memang dinamika di lapangan  membutuhkan solusi kreatif untuk meningkatkan inklusi keuangan. Salah  satunya lewat pemanfaatan bank sampah.

Pemanfaatan itu tidak lepas dari fakta hingga 65 juta ton sampah yang  dihasilkan di Indonesia setiap hari, hanya 7% yang didaur ulang,  sementara 69% berakhir di tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Padahal,  sampah yang dihasilkan tersebut bisa memberikan nilai ekonomis, jika  dipilah dan dikelola dengan benar.

Salah satu yang bisa inovasi bank sampah yang bisa digunakan adalah  pada asuransi. Misalnya dengan menukarkan tabungan di bank sampah untuk  mendapatkan perlindungan asuransi.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
